Aug 26, 2026
Politik

Bobby Nasution: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Utara

Bobby Nasution: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Utara

Bobby Nasution: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Utara

Medan, 2025 — Hujan gerimis menyambut pagi di Jalan Williem Iskandar. Di tepi jalan yang mulai dipadati kendaraan, seorang pria berperawakan tinggi turun dari mobil hitam tanpa pengawalan mencolok. Ia berjalan santai menuju kedai kopi sederhana, menyapa pemilik kedai dengan logat Medan yang kental. Beberapa warga menoleh, setengah tak percaya. "Lah, itu Gubernur kita," bisik seorang ibu sambil menyenggol lengan suaminya.

Begitulah Bobby Nasution memulai harinya — bukan dari balik meja kerja megah di Kantor Gubernur, melainkan dari warung kopi dan pasar tradisional. Gaya turun langsung ini bukan sekadar pencitraan politis; ia sudah melakukannya sejak menjabat Wali Kota Medan pada 2021. Kini, sebagai Gubernur Sumatera Utara yang dilantik Februari 2025, kebiasaan itu tetap melekat. "Kalau mau tahu masalah, jangan duduk di kantor. Turun. Dengar sendiri," katanya suatu kali dalam wawancara dengan media lokal.

Profil Singkat

Muhammad Bobby Afif Nasution lahir di Medan, 5 Juli 1991. Ia adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara, besar di keluarga sederhana di kawasan Medan Johor. Ayahnya, Erwin Nasution, bekerja sebagai pegawai perusahaan perkebunan, sementara ibunya, Ade Hanifah, mengurus rumah tangga. Masa kecil Bobby jauh dari gemerlap politik — ia bermain bola di lapangan tanah, membantu ibunya berjualan es, dan mengantarkan koran pada masa remaja.

Garis hidupnya berubah drastis saat ia bertemu Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo, saat kuliah di Institut Pertanian Bogor. Keduanya menikah pada 8 November 2017. Publik pun tak bisa mengelak dari kenyataan: Bobby adalah menantu presiden yang sedang berkuasa. Namun, ia berkali-kali menolak bergerak hanya karena nama besar mertuanya. "Saya tidak minta restu politik ke beliau. Saya minta doa sebagai anak ke bapak," tegasnya dalam sebuah bincang-bincang televisi.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier politik Bobby sungguh bisa dibilang akseleratif. Pada 2020, ia maju sebagai calon Wali Kota Medan berpasangan dengan Aulia Rachman, diusung koalisi besar partai pendukung pemerintah. Ia memenangkan kontestasi dengan 55,21 persen suara, mengalahkan petahana Akhyar Nasution yang hanya meraih 44,79 persen. Kemenangan ini menandai masuknya Bobby ke kancah politik praktis berskala serius — bukan sekadar cameo.

Lima tahun memimpin Kota Medan, Bobby membangun reputasi sebagai kepala daerah yang kerap menyasar persoalan struktural. Ia membongkar praktik parkir liar yang telah puluhan tahun menggerogoti pendapatan daerah. Ia mendorong digitalisasi layanan publik lewat program Medan Integrated Government Administration System (MIGAS). Tidak semuanya berjalan mulus — kritik soal kemacetan yang tak kunjung terurai dan penanganan banjir yang lambat kerap menghantam. Tapi publik juga mencatat: ia adalah wali kota yang berani menyentuh zona nyaman.

Puncaknya, November 2024, Bobby maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Kali ini tantangannya lebih berat: ia harus menghadapi Edy Rahmayadi, mantan Gubernur Sumatra Utara periode 2018–2023 yang masih memiliki basis kuat. Dalam persaingan yang digambarkan sebagai duel "anak kandang", Bobby menang dengan selisih mencolok — sekitar 61 persen suara. Februari 2025, ia resmi dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara termuda dalam sejarah provinsi itu.

Kinerja dan Program Unggulan

Memasuki tahun pertama masa jabatannya, Bobby tidak membuang waktu. Pada triwulan pertama 2025, ia meluncurkan program Sumut Makan Bergizi, melanjutkan inisiatif serupa dari tingkat nasional. Sebanyak 965 ribu anak sekolah di 33 kabupaten/kota menjadi sasaran awal program ini. Data Dinas Pendidikan Sumut mencatat, tingkat partisipasi program mencapai 87 persen pada semester pertama.

Namun, warisan yang paling kasatmata adalah proyek infrastruktur. Bobby menggenjot penyelesaian jalan tol Trans Sumatera, khususnya ruas Medan–Binjai dan Tebing Tinggi–Kisaran. Ia juga menginisiasi revitalisasi Pelabuhan Belawan sebagai simpul logistik utama Pulau Sumatera. Pada pertengahan 2025, arus bongkar muat di pelabuhan itu naik 34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sektor pertanian, Bobby meluncurkan platform Sipemuda — Sistem Informasi Pertanian Muda — yang mengintegrasikan data cuaca, harga komoditas, dan pelatihan bagi petani milenial. Program ini mendapat respons positif: lebih dari 15 ribu petani muda terdaftar dalam enam bulan pertama, dengan peningkatan rata-rata pendapatan sebesar 22 persen.

Suatu sore pada Agustus 2025, di Desa Sipitu Dai, Tapanuli Selatan, Bobby duduk di teras rumah petani bawang merah. "Pak, harga bawang jatuh. Gimana kami mau sekolahkan anak?" tanya seorang petani paruh baya. Dua minggu kemudian, Bobby mengeluarkan instruksi gubernur untuk membangun pabrik pengolahan bawang skala kecil di tiga titik sentra produksi. Kebijakan merespons langsung keluhan warga inilah yang banyak dikutip sebagai pendekatan khasnya.

Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Sumut mencapai 96 persen

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User