Aug 25, 2026
Politik

Irjen Pol. Helmy Santika: Profil dan Kinerja Kapolda Lampung

Irjen Pol. Helmy Santika: Profil dan Kinerja Kapolda Lampung

Irjen Pol. Helmy Santika: Profil dan Kinerja Kapolda Lampung

Malam di Desa Marga Kaca, Lampung Utara, biasanya sunyi. Tapi Jumat itu berbeda. Di bawah tenda biru yang didirikan buru-buru, seorang lelaki berperawakan tegap duduk bersila di atas tikar plastik. Wajahnya separuh tersembunyi topi rimba, tapi warga mengenalinya begitu ia membuka suara. "Ada yang belum punya BPJS? Sampaikan. Ada tanah bersengketa? Kita duduk bersama." Dialah Inspektur Jenderal Polisi Helmy Santika, Kapolda Lampung, yang malam itu memilih tidur di desa terpencil ketimbang di ruangan ber-AC markas besarnya.

Adegan dalam program "Jumat Curhat" itu bukan kali pertama ia blusukan. Bagi perwira tinggi kelahiran Ciamis, 29 Mei 1972 ini, menjadi polisi bukan hanya tentang penegakan hukum, melainkan tentang mendengar. "Kadang masalah besar berawal dari sakit hati yang tidak didengarkan," ujarnya suatu kali, kalimat yang kini menjadi semacam mantra di jajaran Polda Lampung.

Profil Singkat

Helmy Santika adalah wajah baru di korps kepolisian yang akrab dengan warga. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 ini mengawali karier sebagai perwira pertama di Kepolisian Resor Bogor. Ia dikenal sebagai murid sekaligus penerus gaya kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: presisi, humanis, dan mendekat ke masyarakat. Sebelum menjabat Kapolda Lampung pada 14 Oktober 2024, ia adalah Wakil Kepala Baintelkam Polri, posisi strategis yang mengasah naluri intelijennya—bukan untuk mengintimidasi, melainkan membaca denyut keresahan publik sebelum meledak.

Helmy menghabiskan masa kecil dan remaja di Ciamis, kota kecil dengan kultur Sunda yang kental. Siapa sangka, dari lingkungan pesantren dan sawah-sawah itulah lahir calon jenderal bintang dua. "Saya besar di kampung. Jadi kalau sekarang tidur di kampung lagi, rasanya seperti pulang," katanya ringan, suatu siang di sela panen raya di Lampung Tengah.

Karier dan Riwayat Jabatan

Jejak karier Helmy terentang dari Sabang sampai Merauke—meski secara harfiah lebih banyak di Jawa dan Sumatera. Ia pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan pada masa-masa genting pandemi, lalu naik menjadi Dirlantas Polda Metro Jaya. Perwira dengan tinggi menjulang dan potongan cepak ini juga sempat menjabat Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta serta Analis Kebijakan Madya Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri.

Tapi batu loncatan besarnya adalah posisi Wakil Kepala Baintelkam Polri. Di sanalah Helmy mengasah kemampuan membaca peta sosial-politik. Baintelkam adalah "telinga" Polri, dan Helmy belajar bahwa informasi yang akurat adalah senjata paling ampuh mencegah konflik. Ketika dilantik menjadi Kapolda Lampung pada akhir 2024, ia membawa perspektif itu: memadamkan api sebelum berkobar.

"Saya tidak ingin jadi pemadam kebakaran yang hanya muncul kalau sudah ada asap. Saya ingin dingin-dingin saja, tapi semuanya terkendali." — Irjen Helmy Santika, dalam apel pagi perdana di Mapolda Lampung.

Kinerja dan Program Unggulan

Lampung adalah provinsi dengan dinamika yang kompleks: pencurian dengan kekerasan, konflik satwa-manusia di sekitar Taman Nasional Way Kambas, hingga peredaran narkoba di jalur lintas Sumatera. Sejak bertugas, Helmy menggebrak dengan program "Polisi Peduli Desa" yang melampaui sekadar patroli. Ia membangun jaringan komunikasi langsung antara Bhabinkamtibmas, kepala desa, dan tokoh adat. Hasilnya? Dalam enam bulan pertama, laporan konflik agraria di Lampung Timur menurun drastis karena mediasi dilakukan sebelum sengketa masuk ranah pidana.

Di bidang kriminalitas, Helmy membentuk tim reaksi cepat bernama "Satgas Anti-Kejahatan Jalanan" yang beroperasi jam malam hingga subuh. Bukan hanya menangkap, tim ini wajib mengidentifikasi akar masalah pelaku: apakah putus sekolah, pengangguran, atau dijebak sindikat. "Tangkap itu gampang. Yang susah memastikan dia tidak mengulangi," tegasnya dalam rapat evaluasi mingguan. Strategi ini membuahkan pengungkapan 57 kasus pencurian kendaraan bermotor dalam dua bulan pertama 2025, dengan pendekatan restoratif bagi pelaku anak di bawah umur.

  • Jumat Curhat & Tidur di Desa: Program unggulan yang mewajibkan jajaran turun bermalam di desa terpencil, mendengar langsung keluhan warga tanpa protokol.
  • Kampung Bebas Narkoba: Mereplikasi model di Lampung Selatan ke lima kabupaten lain, menggabungkan rehabilitasi berbasis komunitas dan pengawasan ketat.
  • Quick Wins Penertiban Lalu Lintas: Simplifikasi tilang elektronik dan penambahan ETLE di titik rawan kecelakaan.

Tantangan dan Harapan

Wabak judi online yang menyasar pedesaan dan penyelundupan narkoba lewat pelabuhan tikus di Bakauheni adalah dua hantu yang terus membayangi. Helmy tidak naif. Ia tahu pendekatan lunak tidak cukup untuk bandar dan gembong. "Saya punya sisi lain," ujarnya, mata menyipit, "saat keselamatan publik dipertaruhkan, gestur tegas adalah jawaban." Operasi gabungan dengan Bea Cukai dan TNI AL di perairan Lampung sepanjang triwulan pertama 2025 berhasil menyita 45 kilogram sabu dan puluhan ribu butir ekstasi—angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Namun di balik itu semua, refleksi seorang Helmy Santika justru menyentuh hal sederhana. Suatu sore, di h

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User