Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta — Di balik tawa lepas yang biasa ia suguhkan, Sunarji atau

Langkah ini tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, selama lebih dari dua dekade, nama Narji identik dengan kelucuan, bukan partai politik. Namun justru

Jul 08, 2026 - 21:42
0 3
Jakarta — Di balik tawa lepas yang biasa ia suguhkan, Sunarji atau

Langkah ini tentu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, selama lebih dari dua dekade, nama Narji identik dengan kelucuan, bukan partai politik. Namun justru di situlah letak keunikannya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang pelawak juga punya kepekaan sosial dan hasrat mengabdi yang tulus.

Dari Studio Komedi ke Senayan

Di sela-sela kesibukan syuting dan manggung, Narji menyempatkan diri bercerita tentang alasan di balik keputusannya. Dengan gaya khasnya yang santai namun penuh keyakinan, ia mengaku sudah lama merasakan kegelisahan.

“Saya sudah bertahun-tahun menghibur rakyat. Tapi saya sadar, masyarakat bukan hanya butuh tawa. Mereka butuh kehidupan yang lebih baik. Mereka butuh pengayoman,” ujar Narji saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan.

Narji mengaku pilihannya bergabung dengan PKS bukan tanpa alasan. Ia merasa partai berlambang bulan sabit itu memberikan ruang bagi kader-kadernya untuk berkhidmat tanpa kehilangan jati diri. Sebagai seorang muslim yang taat, ia menemukan keselarasan nilai antara prinsip hidupnya dan platform partai.

Respon Rekan dan Penggemar

Keputusan Narji sontak menjadi perbincangan hangat, baik di kalangan artis maupun penggemar setianya. Beberapa rekan sesama komedian memberikan dukungan moral.

“Narji punya hati yang bersih. Dia bukan tipe orang yang neko-neko. Kalau dia maju, pasti ada dorongan kuat untuk berbuat baik,” kata Bedu, sahabat sekaligus sesama pelawak, melalui sambungan telepon.

Namun, tak sedikit warganet yang skeptis. Sebagian menilai komedian kerap dijadikan “vote getter” tanpa kemampuan legislasi yang mumpuni. Menanggapi hal itu, Narji justru tersenyum.

“Saya tidak akan maju kalau hanya jadi pajangan. Saya sudah belajar, saya sudah banyak berdiskusi. Saya ingin menjadi jembatan aspirasi rakyat kecil, yang suaranya sering tidak terdengar,” tegasnya.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Andi Faisal (nama rekaan), menilai fenomena artis masuk politik adalah pedang bermata dua. “Di satu sisi mereka punya popularitas, tapi mereka harus siap menghadapi ujian kapasitas. Narji harus membuktikan bahwa ia serius,” ujarnya.

Agenda Perubahan yang Dibawa Narji

Jika terpilih nanti, Narji berfokus pada tiga isu utama yang menurutnya mendesak:

  • Pendidikan karakter dan kreativitas — Ia ingin memasukkan unsur seni dan humor dalam kurikulum untuk mengurangi tekanan mental pelajar.
  • Perlindungan pekerja informal — Terinspirasi dari kehidupan para seniman jalanan dan kru hiburan yang kerap minim jaminan sosial.
  • Penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas — Mendorong lahirnya wirausaha muda dari kampung-kampung dengan pelatihan dan akses permodalan ringan.

Narji menyadari perjalanan ke Senayan tidak akan mudah. Ia harus bersaing dengan politikus senior dan sesama caleg dari dapil yang ramai. Namun, dengan lebih dari 3,5 juta pengikut di media sosial dan jejaring pertemanan yang luas, ia optimistis bisa menyuarakan perubahan.

Di penghujung perbincangan, Narji kembali melempar gurauan khasnya, “Doakan ya, semoga saya tidak bikin rakyat ketawa karena janji palsu, tapi karena mereka benar-benar bahagia hidupnya.” Tawanya yang renyah seakan menjadi penutup manis sebelum ia benar-benar terjun ke arena pertarungan demokrasi yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User