Muzakir Manaf: Profil dan Kinerja Gubernur Aceh

Muzakir Manaf: Profil dan Kinerja Gubernur Aceh

Jul 11, 2026 - 07:02
Updated: 13 hours ago
0 1
Muzakir Manaf: Profil dan Kinerja Gubernur Aceh

Profil Singkat

Di sebuah warung kopi di Banda Aceh, seorang pria paruh baya duduk santai menyulut sebatang rokok. Matanya yang teduh memandang halaman koran pagi, sesekali ia tersenyum mendengar gurauan warga yang mampir. Namanya Muzakir Manaf, tapi mereka memanggilnya Mualem—panggilan akrab yang dulu berarti guru, kini berganti makna menjadi pemimpin. Mereka yang pernah mengenalnya sebagai panglima perang, kini menyapanya sebagai Gubernur Aceh.

Lahir di Desa Alue Lhok, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, 3 April 1964, Mualem tumbuh di tengah masyarakat yang kuat memegang adat dan agama. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan pedesaan yang sederhana, berkubang lumpur sawah dan mengaji di surau selepas magrib. Pendidikan formalnya ditempuh hingga sekolah menengah di kampung halaman, sebelum gelombang konflik Aceh menyeretnya masuk ke hutan-hutan pedalaman sebagai pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Ia bukan tipikal politisi yang dibesarkan di ruang kuliah atau kantor partai. Puluhan tahun hidupnya akrab dengan aroma mesiu, peta-peta militer yang kusut, dan negosiasi panjang di bawah pohon rindang. Pengalaman itu membentuknya menjadi pribadi yang tenang namun tegas, seorang pemimpin yang membaca situasi lebih dari sekadar dokumen rapat—ia membaca wajah dan bahasa tubuh lawan bicara.

Karier dan Riwayat Jabatan

Perjalanan Muzakir Manaf memasuki dunia pemerintahan dimulai bukan dari birokrasi, melainkan dari perundingan damai yang bersejarah. Sebagai Panglima GAM, ia berada di garda depan negosiasi Helsinki pada 2005 yang akhirnya menghasilkan perdamaian Aceh.

"Saya tidak pernah membayangkan akan duduk di meja yang sama dengan mereka yang dulu kami anggap lawan. Tapi darah anak-anak Aceh terlalu mahal untuk ditumpahkan lagi,"
kenangnya saat berbincang dengan para jurnalis di sela-sela resepsi pelantikan.

Pasca-perjanjian damai, Mualem beralih ke arena politik. Ia bergabung dengan Partai Aceh (PA), kendaraan politik yang lahir dari rahim mantan kombatan GAM, dan terpilih sebagai Ketua Umum. Pada 2012, ia dilantik menjadi Bupati Aceh Besar untuk periode 2012–2017. Di daerah yang dikenal sebagai penyangga ibu kota provinsi itu, ia membangun fondasi perdamaian dengan merangkul semua pihak dan memulai proyek-proyek infrastruktur dasar.

Lima tahun berikutnya, ia menduduki kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019–2024. Posisi itu memberinya sudut pandang legislatif yang tajam sekaligus memperkuat jaringannya di lintas partai. Pada Pilkada Aceh 2024, Mualem berpasangan dengan Fadhlullah (dikenal sebagai Dek Fad) dan memenangkan kontestasi dengan perolehan suara yang mengungguli beberapa pasangan lainnya. Mereka dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada awal 2025.

Kinerja dan Program Unggulan

Memasuki masa kepemimpinan 2025–2030, Muzakir Manaf membawa visi yang ia sebut sebagai "Aceh

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User