Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta — Saham JELI Anjlok di Hari Pertama Pencatatan BEI

Pagi itu langit Jakarta diselimuti awan kelabu, seolah turut merasakan debaran yang berbeda di lantai 1 Gedung Bursa Efek Indonesia. Di tengah gemerlap lay

Jul 09, 2026 - 08:34
0 1
Jakarta — Saham JELI Anjlok di Hari Pertama Pencatatan BEI

Pagi itu langit Jakarta diselimuti awan kelabu, seolah turut merasakan debaran yang berbeda di lantai 1 Gedung Bursa Efek Indonesia. Di tengah gemerlap layar monitor dan tatapan penuh harap, saham PT Niramas Utama Tbk resmi melangkah ke papan perdagangan. Namun, sorak-sorai yang dinanti berganti menjadi helaan napas panjang. Kode emiten JELI tak bercahaya di zona hijau—ia justru terbenam di lautan merah.

Harapan yang Dijemput di Ujung Senyum

Bagi sebagian karyawan yang hadir, pagi ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah puncak dari bertahun-tahun membangun merek jeli rumput laut yang kini menghiasi rak-rak minimarket. “Saya ingat pertama kali masuk, kami hanya punya satu mesin pengemas bekas,” ujar Rina Marlina (42), supervisor produksi yang sengaja diundang ke lantai bursa. “Hari ini saya pakai seragam terbaik, berharap bisa foto di depan layar dengan angka hijau.” Ia tersenyum getir seraya menunjuk layar yang justru memamerkan penurunan.

Kronologi Perdagangan Perdana

  1. Pukul 09.00 WIB: Pencatatan saham JELI dibuka pada harga penawaran umum perdana (IPO) Rp210 per lembar. Namun tekanan langsung muncul, harga bergerak turun ke Rp195 dalam hitungan detik.
  2. 09.32 WIB: Laju pelemahan berlanjut hingga menyentuh level Rp178, memicu auto rejection bawah karena penurunan sudah melewati batas 10%.
  3. 11.30 WIB: Hingga sesi pertama berakhir, saham JELI bertengger di Rp182, mencerminkan penurunan sebesar 13,3% dari harga IPO.

Di pojok ruangan, seorang investor ritel paruh baya bernama Hendro Susanto (56) meremas kertas catatan perdagangannya. “Saya ikut pooling dana dari komunitas, benar-benar percaya produk Niramas Utama punya tempat di hati ibu-ibu,” ucapnya lirih. “Penurunan begini terasa seperti mimpi yang terputus di tengah jalan.” Hendro mengaku menggunakan sebagian dana pensiunnya untuk membeli saham JELI karena percaya pada pertumbuhan industri makanan ringan lokal.

Mengurai Luka di Balik Layar

Para analis menyebut tekanan yang langsung membekap saham JELI tak terlepas dari sentimen lesu sektor konsumer serta valuasi IPO yang dianggap sebagian pelaku pasar terlalu optimistis. Dian Permata, analis pasar modal dari sebuah sekuritas lokal, menjelaskan, “Publik sebenarnya menaruh harapan pada cerita pertumbuhan Niramas Utama, tetapi kondisi pasar sedang tidak ramah. Likuiditas yang ketat membuat investor lebih memilih keluar dulu, daripada bertahan di saham anyar.”

Bagi Niramas Utama, pukulan ini adalah ujian pertama sebagai perusahaan terbuka. Sejak awal, narasi yang mereka usung adalah dari dapur rumah ke bursa saham—sebuah perjalanan yang menyentuh sisi emosional masyarakat. Namun, narasi hangat itu belum cukup meredam dinginnya angka di layar perdagangan.

Meski begitu, harapan belum sepenuhnya padam. Rina dan kawan-kawannya pulang ke pabrik sore itu dengan tekad baru: “Kami sudah melewati masa-masa lebih sulit. Kalau bukan sekarang, produk kami akan buktikan suatu hari nanti.”

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User