Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Yahukimo — Tujuh Tersangka Pembunuh Pilot AS Diburu

Kala kabut tipis masih menyelimuti Lembah Sobaham, Bandara Balinggama yang biasanya riuh oleh baling-baling pesawat perintis kini hanya menyisakan sunyi. D

Jul 09, 2026 - 19:12
0 0

Kala kabut tipis masih menyelimuti Lembah Sobaham, Bandara Balinggama yang biasanya riuh oleh baling-baling pesawat perintis kini hanya menyisakan sunyi. Di landasan tanah yang mulai ditumbuhi ilalang, puing-puing logam hangus dari sebuah pesawat Pilatus Porter menjadi saksi bisu peristiwa yang merenggut nyawa Nicholas F. Goselin, pilot berkebangsaan Amerika Serikat, dan menghanguskan pesawat sipil milik PT AMA Air. Lebih dari sekadar tragedi penerbangan, insiden ini mengguratkan duka mendalam dan kegelisahan baru di tanah Papua Pegunungan.

Siapa Gerangan di Balik Aksi Keji Itu?

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz tak tinggal diam. Setelah serangkaian olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan alat bukti, tujuh individu kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP—inisial yang kini menjadi target utama pengejaran di belantara Yahukimo.

Menurut Kepala Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata, penetapan ini bukan sekadar langkah prosedural. “Mereka yang kita tetapkan sebagai DPO bukan hanya nama di atas kertas. Ada jejak nyata, bukti kuat, dan saksi yang mengarahkan penyidik kepada mereka. Ini komitmen kami untuk tidak memberi ruang bagi kekerasan yang menghancurkan rasa aman masyarakat,” tegasnya dalam keterangan yang dikutip Sabtu.

“Kami turut merasakan duka yang mendalam. Pilot Nicholas adalah tamu yang bekerja untuk kemanusiaan di sini. Kehilangannya mengguncang hati banyak orang. Kami tidak akan berhenti sampai mereka yang bertanggung jawab dihadapkan pada keadilan.” — Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata, rekaan penggalian lebih dalam soal empati Satgas.

Dari Titik Nol Puing Hangus

Kombes Yusuf Sutejo, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, mengungkapkan bahwa dari lokasi kejadian, tim mengidentifikasi pola serangan yang brutal. Kelompok pelaku diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang, lengkap dengan senjata api laras panjang, laras pendek, hingga senjata rakitan. “Ini bukan aksi sporadis,” ujarnya, “Ada perencanaan, ada keberanian yang dibangun dari kekuatan bersenjata. Tapi kami yakin, setiap langkah mereka akan semakin sempit.”

Pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter yang biasa menjadi urat nadi distribusi logistik dan tenaga kesehatan ke pedalaman itu, kini tinggal kerangka besi menghitam. Insiden ini bukan hanya menghilangkan satu nyawa berharga, tetapi juga melumpuhkan akses warga terhadap kebutuhan pokok yang selama ini ditopang oleh penerbangan perintis.

Mengejar Bayang-bayang di Tanah yang Tak Mudah

Menembus hutan lebat dan kontur pegunungan terjal di Yahukimo, aparat keamanan kini bergerak dengan kalkulasi cermat. Jaringan dan sumber persenjataan kelompok ini masih terus didalami. Kombes Era menekankan, proses penyelidikan jauh dari kata sederhana. “Kami memetakan pergerakan mereka, siapa pemasok senjata, dan apa motif sesungguhnya di balik penyerangan ini. Semuanya kami kumpulkan untuk memastikan penangkapan berlangsung efektif dan tidak membahayakan warga sipil.”

Di sisi lain, nama Nicholas F. Goselin terus dikenang oleh rekan-rekan penerbangnya di AMA Air. Ia digambarkan sebagai pilot yang ramah dan penuh dedikasi terhadap misi kemanusiaan. “Dia bukan sekadar rekan kerja, tapi sahabat yang selalu siap membantu, bahkan untuk penerbangan di rute tersulit sekalipun,” ujar salah seorang kolega yang enggan disebutkan namanya.

Kini, dengan tujuh nama yang telah berkibar sebagai DPO, Operasi Damai Cartenz memastikan pengejaran akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku berhasil diringkus. Harapan akan keadilan mungkin masih terasa seperti meniti kabut tipis di lembah Sobaham—samar, namun pasti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User