Polrestabes Semarang Gelar Donor Darah dan Layanan Kesehatan di Pasar Johar
Pagi itu, lantai 3 Pasar Johar Selatan (New PM) Kota Semarang berubah menjadi ruang harap dan kehangatan. Senin, 29 Juni 2026, hiruk-pikuk aktivitas perdag
Pagi itu, lantai 3 Pasar Johar Selatan (New PM) Kota Semarang berubah menjadi ruang harap dan kehangatan. Senin, 29 Juni 2026, hiruk-pikuk aktivitas perdagangan sesaat berpadu dengan langkah-langkah sigap personel berseragam dan tenaga medis yang sibuk menyiapkan peralatan. Bukan operasi keamanan, tetapi sebuah panggilan kemanusiaan: menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polrestabes Semarang melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menggelar Bhakti Kesehatan Polri — donor darah dan layanan kesehatan gratis — tepat di jantung ekonomi rakyat itu.
Menyulam Kemanusiaan di Tengah Pasar
Kegiatan yang melibatkan sekitar 350 peserta ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah jembatan antara institusi penegak hukum dan denyut keseharian warga. Dari meja pendaftaran, para pedagang yang baru saja menata dagangan tampak antusias mengantre. Beberapa masih mengenakan celemek, yang lain datang bersama rekan sesama pedagang. Di sudut lain, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang dengan cekatan menangani proses donor darah — hasil kolaborasi inti yang menjadi nadi acara ini.
- Donor Darah: Dilaksanakan bekerja sama dengan PMI Kota Semarang, menjadi bagian utama rangkaian Bhakti Kesehatan untuk membantu mencukupi stok darah.
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, konsultasi kesehatan, hingga pemberian pengobatan gratis.
- Partisipasi Lintas Elemen: Mulai dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Aniceto Magno Da Silva, Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, Kapolsek Semarang Utara Kompol Heri, hingga perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bank Jateng Unit Pasar Johar, dan para pedagang — semuanya bahu-membahu.
“Rasanya Seperti Diperhatikan Keluarga Sendiri”
Di balik angka partisipasi yang mencapai 113 warga penerima layanan kesehatan gratis, tersimpan kisah-kisah personal yang menyentuh. Salah satunya adalah Sumarti (48), pedagang bumbu dapur yang baru pertama kali memeriksakan gula darahnya. “Biasanya saya nggak pernah sempat periksa, takut mahal dan malas antre di puskesmas. Tapi ini ada di dekat lapak, petugasnya ramah. Rasanya seperti diperhatikan keluarga sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar, sembari menggenggam hasil pemeriksaan yang baru saja dijelaskan oleh dokter.
Di kursi donor, Darto (35), seorang kuli angkut di pasar, menyingsingkan lengan bajunya. “Saya donor bukan karena hadiah, tapi karena dulu istri saya pernah selamat berkat transfusi darah saat melahirkan. Setetes darah kita bisa jadi nyawa bagi orang lain. Apalagi ini waktunya bareng polisi, jadi terasa lebih aman dan terkoordinasi,” tuturnya. Narasi-narasi seperti inilah yang mengubah kegiatan formal menjadi perayaan kemanusiaan yang intim.
Polri Hadir, Tak Hanya Menjaga
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 dimaknai sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui aksi langsung. “Kami ingin hadir tidak hanya ketika ada masalah keamanan, tapi juga ketika masyarakat membutuhkan sentuhan kesehatan dan solidaritas. Bhakti Kesehatan ini implementasi semangat pengabdian — bahwa kehadiran Polri harus memberi manfaat nyata,” ungkapnya.
Di sepanjang acara, personel Polsek Semarang Tengah memastikan keamanan dan ketertiban, namun mereka juga terlihat sesekali membantu mengarahkan warga yang kebingungan, menawarkan air minum, atau sekadar berbincang ringan. Suasana yang terbangun bukanlah jarak antara “petugas” dan “masyarakat”, melainkan kedekatan yang cair dan saling percaya.
Lebih dari Sekedar Angka
Ketika acara berakhir menjelang siang, data tercatat: 350 peserta berpartisipasi, 113 warga memperoleh pemeriksaan dan pengobatan gratis, dan puluhan kantong darah terkumpul untuk stok PMI. Namun bagi mereka yang hadir, nilai sebenarnya ada pada rasa aman dan perhatian yang diterima secara cuma-cuma, tepat di tempat mereka mencari nafkah. Bhakti Kesehatan di Pasar Johar membuktikan bahwa institusi terkuat adalah yang mampu merengkuh hati warganya — sebuah potret hangat dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tak akan cepat pudar dari ingatan.
Comments (0)