Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

MEDAN — Mahasiswa Jual Ganja, Istri Bunuh Suami, KPK Geledah Rumah Dinas Bupati

Pagi itu, Jalan Dr. Mansyur yang biasanya riuh oleh mahasiswa yang bergegas ke kampus, mendadak berubah menjadi sunyi ketika petugas Sat Narkoba Polrestabe

Jul 09, 2026 - 06:48
0 0

Pagi itu, Jalan Dr. Mansyur yang biasanya riuh oleh mahasiswa yang bergegas ke kampus, mendadak berubah menjadi sunyi ketika petugas Sat Narkoba Polrestabes Medan menghentikan seorang pemuda di atas sepeda motor. Y, baru berusia 20 tahun, sempat melempar senyum getir sebelum polisi mengeluarkan barang bukti dari dalam tasnya. “Dia anak baik, sering bantu saya bersihkan musala kos,” ujar Pak Marwan, pemilik rumah kos di Jalan Jamin Ginting, tempat tersangka kedua, KH, ditangkap beberapa jam kemudian. “Tapi belakangan dia sering keluar malam, katanya ada kerja sampingan. Saya kira jadi ojek online, ternyata…” suara Pak Marwan menggantung, matanya berkaca-kaca. Total 260 gram ganja siap edar disita dari dua mahasiswa itu.

Di sudut lain Kota Medan, tepatnya di Jalan Flamboyan Raya Gang Sejati, Kelurahan Tanjung Selamat, seorang ibu muda bernama Yuyun Kristina Br Sirait harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi. Ia didakwa membunuh suaminya sendiri, Irfansyah Hutagalung. Mereka bertengkar hebat soal riasan wajah—hal yang mungkin dianggap remeh, tapi bagi pasangan muda yang belum genap setahun menikah, itu adalah bara yang membakar sumbu emosi. “Saya dengar teriakan malam itu, seperti orang berantem biasa,” cerita Bu Asnah, tetangga sebelah rumah. “Tapi pas pagi sudah ramai polisi. Saya tidak nyangka Yuyun bisa begitu, padahal dia lembut orangnya.” Ironisnya, senjata yang digunakan adalah sarung—benda yang setiap malam menyelimuti mereka berdua. Kini, Yuyun berpotensi kehilangan segalanya: suami, kebebasan, dan masa depan anak semata wayangnya yang masih balita.

Sementara itu, di Kabupaten Langkat, suasana terasa tegang ketika penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tiba di Jalan Kartini, Kwala Bingei. Mereka menggeledah kantor Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, BKD, hingga ruang pribadi di rumah dinas Bupati Langkat. Ini adalah rentetan dari operasi tangkap tangan yang sebelumnya menjerat eks bupati beberapa waktu lalu. Seorang pegawai yang enggan disebut namanya berbisik, “Sudah seminggu ini orang-orang pada gelisah. Setiap kali ada mobil hitam parkir, jantung langsung deg-degan.” KPK sepertinya tidak main-main; mereka mengangkut sejumlah dokumen dan perangkat elektronik yang diduga kuat berkaitan dengan aliran dana korupsi yang sudah mengakar.

Tiga Wajah Luka Kota Medan dan Sekitarnya

Tiga peristiwa ini bukan sekadar catatan kriminal dan korupsi. Mereka adalah potret buram yang menunjukkan bagaimana tekanan hidup, kerapuhan rumah tangga, dan penyalahgunaan kekuasaan bisa berujung pada kehancuran. Psikolog forensik, Dr. Rina Simarmata, menyebut kasus pembunuhan oleh istri sebagai puncak dari akumulasi konflik yang tak terselesaikan. “Banyak pasangan muda belum siap menghadapi realitas pernikahan. Pertengkaran kecil, jika dipendam terus-menerus, bisa menjadi bom waktu,” jelasnya. Sementara itu, pakar narkotika Universitas Sumatera Utara menilai, mahasiswa yang terjerat narkoba seringkali tergiur uang cepat untuk menutupi biaya kuliah dan gaya hidup yang kian mahal.

KasusPelaku/TersangkaBarang Bukti/PasalLokasi
Penjualan GanjaY (20 th) dan KH (mahasiswa)260 gram ganja, Pasal 114 UU NarkotikaMedan (Dua TKP: Jalan Dr. Mansyur & Jamin Ginting)
Pembunuhan SuamiYuyun Kristina (25 th)Pasal 338 KUHP (pembunuhan)Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan
Penggeledahan KorupsiBupati Langkat dan jajaranDokumen & alat elektronik dari 4 kantor dinas plus rumah dinasStabat, Kabupaten Langkat

Di balik setiap berita, selalu ada cerita manusia yang sering terlupakan. Y, sang mahasiswa, mungkin hanya ingin cepat lulus dan membahagiakan orang tuanya di kampung. Yuyun mungkin bermimpi memiliki rumah tangga yang harmonis seperti di dongeng-dongeng. Sementara pegawai di Langkat, mereka mungkin hanya mengikuti arus sistem yang timpang. Namun, langkah kecil yang salah hari ini mampu mengubah seluruh jalan hidup. Masyarakat Medan dan sekitarnya kini hanya bisa menatap, berharap bahwa dari tiga luka ini, akan muncul kesadaran untuk berbenah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User