Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

855 Mahasiswa USM Menyapa Gang Sempit, UMKM Kini Punya Harapan Digital

Pagi itu, langit Semarang sedikit mendung, namun semangat di lapangan upacara Universitas Semarang (USM) justru membara. Rabu (8/7/2026), sebanyak 855 maha

Jul 10, 2026 - 02:10
0 0

Pagi itu, langit Semarang sedikit mendung, namun semangat di lapangan upacara Universitas Semarang (USM) justru membara. Rabu (8/7/2026), sebanyak 855 mahasiswa resmi berangkat bukan untuk mengejar nilai di ruang kelas, melainkan untuk "kuliah" di tengah masyarakat. Mereka adalah peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) yang disebar ke tiga kecamatan: Ngaliyan (261 mahasiswa), Semarang Utara (246 mahasiswa), dan Genuk (348 mahasiswa). Lebih dari sekadar program wajib, ini adalah perjalanan menempa empati.

Di antara riuh rendah perpisahan, tampak Melati (21), mahasiswi Fakultas Ekonomi, menentang tas ransel usangnya. Matanya berbinar, namun sedikit gelisah. "Sebenarnya deg-degan, sih. Biasanya cuma belajar teori di kampus, sekarang harus bisa bikin warga paham cara naikin omzet. Semoga ilmunya nyambung," ujarnya lirih sambil tersenyum. Kegelisahan Melati mungkin mewakili perasaan 855 pemuda yang akan berbaur dengan realita.

Bukan Sekadar Program, tapi Jembatan Harapan di Ngaliyan

Kecamatan Ngaliyan menjadi saksi bisu bagaimana antusiasme birokrasi menyambut energi muda. Camat Ngaliyan, Dr. Moeljanto, SE, Kp, MM, tak bisa menyembunyikan optimismenya. Di hadapan para mahasiswa, ia menyampaikan bahwa wilayahnya menyimpan potensi besar yang kerap terhambat keterbatasan pengetahuan teknologi. Banyak pelaku UMKM di sana masih "gaptek" dan menjual produk seadanya di pasar lokal.

"Harapan kami, pelaksanaan KKN PPM adik-adik mahasiswa ini benar-benar bisa memberikan manfaat terbaik. Jangan hanya lewat, tapi tinggalkan jejak perubahan yang berdampak pada masyarakat, sesuai keilmuan kalian," ujar Moeljanto penuh harap.

Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si, yang hadir langsung di lokasi, menekankan bahwa ini adalah implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa di Ngaliyan tidak hanya diminta membuat lubang biopori, tetapi mendorong pemberdayaan ekonomi. Fokusnya jelas: mengangkat UMKM lokal agar naik kelas. Dari mulai mengajarkan fotografi produk ala kadarnya dengan ponsel, mempercantik packaging agar layak masuk swalayan, hingga pendampingan manajemen keuangan sederhana yang sering luput diperhatikan.

Kolaborasi yang Menghidupkan Asa di Semarang Utara

Tak jauh berbeda, di Kecamatan Semarang Utara, 246 mahasiswa disambut sebagai rekan kerja, bukan sekadar "anak magang". Wilayah pesisir ini memiliki tantangan khas perkotaan yang kompleks. Kehadiran Dr. Abdul Karim, SE, M.Si, Ak, CA (Wakil Rektor II USM) serta Dr. Zaenal Arifin, SH, M.Kn, menjadi bukti komitmen kampus mendorong pengabdian yang berkelanjutan.

Jika di Ngaliyan fokus pada digitalisasi ekonomi, mahasiswa di sini justru dihadapkan pada isu sosial yang dinamis. Program kerja tidak lagi kaku; mereka harus mendengar, bukan sekadar menggurui. Masyarakat butuh teman diskusi, bukan sekadar proposal proyek. Para mahasiswa didorong untuk menciptakan program yang tidak langsung mati begitu KKN usai. Keberlanjutan menjadi kata kunci. Bagaimana caranya agar bank sampah tetap berjalan? Bagaimana agar posyandu remaja tidak hanya ramai saat ada mahasiswa? Ini adalah ujian soft skill terbesar bagi generasi Z tersebut.

Perjalanan 855 mahasiswa ini adalah potret mikro Indonesia yang tengah berlari mengejar ketertinggalan. Di sudut gang sempit Genuk dan pesisir Semarang Utara, mereka akan belajar bahwa teori pembangunan tak semanis di atas kertas. Di wajah-wajah lelah namun ikhlas para pelaku UMKM, mereka akan menemukan arti perjuangan sesungguhnya.

[TAGS]: KKN USM, UMKM Semarang, Kecamatan Ngaliyan, Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa KKN [SOCIAL_TWEET]: 855 mahasiswa USM resmi diterjunkan ke 3 kecamatan di Kota Semarang. Mereka tidak hanya mengabdi, tapi menjadi motor digitalisasi UMKM lokal. Wajah baru pemberdayaan dimulai dari gang-gang sempit. 💪✨ #KKNUSM #UMKMNaikKelas #Semarang [SOCIAL_FB]: Dari ruang kuliah ke gang sempit di Ngaliyan, 855 mahasiswa USM memulai perjalanan empati. Mereka bukan sekadar menjalankan KKN, tapi menjadi garda terdepan mendorong UMKM lokal agar melek digital. Baca kisah lengkap kolaborasi yang menghangatkan hati ini! [SOCIAL_TG]: 📚 855 mahasiswa USM resmi disebar ke 3 kecamatan di Kota Semarang! KKN PPM kali ini fokus memberdayakan UMKM lokal dari sisi digital & manajemen. Semangat ngabdi, semangat berbagi ilmu! 🚀

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User