Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Makassar Mulai 1 Agustus, TPA Antang Hanya Terima Sampah Residu

Pagi itu, matahari Makassar belum terlalu tinggi ketika Rosmawati (42), warga Kelurahan Antang, membuka dua wadah berbeda di sudut dapurnya. Sejak dua ming

Jul 08, 2026 - 23:57
0 0

Pagi itu, matahari Makassar belum terlalu tinggi ketika Rosmawati (42), warga Kelurahan Antang, membuka dua wadah berbeda di sudut dapurnya. Sejak dua minggu terakhir, ibu tiga anak ini mulai membiasakan diri memisahkan sisa sayuran dan kulit buah ke dalam ember kecil berlabel hijau, sementara plastik bekas kemasan dan kardus masuk ke dalam karung terpisah. "Awalnya repot," katanya sambil tersenyum tipis, "tapi saya ingat betul bau menyengat dari TPA yang sering tercium sampai ke permukiman kami kalau angin kencang. Mungkin ini saatnya kami ikut memperbaiki."

Perubahan kecil di dapur Rosmawati adalah potret dari transformasi besar yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Makassar. Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang resmi berhenti menerima sampah campuran. Hanya residu—sampah yang benar-benar sudah tidak bisa diolah lagi—yang diperkenankan masuk ke area seluas puluhan hektare itu. Ini adalah tonggak krusial dalam perjalanan Makassar meninggalkan sistem open dumping yang sudah puluhan tahun menjadi wajah pengelolaan sampah kota.

Sanksi yang Menjadi Pemantik Perubahan

Di balik kebijakan tegas ini, ada tekanan serius dari pemerintah pusat. TPA Antang, yang selama ini beroperasi dengan sistem buka-tutup sampah begitu saja, telah menerima sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak menampik bahwa hukuman itulah yang mendorong percepatan transformasi menuju sanitary landfill—sebuah sistem pembuangan akhir yang jauh lebih terkontrol dan ramah lingkungan.

"TPA tidak lagi menerima sampah secara utuh, tetapi hanya residu atau sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi di tingkat rumah tangga maupun tempat pengolahan sampah masyarakat," ujar Munafri dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).

Konsekuensinya jelas: pencabutan sanksi hanya bisa terjadi jika pengelolaan sampah telah memenuhi standar yang ditetapkan. Dengan kata lain, tidak ada jalan mundur. Angka yang dinanti pun ambisius—penghentian total open dumping dan operasional penuh sanitary landfill pada Agustus 2026, persis di bulan yang sama saat aturan baru ini dimulai.

Memilah dari Rumah, Mengolah di Setiap Kecamatan

Kunci keberhasilan sistem baru ini sangat bergantung pada satu hal: kemauan warga memilah sampah dari sumbernya. Munafri menjelaskan, masyarakat cukup memisahkan dua kategori besar—organik dan nonorganik. Sampah sisa makanan, daun kering, dan sejenisnya bisa diolah sendiri menjadi kompos lewat metode sederhana seperti biopori atau teba modern. Sementara itu, plastik, kertas, dan logam dapat dikumpulkan, didaur ulang, atau bahkan dijual ke pengepul.

"Beberapa kelurahan sudah mulai. Rumah-rumah yang warganya sudah tertib memilah diberi penanda khusus," kata Munafri. Ia mengakui, mengubah kebiasaan masyarakat bukan perkara mudah. "Tapi sosialisasi akan terus berjalan. Ini bukan proyek instan."

Untuk menopang gerakan ini, Pemkot Makassar berencana memperbanyak Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di seluruh kecamatan. Setiap kecamatan wajib memiliki setidaknya satu TPS 3R. Kecamatan Biringkanaya yang luas bahkan disiapkan hingga tiga titik pengolahan. Di sinilah sampah-sampah yang sudah dipilah dari rumah tangga akan diolah lebih lanjut sebelum sisanya—yang benar-benar tak terpakai—dikirim ke TPA Antang.

"Ini tugas kita bersama-sama untuk memastikan bahwa TPA kita nantinya menjadi TPA yang benar-benar sanitary landfill, yang hanya membawa residu ke sana," pungkas Munafri.

Bagi Rosmawati dan ribuan ibu rumah tangga lainnya di Makassar, rutinitas baru ini mungkin masih terasa sebagai beban. Namun di balik setiap ember sampah organik yang ia sisihkan setiap pagi, ada harapan bahwa bau menyengat dari Antang tak lagi menjadi cerita yang diwariskan ke anak-anaknya. Sebuah revolusi sunyi yang dimulai dari dapur masing-masing, menunggu Agustus tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User