Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Brebes — Dharma Wanita Dilatih Olah Pangan Jadi Produk Ekonomi

Aroma bawang putih dan cabai yang ditumis perlahan memenuhi Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (7/7/2026). Puluhan wanita berseragam serasi menahan tawa saat

Jul 10, 2026 - 02:12
0 0

Aroma bawang putih dan cabai yang ditumis perlahan memenuhi Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa (7/7/2026). Puluhan wanita berseragam serasi menahan tawa saat tangan mereka sibuk membalur daging ikan tongkol dengan racikan bumbu aromatik. Mereka bukan tengah berlomba di dapur televisi, melainkan peserta pelatihan “Kreasi Olahan Pangan Zero Waste” yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Brebes. Hari itu, istri-istri Aparatur Sipil Negara (ASN) lintas Organisasi Perangkat Daerah ini belajar menyulap ikan tongkol, bahan pangan yang kerap dianggap sederhana, menjadi produk bernilai jual tinggi sekaligus menjawab tren kuliner ramah lingkungan.

Dari Konsep Tanpa Limbah Menuju Peluang Usaha

Ketua DWP Kabupaten Brebes, Irma Nurhayati, M.Pd., membuka sesi dengan penegasan bahwa keterampilan mengelola dapur kini tak lagi sekadar soal rasa. “Konsep zero waste bukan sekadar mengurangi sampah, tetapi bagaimana kita mampu menyulap sisa atau limbah bahan baku yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk olahan baru yang bercita rasa tinggi sekaligus bernilai jual. Ini sejalan dengan tren pasar yang semakin mengapresiasi produk berkelanjutan,” ujar Irma di hadapan peserta. Komitmen itu terasa bukan sekadar jargon: sepanjang pelatihan setiap bagian ikan—dari daging hingga duri—diarahkan menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. “Anggota kami banyak yang ingin membantu ekonomi keluarga, tapi bingung memulai dari mana. Hari ini kami tunjukkan bahwa dapur sendiri bisa jadi pintu gerbang,” imbuhnya.

Tongkol Biasa, Produk Luar Biasa

  1. 10.00 WIB – Pembukaan dan Motivasi Ekonomi
    Irma menekankan pentingnya keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan di rumah. Targetnya: setiap peserta membawa pulang resep sekaligus pola pikir baru bahwa sampah dapur bisa menjadi rupiah.
  2. 10.30 WIB – Peragaan oleh Chef Miskul Chitam
    Chef asal Tegal itu mendemonstrasikan pembuatan dua produk unggulan: sambal tabur ikan tongkol dan chili oil ikan tongkol. Dengan tempo cepat, ia menunjukkan cara memisahkan daging, memarinasi dengan campuran bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun jeruk, lalu mengeringkan hingga tekstur pas. Peserta terpana saat Chef Miskul tak membuang duri ikan melainkan menggorengnya untuk dijadikan keripik kecil sebagai topping.
  3. 11.15 WIB – Praktik Mandiri Peserta
    Di atas meja panjang, tiap peserta menerima bahan dan mulai bereksperimen. Seorang peserta, Diah Setyawati dari Dinas Pendidikan, mengaku semula ragu. “Saya kira mengolah ikan awet begini sulit. Ternyata cukup dengan bumbu yang ada di rumah dan minyak yang dipakai bisa dipilih sendiri biar lebih sehat,” katanya sambil mengaduk sambal yang sudah diwajan. Antusiasme serupa terpancar dari Ratih Komalasari, kader dari Dinas Lingkungan Hidup. “Di rumah saya sering bingung sisa ikan tidak habis. Sekarang malah bisa jadi sambal stok atau dijual, repack sendiri, jadi lebih menguntungkan,” tuturnya.
  4. 12.30 WIB – Pengemasan dan Branding Produk
    Hasil olahan peserta kemudian dikemas dalam wadah thinwall bening lengkap tutup dan stiker. Mereka didorong menciptakan merek dagang sendiri sebagai latihan utama—beberapa nama lucu seperti “Sambal Ngebul Mbak Nur” dan “Chili Oil Tongkol Biyung” muncul. “Beri nama yang mudah diingat, ini langkah pertama memasuki pasar,” ujar Chef Miskul.
  5. 13.00 WIB – Sesi Inspiratif: Live Cooking
    Rangkaian kegiatan ditutup dengan demonstrasi pembuatan menu ayam saus telur asin. Chef Miskul memperagakan teknik restoran yang dimodifikasi agar bisa ditiru di dapur rumahan. Peserta pun pulang bukan hanya dengan produk jadi, tapi juga ide bisnis kuliner yang bisa dikembangkan dari rumah.

Selepas pelatihan, Irma menyampaikan harapan besarnya: “Kami ingin anggota DWP tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen yang peka terhadap lingkungan. Kalau nanti ada yang berhasil merintis usaha dari sini, itulah kado terbaik untuk keluarga dan masyarakat.” Bagi para peserta, hari itu bukan sekadar belajar memasak—mereka membuktikan bahwa dari dapur mungil, langkah pertama menuju kemandirian ekonomi bisa dimulai, tanpa meninggalkan jejak limbah.

[FAQ] [TAGS]: Dharma Wanita Brebes, zero waste, olahan ikan tongkol, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelatihan pangan [SOCIAL_TWEET]: Dari Pendopo Brebes, istri-istri ASN belajar menyulap ikan tongkol jadi sambal tabur & chili oil siap jual. Zero waste, untung ganda. 🌶️🐟 #DharmaWanitaBrebes #ZeroWasteCooking #UMKMPangan [SOCIAL_FB]: Dapur mungil bisa jadi awal kemandirian ekonomi—itulah yang terjadi ketika puluhan anggota Dharma Wanita Brebes mengubah ikan tongkol biasa menjadi produk bernilai jual tinggi. Begini kisah mereka yang tak hanya masak, tapi juga belajar branding dan menjaga bumi. [SOCIAL_TG]: 🐟🌿 Dapur pintar, rezeki mekar! Anggota Dharma Wanita Brebes dilatih olah ikan tongkol tanpa limbah—hasilnya jadi sambal dan chili oil bernilai jual. Praktik langsung dari chef, sampai bikin merek dagang sendiri. Baca cerita lengkapnya 🍴

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User