Aug 25, 2026
Politik

Herman Deru: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Selatan

Herman Deru: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Selatan

Herman Deru: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Selatan

Pukul enam pagi di Desa Tanjung Pering, Ogan Ilir, seorang pria berkemeja putih lengan digulung sudah duduk bersila di teras rumah panggung. Ia menyeruput kopi hitam dari gelas kaleng, berbincang dengan petani karet tentang harga getah yang anjlok. Tidak ada protokoler, tidak ada pengawalan ketat. Pria itu adalah Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan, yang justru merasa kantornya yang sesungguhnya adalah dapur dan ladang warganya.

“Saya ini lebih senang dengar langsung keluhan orang susah,” ujarnya suatu kali, dengan logam Medan yang masih tersisa meski ia telah puluhan tahun menetap di Sumsel.

Profil Singkat

Herman Deru lahir di Tanjung Raja, Ogan Ilir, pada 16 Juli 1965. Ia adalah anak dari pasangan H. Ahmad Deru dan Hj. Masayu Halimah. Darah campuran Palembang dan perantauan mengalir dalam dirinya—ayahnya berasal dari Pagaralam, sementara masa kecilnya dihabiskan di lingkungan sederhana yang membentuk karakternya sebagai pemimpin.

Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Sumatera Selatan, kemudian melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Palembang. Dunia akademik bukanlah satu-satunya ruang yang membentuknya. Sejak muda, Herman Deru sudah akrab dengan dinamika wirausaha kecil dan pergerakan pemuda. Ia pernah menjadi Ketua KNPI Sumatera Selatan, pengalaman yang mengasah insting politik sekaligus empatinya terhadap aspirasi anak muda.

Sosok ini dikenal sederhana, bahkan cenderung merakyat. Dalam banyak kesempatan, ia lebih memilih bercelana kain dan peci hitam ketimbang setelan jas formal. Kebiasaannya menyantap pindang patin di warung pinggir jalan sudah menjadi pemandangan lumrah bagi warga Palembang.

Karier dan Riwayat Jabatan

Jejak politik Herman Deru tidak bisa dilepaskan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Di sanalah ia dua kali terpilih sebagai bupati, menjabat sejak 2005 hingga 2015. Sepuluh tahun memimpin OKU Timur memberinya reputasi sebagai kepala daerah yang berhasil membangun infrastruktur pedesaan dan merevitalisasi sektor pertanian. Program cetak sawah baru dan pembangunan jaringan irigasi menjadi warisannya yang masih dirasakan hingga kini.

Pada 2015, ia maju sebagai calon Wakil Gubernur Sumsel mendampingi Alex Noerdin, namun pasangan itu belum berjodoh dengan kemenangan. Pantang menyerah, Herman Deru kembali bertarung pada 2018 dan kali ini sebagai calon gubernur. Ia berpasangan dengan Mawardi Yahya, tokoh militer yang kemudian menjadi wakilnya. Kemenangan diraih dengan perolehan suara lebih dari 35 persen.

Periode pertamanya (2018–2023) diwarnai oleh tantangan pandemi COVID-19 yang memorak-porandakan ekonomi. Di tengah krisis itulah gaya kepemimpinannya yang tenang dan turun tangan semakin terlihat. Pada 2024, ia kembali terpilih untuk periode kedua, menjadikannya salah satu gubernur petahana yang dipercaya publik melanjutkan estafet pembangunan. Pelantikan periode 2025–2030 dilaksanakan langsung oleh Presiden di Istana Negara pada Februari 2025.

Kinerja dan Program Unggulan

Bila ada satu program yang menjadi “anak kandung” Herman Deru, maka jawabannya adalah program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan. Di bawah arahan langsungnya, Sumsel berhasil mempertahankan status sebagai provinsi surplus beras nasional. Ia mendorong mekanisasi pertanian, memberikan bantuan alat panen modern, serta membuka akses pupuk murah melalui koperasi-koperasi desa. Data BPS mencatat, produktivitas padi Sumsel meningkat menjadi 5,8 ton per hektare pada 2025.

Pendekatan perikanan juga tak kalah menarik perhatian. Di sela kunjungan kerja, ia kerap membawa bibit ikan untuk ditebar di kolam desa. Program Satu Desa Satu Kolam terbukti menekan angka stunting karena konsumsi protein masyarakat meningkat. “Ikan murah, anak sehat. Itu rumus sederhana yang kadang kita lupakan,” begitu komentarnya ringan namun tepat sasaran.

Di sektor tata kelola pemerintahan, Herman Deru menggencarkan digitalisasi birokrasi melalui aplikasi Sriwijaya Online. Layanan perizinan yang sebelumnya berbelit kini bisa diakses dua puluh empat jam. Transparansi ini mendongkrak investasi—nilai investasi Sumsel pada 2025 menembus Rp42 triliun, tertinggi sepanjang sejarah provinsi tersebut.

“Saya tidak mau ada lagi warga yang antre dari subuh cuma untuk urus KTP. Zaman sudah berubah, pelayanan harus ikut berubah.”

Infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Jalan tol Palembang–Indralaya–Prabumulih yang sempat mangkrak kini beroperasi penuh. Jembatan Musi VI yang menghubungkan kawasan Seberang Ulu dengan pusat kota selesai dibangun pada awal 2026, mengurai kemacetan yang sudah puluhan tahun menjadi mimpi buruk warga.

Program unggulan lainnya adalah Rumah Layak Huni Bersubsidi Penuh untuk warga miskin ekstrem, serta beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga prasejahtera yang ingin kuliah di kedokteran dan teknik. Kedua program ini lahir dari pengalamannya sendiri yang pernah merasakan sulitnya mengakses pendidikan tinggi.

Tantangan dan Harapan

Jalan Herman Deru tidak selalu

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User