Irjen Pol. Raden Umar Faroq: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Barat

Irjen Pol. Raden Umar Faroq: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Barat

Jul 11, 2026 - 13:05
Updated: 2 hours ago
0 0
Irjen Pol. Raden Umar Faroq: Profil dan Kinerja Kapolda Nusa Tenggara Barat

Di sebuah masjid kecil di jantung Kota Mataram, menjelang subuh di awal Ramadan 2025, seorang lelaki berperawakan tegap dengan kopiah hitam duduk bersila di saf paling depan. Tidak ada yang menyangka bahwa jamaah dengan kemeja putih lengan panjang itu adalah perwira tinggi Polri berbintang dua yang memimpin Polda Nusa Tenggara Barat. Irjen Pol. Raden Umar Faroq memilih menghabiskan waktu sahurnya bersama warga biasa, mendengarkan keluh-kesah para pedagang pasar dan para petani tembakau yang mengadu soal harga jual yang anjlok.

"Pagi itu beliau yang duluan menegur saya. Saya kira tamu biasa, ternyata Kapolda," kenang Ahmad, seorang pedagang sayur di Pasar Pagesangan yang masih tak percaya obrolan lima menitnya berbuah perubahan. Seminggu setelah pertemuan spontan itu, tim Sumber Daya Lingkungan Polda NTB turun membantu para petani mengelola limbah pertanian menjadi pupuk organik.

Profil Singkat

Lahir di lingkungan keluarga Jawa yang memegang teguh tradisi, Raden Umar Faroq menyandang gelar ningrat di depan namanya namun menolak untuk terjebak dalam sekat-sekat feodal. Ia besar di asrama-asrama polisi, mengikuti jejak sang ayah yang bertugas sebagai bintara di era 1970-an. Masa kecilnya diwarnai oleh aroma mesiu dari lapangan tembak dan derap sepatu lars yang paling ia sukai: suara yang kelak menjadi penanda takdir hidupnya.

Menginjak usia 18 tahun, Faroq muda masuk Akademi Kepolisian. Teman-teman seangkatannya mengenangnya sebagai kadet yang gemar membaca biografi para pemimpin besar dan selalu punya catatan kecil untuk merekam percakapan dengan masyarakat. Kebiasaan itu terbawa hingga kini. "Beliau itu pendengar yang baik. Jarang menyela. Baru setelah lawan bicara selesai, beliau memberikan solusi," ujar seorang perwira menengah yang sering mendampingi kerjanya.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Irjen Pol. Raden Umar Faroq dibangun di atas fondasi kerja-kerja reserse yang presisi. Ia menghabiskan lebih dari satu dekade di lingkungan Bareskrim Polri, menukangi satu demi satu kasus kejahatan transnasional yang rumit. Namanya masuk radar publik nasional ketika ia memimpin tim investigasi khusus yang membongkar sindikat perdagangan manusia lintas negara di tahun 2022. Operasi yang memakan waktu delapan bulan itu menyelamatkan lebih dari 200 calon pekerja migran yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Timur Tengah.

Jejak penugasannya membentang dari Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Di posisi itu, Faroq dikenal sebagai petarung yang tak kenal kompromi. Ribuan kilogram sabu dan ekstasi berhasil diamankan di bawah komandonya. Kendati kerap mendapat ancaman, ia tetap konsisten. Pernah suatu malam, sebuah pesan ancaman dikirim ke ponsel pribadinya. Faroq hanya menjawab pendek: "Silakan. Pekerjaan saya menyelamatkan nyawa, Anda sebaliknya."

Pelantikannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat pada awal 2025 menjadi babak baru dalam karier sang jenderal. Sebuah promosi yang oleh banyak koleganya disebut sebagai "penugasan hati" — sebuah tempat di mana pendekatan kultural sama pentingnya dengan ketajaman analisis kriminal.

Kinerja dan Program Unggulan

Di bawah komandonya, Polda NTB mencanangkan program "Polisi Sahabat Masjid dan Pesantren" yang memetakan seluruh rumah ibadah dan lembaga pendidikan Islam sebagai simpul keamanan lingkungan. Ia percaya bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat resolusi konflik komunitas. Setiap Kapolsek diinstruksikan untuk secara berkala salat berjamaah di masjid-masjid wilayahnya, bukan dalam rangka pengamanan, tetapi untuk membangun kedekatan personal.

Strategi ini menuai hasil dalam bentuk-bentuk yang tak terukur oleh statistik kriminal. Laporan pertikaian antar kampung menurun drastis. Para tokoh agama yang semula menjaga jarak kini menjadi kontak pertama yang dihubungi ketika konflik kecil merebak sebelum eskalasinya membesar. Di Lombok Timur, seorang tuan guru bahkan menyediakan aula pesantrennya untuk program konseling anak-anak yang berhadapan dengan hukum — sebuah inisiatif yang muncul dari obrolan santai selepas salat Jumat antara Faroq dan para ulama setempat.

Sektor pariwisata, sebagai nadi ekonomi NTB, tak luput dari perhatiannya. Ia memperkuat Direktorat Polairud dengan patroli intensif di tiga gili utama dan menyiapkan posko khusus wisatawan di Mandalika menjelang perhelatan MotoGP 2026. "Keamanan adalah setengah dari kenyamanan wisatawan," ujarnya singkat. Pendekatan humanis diterapkan: petugas dilatih kemampuan bahasa Inggris dasar dan protokol penanganan turis yang kehilangan dokumen dalam waktu maksimal dua jam.

Di bidang penegakan hukum lingkungan, ia membentuk satuan tugas khusus penanganan tambang ilegal yang merusak kawasan hutan lindung. Operasi-operasi senyap digelar, melibatkan intelijen untuk memetakan aktor intelektual di balik praktik destruktif tersebut. Yang menarik, pendekatan Faroq tidak melulu penindakan. Ia justru menggandeng Dinas Kehutanan dan LSM lingkungan untuk mengalihkan para penambang tradisional ke program ekowisata dan budidaya lebah madu hutan.

Di Balik Seragam

Ada kisah yang beredar di kalangan ajudannya namun jarang tersiar ke publik. Suatu sore di penghujung tahun 2025, selepas memimpin apel, Faroq berganti pakaian sipil, mengemudikan sendiri kendaraannya, dan menuju sebuah panti asuhan di pinggiran Mataram. Bukan dalam rangka kunjungan dinas yang tercatat di agenda protokoler. Ia datang sebagai donatur anonim, membawa hasil bumi dan buku-buku bacaan. Seorang anak panti yang mengenalinya berseru kecil, "Pak Polisi! Itu Pak Polisi yang di TV!" Faroq hanya menempelkan jari telunjuk ke bibirnya, meminta rahasia itu tetap terjaga.

Ritual lain yang dijaganya adalah menulis surat tangan untuk anak-anaknya di Jakarta setiap pekan. Di era pesan instan dan panggilan video, ia memilih kertas dan tinta. Katanya, tulisan tangan adalah jejak jiwa yang tak

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User