Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi

<h2>Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi</h2> <p>Ipuk Fiestiandani Azwar Anas adalah Bupati Banyuwangi periode 2021–2024 yang dilantik pada 26 Februari 2021. Kader PDI Perjuangan in

Jul 11, 2026 - 07:42
0 0
Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi

Ipuk Fiestiandani: Profil dan Kinerja Bupati Banyuwangi

Ipuk Fiestiandani Azwar Anas adalah Bupati Banyuwangi periode 2021–2024 yang dilantik pada 26 Februari 2021. Kader PDI Perjuangan ini menjadi bupati perempuan pertama di ujung timur Pulau Jawa, menggantikan suaminya, Abdullah Azwar Anas, yang menjabat dua periode sebelumnya. Dengan latar belakang panjang di legislatif dan organisasi kemasyarakatan, Ipuk mengusung narasi keberlanjutan program pembangunan berbasis teknologi dan pariwisata berkelanjutan.

Profil Singkat

Lahir di Banyuwangi pada 10 Juni 1974, Ipuk Fiestiandani menempuh pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Terbuka dan melanjutkan pendidikan Magister Administrasi Publik di Universitas Indonesia. Sebelum terjun ke politik praktis, Ipuk aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, termasuk sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi selama dua periode kepemimpinan suaminya. Peran ini memberinya pengalaman langsung dalam mengelola program pemberdayaan perempuan, kesehatan keluarga, dan pengentasan stunting di tingkat akar rumput.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier politik Ipuk dimulai dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi pada Pemilu 2004 dan terus menjabat selama empat periode berturut-turut. Puncak karir legislatifnya terjadi pada 2009–2020, saat ia dipercaya menjabat Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi. Selama 11 tahun memimpin parlemen daerah, Ipuk mendorong pengesahan sejumlah peraturan daerah strategis, antara lain Perda tentang Desa Wisata (2013) dan Perda tentang Sistem Kesehatan Daerah (2016). Ia juga memprakarsai program "DPRD Digital", yang mengintegrasikan sistem informasi legislasi berbasis daring untuk mempercepat proses pembahasan peraturan daerah.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak menjabat, Ipuk meluncurkan program Banyuwangi Rebound untuk memulihkan sektor pariwisata yang anjlok akibat pandemi COVID-19. Program ini menggelar lebih dari 55 festival dalam satu tahun (2022) dan menggencarkan promosi wisata olahraga (sport tourism) seperti Tour de Ijen dan Banyuwangi Jazz Festival. Hasilnya, jumlah kunjungan wisatawan domestik melonjak dari 1,2 juta (2021) menjadi 3,5 juta (2023), memicu pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,2 persen.

Di sektor digitalisasi, Ipuk melanjutkan program Smart Kampung dan memperluas cakupannya. Pada 2024, seluruh 189 desa di Banyuwangi telah memiliki jaringan internet fiber optik, aplikasi layanan kependudukan digital, dan pusat kendali operasi desa. Pemerintah kabupaten juga merilis Sistem Informasi Manajemen Satu Data yang mengintegrasikan data kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan antar-organisasi perangkat daerah, memungkinkan intervensi kebijakan lebih tepat sasaran. Angka kemiskinan Banyuwangi turun dari 7,5 persen (2020) menjadi 6,1 persen (2024).

Untuk sektor pertanian, Ipuk menginisiasi program Petani Milenial Jagoan Digital yang melatih 1.200 petani muda per tahun dalam penggunaan drone pertanian, sensor tanah cerdas, dan pemasaran hasil panen melalui marketplace digital. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas padi dari 5,8 ton per hektar menjadi 6,4 ton per hektar di empat sentra produksi utama.

Tantangan dan Harapan

Meski Banyuwangi mencatatkan banyak capaian, pemerintahan Ipuk masih menghadapi pekerjaan rumah besar. Ketimpangan ekonomi antara wilayah perkotaan dan desa terpencil masih nyata, terutama di kecamatan-kecamatan lingkar Ijen yang belum tersentuh infrastruktur dasar memadai. Ketergantungan fiskal pada dana transfer pusat juga masih tinggi, mencapai 72 persen dari total APBD 2024. Di sisi lain, sektor pariwisata yang menjadi andalan utama masih rentan terhadap guncangan eksternal seperti erupsi Gunung Raung dan fluktuasi ekonomi global. Masyarakat berharap Ipuk mampu mewujudkan diversifikasi ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus menjaga keberlanjutan program-program yang telah dirintis. Pemilihan kepala daerah serentak 2024 akan menjadi ujian sekaligus penentu arah pembangunan Banyuwangi selanjutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User