Gusnar Ismail: Profil dan Kinerja Gubernur Gorontalo

Gusnar Ismail: Profil dan Kinerja Gubernur Gorontalo

Jul 11, 2026 - 09:56
Updated: 6 hours ago
0 1
Gusnar Ismail: Profil dan Kinerja Gubernur Gorontalo

Mentari siang menyengat pelataran Menara Keagungan Limboto. Dari ketinggian, Gusnar Ismail memandang hamparan Danau Limboto yang menyusut dimakan waktu. Lelaki berpeci hitam itu menarik napas panjang, lalu berbisik pada ajudannya, "Danau ini adalah nadi Gorontalo. Kalau nadi ini kering, kita semua yang mati rasa." Kalimat itu bukan sekadar metafora puitis dari seorang gubernur; ia adalah pengakuan personal tentang beban yang dipikulnya sejak resmi memimpin Provinsi Gorontalo periode kedua pada awal 2025.

Gusnar bukan pendatang baru di panggung politik Gorontalo. Ia adalah wajah yang sudah sangat akrab, bahkan seperti bagian dari perabot rumah tangga provinsi ke-32 ini. Lahir di Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, pada 21 Desember 1959, masa kecilnya dihabiskan di lingkungan agraris yang membentuk karakternya: lugas, pekerja keras, dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tanah dan air. Pendidikan tinggi ia tempuh di Universitas Sam Ratulangi Manado, kemudian dilanjutkan ke jenjang magister di Universitas Brawijaya Malang. Ia bukan tipe akademisi yang gemar berteori di balik podium; ia adalah praktisi birokrasi yang naik dari bawah, memahami seluk-beluk pemerintahan dari tingkat desa hingga provinsi.

Dari Bupati Dua Periode ke Singgasana Gubernur

Jejak kepemimpinan Gusnar Ismail terukir jelas dan panjang. Sebelum menjadi gubernur, ia adalah Bupati Bone Bolango selama dua periode, dari 2005 hingga 2015. Di kabupaten yang relatif muda itu, ia meletakkan fondasi pembangunan yang membuat namanya diperhitungkan. Ia membangun infrastruktur jalan yang membuka isolasi desa-desa di perbukitan, dan memulai tradisi tata kelola pemerintahan yang bersih. Reputasinya sebagai "bupati yang turun ke lapangan" membawanya melenggang ke kursi Wakil Gubernur Gorontalo pada 2017, mendampingi Rusli Habibie. Kolaborasi mereka membawa stabilitas politik dan pembangunan berkelanjutan selama lima tahun.

Puncak dari perjalanan panjang itu tiba pada Pemilihan Gubernur 2024. Berpasangan dengan Idah Syahidah Rusli Habibie, putri dari pendahulunya, Gusnar memenangkan kontestasi dengan perolehan suara dominan. Kemenangan ini bukan hanya soal kalkulasi politik; ia adalah simbol dari konsolidasi kekuatan dua trah politik besar di Gorontalo yang memilih bersatu demi percepatan pembangunan. Dilantik pada Februari 2025, pasangan Gusnar-Idah mengusung visi "Gorontalo Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Kerakyatan." Sebuah visi ambisius yang ia terjemahkan ke dalam aksi nyata di seribu hari pertama kepemimpinannya.

Kinerja dan Program Unggulan: Membangun dari Pinggiran

Jika ada satu benang merah dari kinerja Gusnar di 2025-2026, itu adalah obsesinya pada konektivitas dan swasembada pangan. Ia mewarisi problem klasik Gorontalo: kemiskinan struktural di pedesaan dan ketergantungan pada jagung yang harganya fluktuatif. Gusnar tidak mendekatinya dengan jargon ekonomi makro yang rumit. Ia memulainya dengan memastikan traktor tangan tersedia tepat waktu di kelompok tani, dan jalan usaha tani tidak lagi berupa lumpur saat musim hujan.

Program unggulannya yang paling membumi adalah R-GAS (Revolusi Gorontalo Agricultural System). Bukan sekadar program peningkatan produksi, R-GAS adalah ekosistem terintegrasi yang menghubungkan petani, koperasi, industri pengolahan, dan akses pasar ekspor. Di bawah komandonya, ekspor jagung pipil dan kelapa dalam bentuk olahan setengah jadi ke Filipina dan Korea Selatan meningkat signifikan sepanjang 2025. Ia kerap berkata,

"Kita tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah. Anak cucu kita harus mengekspor kecerdasan dan nilai tambah, bukan sekadar tanah dan keringat."

Di sektor infrastruktur, pembangunan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) tahap akhir menjadi warisan penting. Jalan lingkar luar ini tidak hanya mengurai kemacetan di pusat kota, tetapi juga menjadi simbol inklusivitas pembangunan. Kecamatan-kecamatan yang dulu terisolasi, seperti Biluhu di pesisir selatan, kini mulai merasakan denyut ekonomi baru. Mobil travel daring kini berani mengambil penumpang hingga ke desa-desa terjauh karena akses jalan sudah mulus. Di sektor kesehatan, program "Dokter Terbang" menggunakan drone untuk distribusi obat-obatan ke pulau-pulau terluar dan daerah pegunungan menjadi solusi inovatif yang dilirik oleh pemerintah pusat sebagai proyek percontohan nasional.

Tantangan Zaman dan Harapan yang Belum Usai

Namun, memimpin Gorontalo tidak seperti membalikkan telapak tangan. Masalah stunting yang masih berada di angka dua digit, defisit anggaran yang kronis, dan ancaman krisis iklim yang membuat Danau Limboto semakin mendangkal adalah batu ujian terberat bagi Gusnar. Kritik dari kalangan LSM lingkungan muncul ketika proyek reklamasi dan revitalisasi danau dianggap lebih menguntungkan investor properti ketimbang menyelamatkan ekosistem. Gusnar menanggapi dengan lantang di beberapa forum, menegaskan bahwa tidak ada izin reklamasi tanpa studi lingkungan yang ketat. Ia

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User