Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Wabup Sergai Ajak Warga Kenali Pasar Modal Syariah yang Aman

Di sudut Aula Dinas Pendidikan Serdang Bedagai, Siti Aminah (34), seorang guru sekolah dasar di Sei Rampah, mengernyitkan dahi. Di hadapannya, layar proyek

Jul 09, 2026 - 06:42
0 0

Di sudut Aula Dinas Pendidikan Serdang Bedagai, Siti Aminah (34), seorang guru sekolah dasar di Sei Rampah, mengernyitkan dahi. Di hadapannya, layar proyektor menampilkan grafik naik-turun dan istilah-istilah asing: Sharia Online Trading System, gharar, maisir. Sebagai pendidik yang sehari-hari bergelut dengan angka sederhana, dunia investasi selama ini terasa jauh—mungkin hanya untuk mereka yang berjas dan berkantor di kota besar. Namun, selebaran di tangannya menyebutkan bahwa pasar modal syariah terbuka juga untuknya. “Selama ini saya pikir investasi itu pasti riba atau judi,” ujarnya lirih, mengulang kekhawatiran yang kerap terdengar di tengah masyarakat. “Ternyata ada yang halal, transparan, dan bisa dimulai dengan uang kecil.”

Siti adalah satu dari sekitar 150 peserta Roadshow Pasar Modal Syariah Kabupaten Sergai 2026 yang digelar pada Rabu (8/7). Di podium, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sergai, menyampaikan visinya: menjadikan daerah agraris ini sebagai pelopor literasi keuangan syariah di Sumatera Utara. “Kami ingin membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin inklusif, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya. Acara bertema “Pemasukan Jalan, Investasi Aman: Saatnya Mengenal Pasar Modal Syariah” itu menghadirkan pula perwakilan BEI Sumut dan Korea Investment & Sekuritas Indonesia. Bukan seminar sepintas lalu; peserta diajak langsung berkenalan dengan SOTS, sistem perdagangan elektronik yang memastikan setiap transaksi bebas riba, ketidakjelasan (gharar), dan spekulasi berlebihan (maisir).

Bagi banyak peserta, seperti Siti, momen ini seperti membuka jendela baru. “Saya pulang nanti akan bilang ke suami, kita bisa mulai nabung saham syariah, tidak perlu takut dosa,” katanya sambil tersenyum. Senyum serupa merekah di wajah Mardani, staf kelurahan yang selama ini hanya menyimpan uangnya di celengan bambu. Kini ia paham bahwa tersedia instrumen halal yang bisa membuat tabungannya ‘bekerja’. Jembatan antara mimpi dan praktik itulah yang coba dibangun Adlin Tambunan. “Pasar modal syariah bukan eksklusif bagi kalangan tertentu, namun terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemula hingga profesional,” ujarnya. “Karena itu, kegiatan ini menjadi sangat strategis untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai investasi syariah.”

Dari Agraris ke Pelopor Keuangan Syariah: Sebuah Keberanian

Kabupaten Serdang Bedagai selama ini lebih akrab dengan isu panen padi, harga gabah, dan infrastruktur irigasi ketimbang berbicara tentang indeks saham syariah. Namun, pernyataan Adlin Tambunan bahwa Sergai ingin “menjadi pelopor literasi dan inklusi pasar modal syariah di Sumatera Utara” bukanlah isapan jempol. Jumlah investor pasar modal syariah di Indonesia terus bertumbuh signifikan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan kenaikan dari 108.000 investor pada 2021 menjadi lebih dari 525.000 pada 2025—sebuah lompatan yang menunjukkan dahaga masyarakat akan instrumen keuangan yang etis. “Pertumbuhan ini luar biasa,” ujar pengamat ekonomi syariah dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Fatimah Siregar (nama rekaan). “Tetapi pertumbuhan tanpa pemahaman bisa berbahaya. Edukasi langsung ke daerah seperti yang dilakukan Sergai adalah fondasi yang tepat.”

Kekhawatiran akan investasi bodong menjadi pendorong utama. Dengan maraknya penipuan berkedok investasi yang menjanjikan keuntungan tidak wajar, pasar modal syariah yang diawasi ketat oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional menawarkan tempat yang aman. Transparansi SOTS menjadi senjata ampuh: setiap investor dapat memantau sendiri saham-saham yang telah lolos screening syariah, tanpa perantara gelap.

Membandingkan Dua Jalur Investasi

Untuk memahami keunikan tawaran yang dibawa roadshow ini, ada baiknya melihat perbandingan antara investasi konvensional dan syariah bagi masyarakat awam:

AspekInvestasi KonvensionalPasar Modal Syariah
Prinsip dasarKeuntungan optimal, tidak terikat agamaKepatuhan pada syariat: larangan riba, gharar, maisir
InstrumenSaham umum, obligasi, derivatifSaham syariah (Daftar Efek Syariah), sukuk, reksa dana syariah
PengawasanOJK, BEIOJK, BEI, plus Dewan Pengawas Syariah
Transparansi sistemTrading elektronik, umumSOTS menjamin proses real-time tanpa manipulasi non-syariah
Target investorUmumTerbuka untuk seluruh lapisan, khususnya masyarakat Muslim yang ingin investasi halal

Tabel di atas menegaskan bahwa pasar modal syariah bukanlah sekadar label, melainkan ekosistem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan finansial secara bersamaan. Dan hari itu di Sei Rampah, kebutuhan itu mulai menemukan wujudnya. Seperti kata Adlin Tambunan, “Kami ingin masyarakat tidak hanya terhindar dari investasi ilegal, tetapi juga mampu membangun kesejahteraan jangka panjang.” Langkah kecil di aula dinas pendidikan itu bisa jadi awal bagi banyak Siti dan Mardani untuk menjemput masa depan yang lebih sejahtera—dengan cara yang diyakini halal dan berkah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User