Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

SIDENRENG RAPPANG — Warga Binaan Rutan Sidrap Buktikan Pendidikan Mampu Buka Jalan Masa Depan

Di balik tembok abu-abu Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sidenreng Rappang, harapan tak pernah benar-benar padam. Senyum haru dan tatapan penuh syukur mewarn

Jul 08, 2026 - 23:49
0 0

Di balik tembok abu-abu Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sidenreng Rappang, harapan tak pernah benar-benar padam. Senyum haru dan tatapan penuh syukur mewarnai wajah para warga binaan saat menerima Ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, sebuah dokumen yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka melawan keterbatasan.

Momen penuh makna itu menjadi bukti nyata bahwa masa lalu kelam tak serta-merta menggenggam erat masa depan seseorang. Di tempat yang kerap dipandang sebelah mata, semangat belajar justru menyala terang, mengalahkan stigma dan prasangka.

Lebih dari Sekadar Ijazah

Program pendidikan kesetaraan ini merupakan hasil kolaborasi hangat antara Rutan Sidrap dan PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad. Bagi para warga binaan, ijazah ini bukan sekadar selembar kertas—ia adalah tiket untuk memulai kembali, simbol bahwa mereka masih diakui, masih berharga, dan masih memiliki kesempatan.

Karutan Sidrap, Perimansyah, dengan suara tenang namun tegas menyampaikan bahwa pembinaan sejati harus menyentuh sisi paling mendasar dari seorang manusia: martabatnya.

"Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memiliki bekal yang memadai untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya," ujar Perimansyah.

Di ruangan yang sama, turut diserahkan Piagam Penghargaan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan kepada PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad. Apresiasi ini mengalir atas dedikasi tanpa pamrih yang telah dicurahkan, mendampingi para warga binaan dengan sabar dan penuh kepercayaan.

"Mereka bukan sekadar murid. Mereka adalah manusia yang sedang berjuang menemukan kembali dirinya. Melihat mereka lulus, itu seperti melihat bunga yang mekar di tengah tanah tandus," ujar salah satu pengajar PKBM, matanya berkaca-kaca, enggan disebutkan namanya.

Menyemai Benih Kepercayaan Diri

Bagi para warga binaan, proses belajar mengajar ini telah menjadi ruang aman—tempat mereka bisa bermimpi lagi tanpa takut dihakimi. Setiap huruf yang dieja, setiap angka yang dihitung, adalah bentuk perlawanan terhadap narasi bahwa hidup mereka telah usai. Pendidikan menjadi jembatan yang menghubungkan keterpurukan dengan pengharapan.

Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: mewujudkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berdampak positif.

"Sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan dalam membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif," tutup Perimansyah penuh keyakinan.

Kisah dari Sidrap ini mengingatkan kita semua bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Bahwa di balik jeruji, masih ada semangat yang menyala, menolak menyerah pada keadaan, dan membuktikan bahwa masa depan selalu bisa ditulis ulang.

  • Program: Pendidikan Kesetaraan Paket C bagi WBP Rutan Sidrap
  • Mitra: PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad
  • Tujuan: Membekali warga binaan dengan ijazah setara SMA untuk reintegrasi sosial

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User