Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Semarang — Personel dan Keluarga Polda Jateng Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 dengan Olahraga Bersama

Minggu pagi itu, langit Semarang masih menyisakan semburat jingga ketika satu per satu kendaraan mulai memasuki gerbang Mapolda Jawa Tengah. Bukan deru sir

Jul 08, 2026 - 05:25
0 1

Minggu pagi itu, langit Semarang masih menyisakan semburat jingga ketika satu per satu kendaraan mulai memasuki gerbang Mapolda Jawa Tengah. Bukan deru sirene atau bunyi sepatu dinas yang menyambut, melainkan tawa renyah anak-anak dan sapaan hangat para istri yang turun dari mobil sambil menggandeng tangan si kecil. Di Lapangan Apel Mapolda, ribuan personel dari berbagai satuan kerja sudah berkumpul—bukan untuk apel pagi biasa, melainkan untuk merayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan cara yang lebih cair: olahraga bersama.

Begitu pukul 06.00 WIB, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo mengibaskan bendera start. Sorak sorai langsung memecah keheningan. Ratusan peserta—berseragam olahraga kasual, bukan seragam dinas resmi—melangkah bersama menyusuri Jalan Pahlawan. Tak ada jarak antara perwira tinggi dan bintara muda. Tak ada sekat antara polisi dan keluarganya. Semua berbaur dalam langkah yang seirama.

Bukan Sekadar Olahraga

Briptu Aditya (29), seorang personel dari Satlantas, datang bersama istrinya, Rina, dan putri kecil mereka, Aira (5). Dengan wajah berbinar, ia mengaku momen seperti ini sudah lama dinantikan.

“Biasanya ketemu teman-teman itu cuma pas dinas atau apel. Tegang terus. Hari ini rasanya beda—kami bisa tertawa bareng, anak saya bisa lihat langsung tempat saya bekerja. Ini seperti piknik keluarga besar,” kata Aditya sambil menggendong Aira yang malu-malu menyembunyikan wajah di bahu ayahnya.

Setelah jalan santai, rombongan kembali ke lapangan apel. Instruktur senam dengan musik energik langsung mengambil alih suasana. Yang menarik, bukan hanya personel pria dan wanita yang bergoyang mengikuti irama—anak-anak seusia Aira juga ikut berlarian di sela barisan, sesekali menirukan gerakan senam dengan tingkah lucu yang mengundang gelak tawa. Lapangan yang biasanya menjadi tempat upacara khidmat, pagi itu berubah menjadi ruang bermain yang meriah.

Dukungan di Balik Seragam

Di sudut lapangan, tampak sejumlah ibu-ibu Bhayangkari duduk santai sambil menyemangati suami mereka yang tengah bersenam. Rina, istri Briptu Aditya, tak kuasa menahan rasa syukurnya. Baginya, undangan untuk keluarga ini lebih dari sekadar acara seremonial.

“Kami jarang punya waktu seperti ini. Suami saya sering pulang larut, bahkan kadang libur pun tiba-tiba dipanggil. Hari ini saya bisa lihat dia tersenyum lepas, bukan senyum tegang seperti habis pulang patroli. Anak-anak juga senang karena bisa main sepuasnya. Saya jadi paham, kebersamaan seperti ini yang bikin kami tetap kuat,” tutur Rina dengan mata sedikit berkaca-kaca.

Pernyataan Rina seolah mewakili banyak keluarga polisi lainnya. Di balik seragam cokelat dengan lambang Tribrata, ada suami, ada ayah, yang kerap harus meninggalkan meja makan demi tugas negara. Maka ketika momentum seperti ini datang, ia menjelma menjadi perekat yang menguatkan pondasi keluarga.

Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jateng, menegaskan bahwa olahraga bersama ini memang dirancang untuk merangkul seluruh keluarga besar Polri, bukan sekadar agenda kelembagaan.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan soliditas antar personel sekaligus menjaga kebugaran jasmani. Kehadiran keluarga dalam kegiatan ini juga menunjukkan bahwa dukungan istri dan anak-anak merupakan kekuatan penting yang mendukung anggota Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kombes Artanto.

Hingga acara berakhir menjelang pukul 08.00 WIB, tak ada yang terburu-buru pergi. Beberapa keluarga masih terlihat berfoto di depan panggung, mengabadikan momen langka di mana institusi negara dan kehangatan rumah tangga bertemu dalam satu bingkai. Di usia yang memasuki delapan dekade, Bhayangkara tak hanya dirayakan dengan parade dan upacara, tetapi juga dengan detak jantung yang berdegup bersama—dalam langkah, tawa, dan pelukan keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User