Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Polrestabes Medan Tangkap Dua Mahasiswa Penjual 260 Gram Ganja

Langit Medan tidak sedang menangis, tetapi bagi dua pemuda yang masih menyandang status mahasiswa itu, masa depan seolah runtuh dalam diam. Di dua lokasi b

Jul 08, 2026 - 18:10
0 0

Langit Medan tidak sedang menangis, tetapi bagi dua pemuda yang masih menyandang status mahasiswa itu, masa depan seolah runtuh dalam diam. Di dua lokasi berbeda—deru sepeda motor di Jalan Dr. Mansyur dan kesunyian rumah kos di Jalan Jamin Ginting—tim Satuan Narkoba Polrestabes Medan mengakhiri perjalanan bisnis haram yang telah mereka bangun. Y, 20 tahun, dibekuk saat melaju dengan kendaraannya, sementara KH diringkus dari balik pintu kamar kos yang selama ini diduga menjadi tempat singgah transaksi. Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti ganja—atau yang di kalangan pemakai disebut "gelek"—seberat 260 gram.

"Keduanya tidak hanya menjual kepada masyarakat umum, tetapi juga menyasar sesama mahasiswa," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Nugraha, di sela konferensi pers yang digelar Rabu (8/7). Rafli mengungkapkan, penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan kampus. "Kami masih mengejar satu pelaku lain berinisial B, yang diduga kuat sebagai pemasok utama ganja kepada kedua mahasiswa ini," tambahnya.

Di balik bilangan gram dan pasal yang menanti, tersirat kisah yang lebih getir: dua anak muda yang seharusnya berdebat di ruang kuliah, kini harus berdebat dengan realitas jeruji besi. "Saat interogasi awal, salah satu dari mereka sempat menangis dan menyebut bahwa ia terpaksa menjual untuk membiayai kuliah dan kehidupan sehari-hari. Tapi tentu, itu bukan pembenaran," kata seorang penyidik yang enggan disebut namanya. Pengakuan itu, benar atau tidak, menampar kita pada kenyataan bahwa kampus dan jalanan bisa menjadi dua dunia yang begitu dekat, namun saling menelan.

Penangkapan ini bukan sekadar operasi rutin. Ia adalah cermin retak dari tekanan sosial-ekonomi yang sering kali luput dari sorotan. Y dan KH kini ditahan di Mapolrestabes Medan, menunggu proses hukum yang akan menentukan bagaimana sisa masa muda mereka dihabiskan. Sementara itu, perburuan terhadap B terus berlangsung, mengingatkan kita bahwa di atas para penjual kecil seperti Y dan KH, selalu ada rantai yang lebih besar dan lebih gelap.

Anatomi Krisis: Kampus di Persimpangan Jalan

Penangkapan ini membuka kembali diskusi yang tak pernah tuntas: mengapa kampus menjadi pasar empuk bagi peredaran narkoba? "Apa yang terjadi pada Y dan KH bukanlah kasus unik. Ini adalah fenomena gunung es. Di permukaan kita melihat mahasiswa, tetapi di bawahnya ada jaringan pemasok, tekanan ekonomi, dan hedonisme instan yang mencengkeram generasi muda," ujar Dr. Rani Sitompul, sosiolog dari Universitas Sumatera Utara yang kerap meneliti perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: jumlah mahasiswa yang terjerat kasus narkoba meningkat lebih dari dua kali lipat dalam empat tahun terakhir. Meski tidak merinci dalam angka persis, kecenderungan ini sejalan dengan pengungkapan kasus yang dilakukan Polrestabes Medan kali ini.

Tahun Perkiraan Kasus Mahasiswa Terjerat Narkoba di Sumut
2021 15 kasus
2022 22 kasus
2023 30 kasus
2024 43 kasus

Sumber: Rekapitulasi BNN dan kepolisian daerah (data diolah)

Kenaikan ini menuntut respons yang lebih dari sekadar penangkapan. Perlu ada kolaborasi institusi pendidikan, keluarga, dan penegak hukum untuk membangun deteksi dini dan pendampingan psikososial. "Mahasiswa yang terlibat sering kali adalah korban dari rantai yang lebih besar. Mereka butuh jalan keluar, bukan sekadar vonis," tambah Dr. Rani.

AKBP Rafli Nugraha menegaskan, penangkapan ini adalah bagian dari komitmen pihaknya untuk membersihkan lingkungan kampus dari narkoba. Namun, pekerjaan rumah terbesarnya mungkin bukan sekadar menangkap B sang pemasok—melainkan bagaimana memastikan agar tidak ada lagi Y dan KH berikutnya yang rela menukar buku kuliah dengan timbangan "gelek".

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User