Pematangsiantar — KPK Sita Land Cruiser Rp2 Miliar dari Tempat Penitipan Tersembunyi
Di sebuah sudut Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara, sebuah mobil mewah tersimpan rapi di balik gerbang tempat penitipan kendaraan yang jarang tersorot. Mo
Di sebuah sudut Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara, sebuah mobil mewah tersimpan rapi di balik gerbang tempat penitipan kendaraan yang jarang tersorot. Mobil itu bukan sembarang kendaraan—Toyota Land Cruiser hitam mengilap yang ketika pertama kali ditemukan, hanya ada debu tipis di kaca depannya. Tidak ada yang menyangka bahwa di balik kemewahan logam dan kulit mobil itu, tersembunyi kisah pahit suap dan gratifikasi yang kini membelit mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyita mobil mewah yang ditaksir bernilai lebih dari Rp2 miliar itu pada 4 Juli 2026. Kendaraan tersebut diduga kuat merupakan barang bukti pemberian suap dari Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, kepada Bupati nonaktif Suhardiman Amby. "Barang bukti pemberian suap dari tersangka ZKN kepada tersangka SA diduga disembunyikan di salah satu gudang tempat penitipan kendaraan di Pematangsiantar," ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (7/7).
Penemuan mobil itu menjadi babak baru dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 29 Juni 2026 di Kuansing dan Jakarta. Setelah menetapkan tiga tersangka—Suhardiman, Zulkarnain, dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles—penyidik terus merangkai puzzle korupsi yang kian terang. Land Cruiser yang disembunyikan jauh dari pusaran kekuasaan Kuansing itu seolah menjadi simbol bagaimana gratifikasi bersembunyi di balik ruang-ruang sunyi, menanti disingkap.
"Saya sering lihat mobil besar masuk keluar, tapi dikira milik saudagar dari luar kota. Tak pernah nyana kalau itu barang panas," ujar Ramli (55), penjaga warung di dekat tempat penitipan kendaraan tersebut, dengan nada tercengang.
Selain menyita mobil mewah, KPK juga menggeledah sejumlah lokasi di Kabupaten Kuantan Singingi dan Pekanbaru pada 4–6 Juli 2026. Deretan lokasi yang digeledah ibarat peta kekuasaan yang tercemar: Kantor Bupati Kuansing, Gedung DPRD, Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan, rumah kepala dinas terkait, rumah pribadi dan rumah dinas para tersangka, hingga sebuah kantor jasa ekspedisi di Pekanbaru. Dari penggeledahan itu, penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik yang kian memperkuat konstruksi perkara dugaan suap dan gratifikasi.
"Dalam rangkaian penggeledahan tersebut, tim menemukan dokumen dan barang bukti elektronik yang memperkuat pembuktian dalam konstruksi perkara dimaksud," kata Budi. Dokumen-dokumen itu diduga menjadi kunci untuk membongkar skandal jual beli jabatan dan gratifikasi yang melilit Suhardiman, terutama terkait pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.
Bagi masyarakat Kuansing, rentetan penggeledahan ini seperti pukulan telak. Di tengah jalan berlubang dan infrastruktur yang tak kunjung memadai, parkir mewah yang disembunyikan di kota lain membangkitkan kemarahan yang selama ini terpendam.
"Kami di sini susah cari air bersih, tapi pejabatnya malah sembunyikan mobil miliaran. Ini benar-benar kejam," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, sembari menggelengkan kepala.
"Saya cuma bisa berharap ini jadi pelajaran. Jangan sampai rakyat kecil terus jadi korban," tambah Ramli, penjaga warung yang juga menyaksikan hiruk-pikuk saat penyidik datang.
Sementara itu, KPK menegaskan bahwa proses hukum tidak akan berhenti di penyitaan aset. Penyidik terus menelusuri aliran dana dan aset lain yang diduga terkait perkara. Budi mengingatkan semua pihak agar tidak menyembunyikan, memindahkan, atau merusak barang bukti karena dapat dijerat pidana. "Kami akan terus menelusuri aset maupun pihak-pihak yang diduga berkaitan," tegasnya.
Kasus ini menjadi potret buram bagaimana korupsi tak hanya menggerogoti uang negara, tetapi juga menyeret impian masyarakat yang mendamba pemimpin bersih. Land Cruiser hitam itu kini terbaring di Jakarta sebagai barang bukti. Bagi penyidik, ia adalah kunci. Bagi warga Kuansing, ia adalah monumen pengkhianatan.
Kini, harapan tertumpu pada proses hukum yang tegak lurus. Sebab di balik setiap mobil mewah yang disita, ada desa yang masih gelap gulita, jalan rusak yang tak tersentuh, dan anak-anak yang memimpikan sekolah layak. Korupsi bukan sekadar angka; ia adalah wajah getir dari kemewahan yang disembunyikan di gudang-gudang sunyi, jauh dari mata rakyat yang terus menanti keadilan.
- Lokasi penyitaan: Tempat penitipan kendaraan di Pematangsiantar, Sumatra Utara.
- Nilai mobil: Lebih dari Rp2 miliar, diduga pemberian suap dari Sekda Zulkarnain kepada Bupati Suhardiman Amby.
- Penggeledahan lanjutan: Kantor Bupati, DPRD, dinas terkait, rumah tersangka, dan kantor ekspedisi di Pekanbaru.
Comments (0)