Aug 25, 2026
Politik

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Selatan

Masih terngiang di benak banyak warga Palembang, sebuah video pendek yang viral pada pertengahan 2025 silam. Dalam rekaman itu, seorang jenderal polisi berbintang dua duduk lesehan di atas tikar plastik, bercengkerama dengan para pemuda yang sehari-harinya distereotipkan sebagai "anak kolong" jembatan Ampera. Tidak ada sekat, tidak ada meja besar, hanya ada piring-piring nasi goreng dan segelas kopi hitam. Perwira tinggi itu sesekali tertawa lepas, tangannya sesekali menepuk bahu salah seorang pemuda yang mengaku pernah terjerat narkoba. Momen sederhana itu adalah potret kepemimpinan Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi. Jauh dari kesan angkuh, ia memilih pendekatan yang jarang diambil pejabat setingkat Kapolda: turun ke ruang-ruang paling sunyi, menyentuh akar rumput yang paling rentan.

Profil Singkat

Lahir di lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi kemiliteran, Andi Rian adalah putra dari Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu. Jika kebanyakan anak jenderal memilih karier di militer, Andi Rian justru memilih "seragam cokelat" dan mengabdi di Korps Bhayangkara. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1995. Jejak pendidikannya cukup lengkap; ia mengenyam pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, ditempa untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya piawai dalam strategi keamanan, tetapi juga tanggap terhadap dinamika sosial.

Sosoknya dikenal sangat dekat dengan olahraga, khususnya sepak bola. Kecintaannya pada si kulit bundar bukan sekadar hobi; ia pernah menjadi bagian dari manajemen klub sepak bola Barito Putera. Latar belakang ini membentuk karakternya yang sportif dan mampu membaca ritme kerja sama tim. Di mata koleganya, Andi Rian adalah pribadi yang hangat, blak-blakan khas Sumatera, namun sangat teliti saat membaca peta kerawanan.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Andi Rian di kepolisian terbilang moncer dan sarat dengan pengalaman di lapangan. Ia menghabiskan banyak waktunya di satuan elite. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya menunjukkan spesialisasinya di bidang keamanan dan ketertiban berisiko tinggi:

  • Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2011) — Di sini ia mulai terbiasa menghadapi dinamika keras ibu kota, mulai dari unjuk rasa hingga konflik urban.
  • Kapolres Metro Jakarta Utara (2013) — Ia memimpin pengamanan di wilayah pelabuhan dan kawasan industri yang rawan konflik buruh serta kejahatan terorganisir.
  • Wadir Dalmas Korbrimob Polri (2016) — Masa ini membentuk instingnya dalam penanganan huru-hara dan aksi massa secara presisi.
  • Analis Kebijakan Utama di Densus 88 Antiteror (2018-2020) — Salah satu karier puncaknya sebelum menjadi perwira tinggi, di mana ia banyak berjibaku di balik layar dalam operasi kontra-terorisme.
  • Kadiv Hubinter Polri (2022) — Posisi ini memperluas wawasan globalnya, mengelola kerja sama kepolisian lintas negara.
  • Kapolda Sulawesi Selatan (2023-2024) — Ujian pertamanya sebagai Kapolda, di mana ia berhasil menjaga stabilitas selama tahun politik Pemilu 2024.
  • Kapolda Sumatera Barat (2024-2025) — Di Ranah Minang, ia mencetak prestasi sebagai "Kapolda Tukang Sapa", rajin blusukan ke warung-warung kopi.
  • Kapolda Sumatera Selatan (2025 - sekarang) — Puncak pengabdian terkininya di Bumi Sriwijaya.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak resmi menjabat sebagai Kapolda Sumsel pada awal 2025, Irjen Andi Rian bergerak cepat. Ia tidak hanya duduk di ruangan ber-AC, melainkan langsung memetakan akar masalah. Salah satu gebrakan monumental adalah program "Rumah Takwa". Program ini ditujukan untuk merehabilitasi mantan narapidana terorisme dan residivis kriminal berat, bukan dengan pendekatan militeristik, melainkan melalui pendekatan ekonomi dan spiritual. Ia menginstruksikan jajarannya untuk menjadi mentor UMKM bagi eks-napi tersebut.

"Polisi tidak boleh hanya pandai menangkap dan menembak. Kita harus pandai merangkul. Penjara terbaik adalah lingkungan yang menerima, bukan sel yang membelenggu," ujar Andi Rian dalam sebuah forum diskusi di Palembang, awal 2026.

Di bawah komandonya, Polda Sumsel juga gencar membongkar jaringan narkoba internasional. Pada triwulan pertama 2026, Polda Sumsel mencatat rekor penyitaan sabu jaringan Asia Tenggara. Namun, yang membedakan Andi Rian dari pemimpin lainnya adalah penekanannya pada sisi humanis. Saat salah satu kampung di Palembang dikenal sebagai "Kampung Narkoba", ia tidak langsung menggerebek. Ia justru mengirim personel untuk membangun lapangan futsal dan memberikan pelatihan barista. Ia percaya, kesejahteraan adalah musuh alami kejahatan.

Program "Balap Liar Legal" juga menjadi buah bibir positif. Alih-alih menangkap para pebalap liar di jalanan, Polda Sumsel memfasilitasi balapan resmi di sirkuit Jakabaring. Pendekatan ini secara drastis menurunkan angka kecelakaan remaja dan mengubah stigma polisi yang keras menjadi polisi yang solutif.

Tantangan dan Harapan

Memimpin Sumatera Selatan bukan tanpa tantangan. Luasnya wilayah, mulai dari perkotaan padat hingga pedalaman rawa, menjadi ujian tersendiri bagi pemerataan keamanan. Belum lagi, Sumsel adalah jalur distribusi narkoba dan batu bara ilegal. Irjen Andi Rian menyadari, pendekatan konvensional tak cukup. Ia mendorong digitalisasi pelayanan, termasuk patroli siber ketat untuk menang

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User