Aug 25, 2026
Politik

Irjen Pol. Hendro Pandowo: Profil dan Kinerja Kapolda Bangka Belitung

Irjen Pol. Hendro Pandowo: Profil dan Kinerja Kapolda Bangka Belitung

Irjen Pol. Hendro Pandowo: Profil dan Kinerja Kapolda Bangka Belitung

Masih terngiang di benak seorang pemulung di kawasan pesisir Pangkalpinang, pagi itu ia dikagetkan oleh seorang pria berbadan tegap yang turun dari mobil dinas, lalu menyapanya dengan senyum lebar dan bertanya, "Di sini aman, Pak? Ada yang ganggu?" Pria itu bukan aparat biasa. Itulah Inspektur Jenderal Polisi Hendro Pandowo, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, yang punya kebiasaan blusukan ke sudut-sudut yang luput dari perhatian.

Lelaki kelahiran Madiun, 3 Juni 1969, ini memang bukan tipikal jenderal yang kaku dalam seremoni. Bagi Hendro, polisi sejati adalah polisi yang dikenal oleh warganya, bukan karena seragamnya, melainkan karena kehadirannya yang menenteramkan. Lulusan Akademi Kepolisian 1992 ini membangun reputasi justru dari pinggiran, dari pendekatan manusiawi yang konsisten ia rawat sepanjang kariernya.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Hendro Pandowo adalah potret akumulasi pengalaman di fungsi reserse dan intelijen. Ia menghabiskan banyak masa dinas awalnya di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Timur, mengisi jabatan mulai dari Kanit Resmob hingga akhirnya menjabat Kasat Reskrim. Perjalanannya kemudian membawanya menapaki berbagai pos strategis: Kapolresta Madiun, Analis Kebijakan Madya di bidang reserse, hingga berkiprah di level Mabes Polri sebagai pejabat di Bareskrim.

Puncak kepercayaan datang ketika Hendro dipercaya menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Di era ekspansi digital yang penuh kejahatan baru, Hendro memimpin pengungkapan sejumlah kasus besar penipuan daring dan perdagangan manusia berbasis internet. Keberhasilannya di dunia siber menunjukkan kapasitasnya bergerak lincah dari kejahatan jalanan ke kejahatan lintas batas. Pada pertengahan 2025, ia dilantik menjadi Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, menggantikan pendahulunya di tengah tantangan kompleks wilayah kepulauan.

Kinerja dan Program Unggulan

Menjabat di provinsi dengan lebih dari 900 pulau, berbagai persoalan membutuhkan terobosan. Hendro memulai dengan meluncurkan program "Polisi Penjangkau Pulau", di mana personelnya secara berkala mendatangi pulau-pulau kecil yang minim akses layanan kepolisian. Di pulau-pulau yang hanya memiliki satu atau dua polisi, kehadiran timnya membawa layanan administrasi, konseling, hingga pasar murah. Program ini menekan kesenjangan pelayanan dan membangun kepercayaan yang sempat renggang.

Di bidang penindakan, Hendro tak main-main. Pada kuartal pertama 2026, Polda Bangka Belitung di bawah pimpinannya membongkar sindikat penyelundupan pekerja migran nonprosedural yang melibatkan jaringan internasional. Operasi tersebut menyelamatkan puluhan calon pekerja yang akan dikirim ke Timur Tengah tanpa dokumen resmi. Prestasi ini menambah daftar panjang keberhasilan pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menjadi sorotan publik.

Hendro juga menaruh perhatian pada persoalan lingkungan. Tambang timah ilegal yang merusak ekosistem pesisir menjadi salah satu target prioritas. Lewat operasi gabungan terpadu, puluhan titik penambangan liar berhasil ditutup, sekaligus melakukan pendekatan kepada penambang tradisional untuk beralih ke mata pencaharian alternatif yang difasilitasi pemda.

"Saya tidak mau anggota saya hanya keren di jalan, tapi bisu ketika warga butuh di tengah laut," ujarnya dalam sebuah kesempatan apel pagi di Mapolda.

Di internal, Hendro merangkul personel dengan model kepemimpinan yang terbuka. Pintu ruangannya selalu terbuka untuk anggota yang ingin menyampaikan aspirasi. Ia juga merintis sistem penghargaan berbasis kinerja lapangan, bukan kedekatan struktural, yang menumbuhkan semangat kompetisi sehat di jajaran.

Tantangan dan Harapan

Wilayah perairan Bangka Belitung menyimpan kerawanan. Jalur laut yang terbuka menjadi pintu masuk berbagai potensi kejahatan transnasional: narkotika, penyelundupan barang ilegal, hingga ancaman terorisme yang memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan kecil. Hendro mengaku bahwa keterbatasan armada menjadi kendala utama. Jumlah kapal patroli yang minim tidak sebanding dengan luasnya area pengawasan. Namun ia menolak menyerah pada angka. Kerja sama lintas instansi dengan TNI AL, Bea Cukai, dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk mengompensasi kekurangan tersebut.

Harapan terbesarnya adalah membangun polisi yang menjadi bagian dari komunitas. Bagi Hendro, keamanan bukan sekadar soal statistik kriminalitas yang menurun, melainkan tentang makin pendeknya jarak psikologis antara polisi dan warga. Ia ingin generasi penerus di Polda Bangka Belitung meneladani cara bertugas yang tak melulu bersandar pada kekuatan, melainkan pada kedekatan emosional dengan masyarakat.

Ketika senja jatuh di Pelabuhan Pangkalbalam dan kapal-kapal kecil mulai menepi, Hendro sering terlihat duduk di bangku sederhana di dermaga, bercakap dengan nelayan yang baru pulang melaut. Di sanalah ia menemukan informasi paling jujur tentang daerah yang dipimpinnya. Sebab ia percaya, keamanan sejati dibangun bukan di balik meja, melainkan di jantung keseharian rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User