Aug 30, 2026
Politik

Anwar Hafid: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tengah

Anwar Hafid: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tengah

Anwar Hafid: Profil dan Kinerja Gubernur Sulawesi Tengah

Pagi itu di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, seorang pria berpeci hitam duduk di atas batu di tepi sungai. Ia memperhatikan para penambang rakyat yang menyemprotkan air bertekanan tinggi ke lereng bukit, mencari butiran nikel yang terselip di antara tanah laterit. Pria itu adalah Anwar Hafid, yang ketika itu masih menjabat Bupati Morowali. Seorang penambang tua menghampirinya, bukan untuk meminta bantuan modal atau alat berat, melainkan sekadar menyampaikan kegelisahan: "Pak Bupati, kami takut tanah ini habis sebelum anak-anak kami bisa sekolah tinggi." Kalimat sederhana itu, menurut orang-orang dekatnya, terus terngiang dan menjadi salah satu bahan bakar Anwar Hafid dalam merancang kebijakan selama dua periode memimpin Morowali, dan kini, sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.

Profil Singkat

Anwar Hafid lahir pada 12 Juli 1969 di Bungku, sebuah wilayah di Kabupaten Morowali yang kala itu masih menjadi bagian dari Kabupaten Poso. Ia adalah anak keenam dari sembilan bersaudara dalam keluarga sederhana. Ayahnya, H. Abdul Hafid, adalah seorang guru mengaji dan tokoh agama setempat, sementara ibunya, Hj. Sitti Rabiah, dikenal sebagai penenun kain khas Bungku. Lingkungan pesantren dan rumah panggung di tepi pantai membentuk karakternya: teguh dalam prinsip, namun lentur dalam pergaulan.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Bungku, kemudian melanjutkan ke SMPN Bungku dan SMAN Poso. Gelar sarjana ekonomi ia raih dari Universitas Tadulako, Palu, pada 1993. Enam tahun kemudian, ia menikah dengan Hj. Nurhaeda, dan dikaruniai empat orang anak. Keluarganya jarang tampil di panggung politik praktis, namun menjadi fondasi yang sering ia sebut dalam setiap pidato kebijakan sebagai "laboratorium kepemimpinan pertama."

Karier dan Riwayat Jabatan

Karir politik Anwar Hafid tidak dimulai dari birokrasi, melainkan dari kancah gerakan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Ia pernah menjadi Ketua DPC KNPI Morowali dan kemudian masuk ke Partai Golkar, partai yang membesarkan namanya. Pada 2004, ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali, lalu menjabat Wakil Ketua DPRD periode 2009–2013.

Titik balik terjadi pada 2013 ketika ia maju sebagai calon Bupati Morowali berpasangan dengan Idham Ibrahim. Kemenangan pertamanya menjadi awal dari transformasi Morowali. Ia terpilih kembali untuk periode kedua pada 2018 dengan dukungan hampir 80 persen suara, sebuah angka yang mencerminkan kepercayaan publik yang tinggi. Selama satu dekade memimpin Morowali, kawasan itu berubah dari kabupaten tertinggal menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri nikel dan baja. Pada Pilkada Serentak 2024, Anwar Hafid melenggang ke kursi Gubernur Sulawesi Tengah setelah memenangi kontestasi dengan selisih signifikan. Ia dilantik pada awal 2025, membawa serta pengalaman panjang mengelola daerah yang kaya sumber daya namun juga rentan ketimpangan.

Kinerja dan Program Unggulan

Masa kepemimpinannya sebagai Bupati Morowali adalah cermin pendekatannya sebagai Gubernur. Di Morowali, ia menggagas program Morowali Cerdas yang memberikan beasiswa penuh kepada ribuan putra-putri daerah untuk melanjutkan kuliah di dalam dan luar negeri. Ia juga membangun infrastruktur dasar secara masif: jalan trans-Morowali, pelabuhan, dan pasar rakyat. Namun, warisan terbesarnya adalah mendorong hilirisasi nikel yang menjadikan Morowali sebagai lokasi salah satu kompleks industri pengolahan nikel terbesar di dunia.

"Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Kekayaan alam ini harus kembali dalam bentuk sekolah, rumah sakit, dan jalan yang mulus," ujarnya dalam sebuah wawancara pada 2024.

Sebagai Gubernur, Anwar Hafid membawa visi serupa dalam skala yang lebih luas. Program Sulteng Bangkit menjadi payung besar pembangunan yang mencakup tiga pilar utama: pendidikan vokasi berbasis industri, pengembangan ekonomi kerakyatan di luar sektor pertambangan, dan pembangunan infrastruktur penghubung antarwilayah. Hingga pertengahan 2025, pemerintahannya telah meluncurkan program Kartu Sulteng Sejahtera yang mengintegrasikan bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan akses pendidikan dalam satu sistem digital. Di sektor pertanian, ia menggulirkan Gerakan Tanam Pangan Lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan menjaga ketahanan pangan di tengah ekspansi lahan industri.

Tantangan dan Harapan

Sulawesi Tengah adalah provinsi paradoks. Di satu sisi, pertumbuhan ekonominya mencatat angka fantastis berkat investasi pertambangan dan industri pengolahan. Di sisi lain, kantong-kantong kemiskinan masih terlihat di pedalaman,

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User