Aug 25, 2026
Politik

Rahmat Mirzani Djausal: Profil dan Kinerja Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal: Profil dan Kinerja Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal: Profil dan Kinerja Gubernur Lampung

Pagi itu, langit Bandar Lampung masih menyisakan gerimis tipis ketika sebuah mobil dinas berhenti di pelataran Pasar Tani Natar. Seorang pria berkemeja putih lengan tergulung turun tanpa pengawalan ketat, langsung menghampiri seorang petani perempuan yang tengah menata singkong di atas terpal. “Berapa harga hari ini, Bu? Sampai ke pengepul lewat siapa?” tanyanya ringan. Perempuan itu sempat terpana sebelum sadar bahwa yang bertanya adalah Gubernur Lampung. Bukan gaya pencitraan pejabat pada umumnya, Rahmat Mirzani Djausal memang memilih memulai harinya dari pasar dan gudang hasil bumi. Baginya, data tidak cukup dibaca di atas kertas; ia harus menyentuhnya di lapangan.

Pemandangan seperti ini bukanlah cerita baru bagi warga Lampung sejak pria kelahiran Tanjungkarang, 12 Juli 1975 itu dilantik sebagai Gubernur Lampung pada awal 2025. Sosoknya memang tumbuh dari rahim birokrasi teknis. Ia bukan politikus karir yang pandai beretorika di mimbar-mimbar besar. Suaranya cenderung tenang, nadanya datar khas insinyur, namun di balik itu tersimpan ketajaman seorang perencana wilayah.

Profil Singkat

Rahmat Mirzani Djausal menempuh pendidikan teknik di Universitas Lampung sebelum melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk gelar masternya di bidang perencanaan wilayah dan kota. Latar belakang ini membentuk kerangka berpikirnya yang spasial dan sistematis. Ia menghabiskan lebih dari dua dekade sebagai aparatur sipil negara di Bappeda Lampung dan Kementerian PUPR, jauh dari hingar-bingar politik praktis.

Orang-orang dekatnya mengenalnya sebagai pribadi yang hampir obsesif terhadap detail. Seorang mantan koleganya di Dinas Pekerjaan Umum pernah bercerita, Mirzani—demikian ia biasa disapa—bisa menghabiskan waktu semalaman hanya untuk memeriksa kesesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) suatu kecamatan dengan kondisi topografi aktualnya. “Dia tidak mau ada sawah produktif yang tiba-tiba berubah menjadi kawasan industri tanpa perhitungan lingkungan yang matang,” ujarnya. Prinsip ini pula yang kemudian mewarnai kepemimpinannya di provinsi berjuluk “Sai Bumi Ruwa Jurai” tersebut.

Karier dan Riwayat Jabatan

Perjalanan karir Rahmat Mirzani Djausal sebelum menduduki kursi gubernur adalah narasi tentang seorang teknokrat yang perlahan naik melalui kompetensi. Ia mengawali karir sebagai staf teknis di Bappeda Provinsi Lampung, kemudian menjabat Kepala Bidang Tata Ruang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Staf Ahli Gubernur Bidang Infrastruktur. Namanya mulai diperhitungkan ketika ia berhasil mengintegrasikan sistem perencanaan tata ruang lampung ke dalam satu platform digital pada 2019—sebuah terobosan yang menyederhanakan birokrasi perizinan.

Titik balik terjadi pada Pilkada 2024. Elektabilitasnya sebagai calon gubernur semula dipandang sebelah mata oleh mesin-mesin partai besar. Namun, pendekatannya yang merakyat dan rekam jejaknya yang bersih justru menciptakan gelombang dukungan dari koalisi masyarakat sipil, akademisi, dan petani. Ia memenangkan kontestasi dengan narasi sederhana namun tajam: “Pembangunan Lampung harus dimulai dari desa, bukan dari koridor hotel berbintang.”

Kinerja dan Program Unggulan

Setahun pertama masa jabatannya (2025–2026) ia dedikasikan untuk membenahi dua hal fundamental: konektivitas dan ketahanan pangan. Program “Lampung Terang” menjadi fondasi awal. Di bawah instruksinya, lebih dari empat puluh desa di pesisir barat dan perbatasan Sumatera Selatan yang sebelumnya gelap gulita kini telah teraliri listrik. Bukan sekadar memasang tiang, ia mendorong penggunaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan surya yang dikelola oleh BUMDes setempat.

“Listrik bukan sekadar penerangan. Bagi petani perempuan di Pesisir Barat, listrik berarti bisa menggiling kopi sendiri dan menjualnya dengan harga lebih baik,” tegasnya dalam sebuah wawancara dengan media lokal pada pertengahan 2025.

Di sektor pertanian, ia meluncurkan program “Petani Berdaulat”. Program ini memotong rantai pasok yang selama ini mencekik petani. Pemerintah provinsi di bawah komandonya membangun gudang pendingin komunal di sentra-sentra hortikultura dan menghubungkan petani langsung ke pasar daring. Hasilnya konkret: harga cabai di tingkat petani Lampung Timur yang dulu anjlok menjadi Rp5.000 per kilogram pada musim panen, kini stabil di kisaran Rp18.000 berkat manajemen stok dan akses pasar yang lebih adil.

Infrastruktur juga menjadi perhatian utamanya. Proyek pembangunan jalan Tol Sumatera ruas Terbanggi Besar-Menggala-Tulang Bawang yang sempat tertunda berhasil ia percepat dengan skema pembiayaan campuran. Ia juga menolak tegas proyek reklamasi di Teluk Lampung yang dinilai mengancam lingkungan pesisir. Keputusan ini mendapat pujian dari para nelayan tradisional namun tentu menimbulkan resistensi dari segelintir investor besar.

Tantangan dan Harapan

Memimpin Lampung bukan tanpa luka. Masalah deforestasi di kawasan Taman Nasional Way Kambas masih menjadi pekerjaan rumah yang pelik. Kebakaran lahan di musim kemarau 2025 menjadi ujian terberatnya. Ia memilih tidak berlindung di balik meja komando—ia turun langsung memimpin evakuasi satwa dan berkoordinasi dengan tim pemadam di titik api. Sebuah foto dirinya menggendong anak gajah yang terluka menjadi viral dan mengukuhkan citranya sebagai pemimpin yang berani dan peduli.

Kini, memasuki tahun 2026, Rahmat Mirzani Djausal dihadapkan pada ekspektasi yang kian tinggi. Masyarakat menagih janji industrialisasi tanpa menggusur lahan adat. Ia paham, arsitektur pembangunan yang ia rancang tidak boleh melukai akar budaya lokal. Di sebuah acara adat Pepadun di Lampung Utara, ia berujar pelan namun penuh makna: “Kita boleh mendirikan pabrik, tapi jangan sampai masjid, sekolah, dan balai adat kita kalah tinggi dari cerobongnya.”

Rahmat Mirzani Djausal masih akan terus berjalan pagi, menyusuri pasar-pasar tani, menggulung lengan kemej

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User