Hidayat Arsani: Profil dan Kinerja Gubernur Bangka Belitung

Hidayat Arsani: Profil dan Kinerja Gubernur Bangka Belitung

Jul 11, 2026 - 07:47
Updated: 7 hours ago
0 0
Hidayat Arsani: Profil dan Kinerja Gubernur Bangka Belitung

Profil Singkat

Pagi itu, di sebuah rumah sederhana di kawasan Pangkalpinang, seorang pria paruh baya masih asyik mengobrol dengan para penambang timah yang singgah. Di tangannya tidak ada secangkir kopi, melainkan segenggam pasir timah yang disodorkan salah satu tamunya. Pria itu mengusap butiran pasir hitam dengan jari-jari kasar, lalu tersenyum. Dialah Hidayat Arsani, Gubernur Bangka Belitung yang baru dilantik pada Februari 2025, namun bagi warga di sana, ia lebih dikenal sebagai "Abang Hidayat" – sosok yang tak pernah kehilangan sentuhan dengan tanah kelahirannya.

Lahir di Pangkalpinang pada 28 Oktober 1961, Hidayat Arsani tumbuh dalam denyut nadi Pulau Bangka yang kaya akan timah. Masa kecilnya dihabiskan dengan bermain di tepi pantai dan mendengar kisah para pelaut yang singgah. Dari lingkungan itulah ia menyerap nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan cinta mendalam pada bumi yang memberinya kehidupan. Pendidikan formalnya ia tempuh di kota kelahiran sendiri, sebelum pandangannya meluas ke dunia bisnis yang kelak membesarkan namanya.

Namanya mulai berkibar sebagai pengusaha tambang timah yang sukses. Bagi banyak orang, Hidayat adalah bukti bahwa kekayaan alam Babel bisa dikelola dengan tangan pribumi. Namun, panggilan untuk berbuat lebih banyak membawanya ke panggung politik. Pada 2017, ia terpilih sebagai Wakil Gubernur mendampingi Erzaldi Rosman. Lima tahun kemudian, ia melenggang ke Senayan sebagai anggota DPD RI, sebelum akhirnya kembali ke Bumi Serumpun Sebalai untuk memimpin langsung sebagai Gubernur.

Karier dan Riwayat Jabatan

Perjalanan Hidayat Arsani di dunia politik bukanlah lompatan instan, melainkan rangkaian langkah yang penuh perhitungan. Sejak awal, ia membangun reputasi sebagai jembatan antara pengusaha lokal dan pemerintah pusat. Saat menjadi Wakil Gubernur, ia kerap turun langsung ke lokasi tambang tak berizin, bukan untuk menutup, tetapi untuk duduk bersama para penambang dan mencari solusi. Gaya komunikasinya yang rendah hati membuatnya diterima di berbagai kalangan.

Salah satu momen penting dalam kariernya terjadi pada 2019, ketika ia memutuskan untuk maju sebagai anggota DPD RI. "Saya ingin suara Bangka Belitung tidak hanya terdengar di gedung parlemen, tetapi juga menggema di setiap kebijakan nasional tentang daerah kita," ujarnya suatu kali. Di Senayan, ia menjadi anggota Komite IV yang fokus pada pengelolaan sumber daya alam, posisi yang memungkinkannya untuk terus mengawal nasib tambang timah dan nasib nelayan Babel.

Puncaknya, pada Pemilihan Gubernur 2024, ia maju dengan visi "Bangka Belitung Mandiri dan Lestari". Dukungan dari berbagai partai politik dan basis massa yang kuat di kalangan pebisnis lokal dan pekerja tambang mengantarkannya ke kursi nomor satu di Babel. Pelantikannya pada 20 Februari 2025 menjadi simbol kembalinya "orang pulau" untuk benar-benar mengurus pulau.

Kinerja dan Program Unggulan

Setahun pertama kepemimpinannya, 2025, menjadi fondasi bagi sejumlah perubahan. Tidak butuh waktu lama bagi Hidayat untuk menunjukkan gayanya yang langsung dan tidak birokratis. Program pertamanya yang mencuri perhatian adalah Babel Hijau, sebuah inisiatif rehabilitasi lahan bekas tambang yang mengubah lubang-lubang menganga menjadi kolam wisata dan pusat budidaya ikan. Ia menggandeng perusahaan pertambangan dan komunitas lokal untuk menyulap lahan kritis menjadi aset produktif.

Tak hanya itu, pada akhir 2025, ia meluncurkan program Kartu Nelayan Sejahtera untuk menjamin akses subsidi BBM dan asuransi bagi ribuan nelayan tradisional. Strategi ini terbilang jitu: dalam enam bulan, data menunjukkan penurunan keluhan terkait pasokan BBM bersubsidi di pesisir sebesar 40 persen. "Kita tidak bisa hanya bicara tentang timah, sementara nelayan yang berangkat pagi pulang malam masih harus berdebat soal solar," ujarnya di sebuah acara di Pelabuhan Sungailiat.

Pariwisata juga menjadi prioritas. Dengan branding Pesona Bahari Babel 2026, Hidayat menggagas paket wisata terintegrasi antara pulau-pulau kecil seperti Belitung, Lengkuas, dan Selat Nasik. Kunjungan wisatawan mulai meningkat, didukung oleh perbaikan bandara di Tanjungpandan dan Pangkalpinang yang rampung pada kuartal ketiga 2025. Di bidang infrastruktur, ia mendorong pembangunan jalan lingkar timur yang menghubungkan kawasan industri dengan pelabuhan, mempersingkat rantai logistik timah dan lada putih Babel.

Tentu saja, hiliris

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User