Dipanaskan oleh semangat Piala Dunia yang tersaji di layar lebar, sudut Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, mendadak lebih hidup dari biasanya. Di sana, di bawah atap Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Mallengkeri, warga bukan sekadar berkumpul untuk menyaksikan laga bertajuk *Bola Gembira*. Ada kabar yang jauh lebih membahagiakan yang diam-diam mengalir di antara celoteh dan sorak sorai mereka: Sulawesi Selatan ternyata sudah berlari lebih kencang dari yang diperintahkan.
Di tengah keramaian itu, Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, tak kuasa menyembunyikan optimisme yang merekah. Dengan nada ya
Di tengah keramaian itu, Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, tak kuasa menyembunyikan optimisme yang merekah. Dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan, ia membagikan cerita tentang pencapaian yang melampaui bayangan banyak orang. “Sesungguhnya kita sudah melebihi target,” ujarnya pada Senin (6/7/2026).
Angka itu menjadi saksi bisu kerja keras yang tak banyak disorot. Awalnya, provinsi ini hanya ditargetkan menyiapkan 259 koperasi yang siap diluncurkan dalam program nasional 10.000 Kopdes Merah Putih pada akhir Juli nanti. Nyatanya, data di lapangan berkata lain. Hingga hari ini, sudah 308 koperasi yang berdiri gagah, memenuhi seluruh persyaratan administratif dan fisik. Ada 49 koperasi tambahan yang lahir dari tekad untuk tidak sekadar ikut program, tetapi untuk benar-benar hadir bagi desa.
Bukan Sekadar Bangunan, tapi Jantung Desa
Namun, bagi Mayjen Bangun Nawoko, kesiapan itu bukan cuma soal angka. Ia melukiskan dengan rinci apa arti “siap” dalam konteks perjuangan ekonomi akar rumput ini. “Ini hanya menyangkut koperasi yang bangunannya siap, akses jalan masuk siap, listrik, jaringan internet, dan air juga siap. Tinggal menunggu pengiriman peralatan dari Agrinas,” jelasnya. Artinya, di pelosok-pelosok desa, termasuk di wilayah kepulauan yang seringkali luput dari perhatian, kini telah berdiri ruang-ruang harapan. Bangunan itu bukan sekadar tembok dan atap. Jalan menuju ke sana sudah bisa dilalui, listrik telah menyala untuk menerangi pembukuan di malam hari, dan internet sudah terhubung untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Satu-satunya yang tertinggal hanyalah perangkat penunjang seperti pendingin ruangan yang masih dalam perjalanan distribusi.“Kita jatahnya 1.879 untuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Sekarang masih on progress dan saya yakin bisa tercapai.”Keyakinan Pangdam itu bukan tanpa dasar. Melihat respons dan kecepatan tahap pertama yang melampaui target, ada energi besar yang sedang bergerak. Program lanjutan yang menyasar 36.000 koperasi desa secara nasional menempatkan Sulsel dan Sultra pada porsi yang signifikan. Ini adalah babak baru di mana desa tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek dari kebangkitan ekonomi.
Comments (0)