Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Unwahas Semarang Resmi Jalin MoU dengan Kampus Bahasa Asing Belarus

Jakarta, Beritaseputar — Di tengah riuh rendah lobi Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, sebuah momen hening penuh makna terjadi pada Selasa (30/6/2026).

Jul 08, 2026 - 05:13
0 0

Jakarta, Beritaseputar — Di tengah riuh rendah lobi Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, sebuah momen hening penuh makna terjadi pada Selasa (30/6/2026). Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof. Dr. Ir. Helmi Purwanto, S.T., M.T., IPM, membubuhkan tanda tangan di atas nota kesepahaman dengan Belarusian State University of Foreign Languages (BSUFL). Bukan sekadar seremoni, momen itu adalah jembatan yang menghubungkan ribuan mimpi mahasiswa di Semarang dengan panggung dunia yang lebih luas.

Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Perdana Menteri Belarusia Viktor Karankevich, serta para pemimpin tinggi kedua negara, Unwahas mengukuhkan komitmennya untuk mendobrak batas geografis. Penandatanganan itu menjadi bagian dari rangkaian Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching, sebuah ajang yang mempertemukan institusi pendidikan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari dua negara.

Dari Catatan Kuliah ke Peluang Nyata

Bagi Aisyah Nurmala, mahasiswi semester enam Program Studi Sastra Inggris Unwahas, kabar itu lebih dari sekadar pengumuman formal. “Selama tiga tahun ini saya hanya membaca tentang Belarus dari buku teks dan internet. Sekarang ada peluang nyata untuk belajar langsung di sana,” ucapnya dengan mata berbinar, Selasa malam. Aisyah, yang selama ini mengandalkan beasiswa Bidikmisi, tak pernah membayangkan bisa menjejakkan kaki di kampus luar negeri. Kerja sama ini, katanya, “seperti lampu hijau bagi mahasiswa biasa yang punya mimpi besar.”

Menurut Rektor Helmi Purwanto, MoU yang diteken bukan sekadar formalitas diplomatik. “Kami tidak hanya meneken dokumen, tetapi membuka jendela dunia bagi mahasiswa kami. Selama ini mereka belajar bahasa asing di kelas, sekarang mereka punya kesempatan langsung merasakan budaya dan praktik di Belarus,” tuturnya. Prof. Helmi menjelaskan, lingkup kerja sama mencakup tiga pilar utama:

  • Pertukaran mahasiswa dan dosen – membuka jalur belajar dan mengajar lintas negara.
  • Riset dan publikasi ilmiah bersama – mendorong kolaborasi antardisiplin ilmu bahasa dan budaya.
  • Pengembangan kompetensi bahasa asing – memperkuat penguasaan bahasa Rusia, Inggris, dan bahasa lain yang relevan dengan kebutuhan global.

Diplomasi Pendidikan di Tengah Forum Bisnis

Acara penandatanganan berlangsung dalam balutan nuansa bilateral yang hangat namun serius. Dari pihak Indonesia, hadir Wakil Ketua Umum KADIN Dr. James T. Riady, Menteri Perdagangan, serta jajaran kementerian terkait. Sementara dari Belarusia, selain Wakil Perdana Menteri, turut hadir Menteri Kesehatan, Menteri Pertanian dan Pangan, Ketua Kamar Dagang dan Industri Belarus Michael Miatlikov, serta Duta Besar Belarusia untuk Indonesia. Unwahas menjadi satu dari sedikit perguruan tinggi swasta yang diundang langsung oleh Pemerintah Belarusia untuk melaksanakan penandatanganan.

“Ini bukti bahwa Unwahas dinilai layak menjadi mitra strategis pendidikan tinggi di kancah internasional,” ujar Prof. Helmi dalam sambutan singkatnya. Ia menekankan, langkah ini selaras dengan visi kampus untuk memperkuat internasionalisasi dan memberi dampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bahasa sebagai Jembatan Dua Benua

BSUFL sendiri merupakan universitas terkemuka di Belarus yang fokus pada pengajaran bahasa asing dan studi linguistik. Kerja sama ini menciptakan simbiosis unik: Unwahas yang memiliki tradisi keislaman dan humaniora, berkolaborasi dengan institusi Eropa Timur yang kaya metodologi pengajaran bahasa. Bagi kedua belah pihak, ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun pemahaman lintas budaya melalui jalur akademik.

“Belarusia memiliki warisan linguistik yang kuat, sementara Indonesia menawarkan keragaman budaya yang tak tertandingi. Kolaborasi ini sejatinya adalah perjumpaan dua peradaban,” ujar seorang delegasi BSUFL usai acara. Sementara itu, Aisyah dan teman-temannya sudah membayangkan hari-hari di Minsk, bertukar cerita dengan mahasiswa Belarusia sambil menyeruput teh hangat di musim semi. “Kami berharap tahun depan sudah ada yang berangkat,” katanya.

Langkah Unwahas ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digital dan kecerdasan buatan, esensi pendidikan tetaplah manusiawi: tentang pertemuan, perjalanan, dan keberanian melampaui cakrawala. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi menjelma menjadi cerita-cerita mahasiswa yang membawa pulang pengetahuan, persahabatan, dan perspektif baru ke tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User