Tol Bocimi Seksi 3 Capai 81,49%, Konstruksi Rampung 2027 dengan Standar Keamanan Lereng Diperketat
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional di Jawa Barat. Pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 yang membentang dari Cibadak hingga
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional di Jawa Barat. Pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 yang membentang dari Cibadak hingga Sukabumi Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun media kami, progres konstruksi ruas penghubung vital ini telah mencapai 81,49%.
Target penyelesaian fisik jalan tol tersebut diproyeksikan akan terwujud sepenuhnya pada tahun 2027. Informasi ini mengemuka dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi proyek Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 yang digelar pada Jumat (12/6).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menekankan bahwa aspek geoteknik dan keamanan infrastruktur menjadi prioritas utama, khususnya pasca adanya evaluasi menyeluruh akibat curah hujan tinggi yang sempat mempengaruhi kondisi di sekitar kilometer (km) 72 pada Mei 2026 lalu. Pihak regulator dan operator konstruksi kini menerapkan standar pengamanan lereng yang lebih ketat untuk memitigasi risiko pergerakan tanah di masa mendatang.
Perkuat Konstruksi dan Stabilitas Lereng
Wilan Oktavian menjelaskan bahwa karakteristik topografi Sukabumi yang berbukit membuat teknik penanganan lereng menjadi ruh dari pembangunan jalan tol ini. Oleh karena itu, BPJT tidak hanya mengejar kecepatan fisik, tetapi juga memastikan setiap teknik penimbunan dan penggalian mencapai kemiringan yang ideal.
"Pengamanan lereng menjadi aspek yang sangat penting dan krusial dalam pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3. Oleh karena itu, Badan Pengatur Jalan Tol melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lokasi timbunan dan galian untuk memastikan penerapan kemiringan lereng sesuai standar teknis agar lebih aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat," ujar Wilan dalam keterangan tertulis yang diterima media kami pada Selasa (16/6/2026).
Langkah evaluasi ini merupakan wujud kehati-hatian pemerintah dalam membangun infrastruktur di wilayah rawan longsor dan berkontur curam. Dengan progres yang sudah menembus lebih dari 81 persen, sisa pekerjaan kini difokuskan pada penyempurnaan kestabilan galian serta pelapisan struktur rigid pavement dan fleksibel pavement di titik-titik kritis yang berbatasan langsung dengan tebing.
Pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 ini sangat dinantikan oleh masyarakat Sukabumi dan lintas regional. Jika nantinya beroperasi penuh pada 2027, akses dari Jakarta dan Bogor menuju jantung Kota Sukabumi akan terpangkas signifikan. Mobilitas logistik dan pariwisata diharapkan terdongkrak seiring dengan konektivitas yang semakin mulus dan berstandar keselamatan tinggi.
Comments (0)