Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Banyuasin — Pengemudi Bus Meninggal Akibat Kelelahan Antre Solar

Pagi yang seharusnya menjadi rutinitas biasa berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Suryanto (52), seorang pengemudi bus jurusan Palembang–Jambi. Sury

Jul 10, 2026 - 00:58
0 0
Banyuasin — Pengemudi Bus Meninggal Akibat Kelelahan Antre Solar

Pagi yang seharusnya menjadi rutinitas biasa berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga Suryanto (52), seorang pengemudi bus jurusan Palembang–Jambi. Suryanto ditemukan tak sadarkan diri di balik kemudi saat antrean panjang solar bersubsidi di sebuah SPBU di kawasan Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 6 Juli 2027. Ia meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan. Kejadian ini menjadi pengingat kelam bahwa kelangkaan BBM subsidi tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga merenggut nyawa.

Kronologi Antrean Maut

  1. Pukul 03.00 WIB: Suryanto sudah berada di SPBU setelah menempuh perjalanan malam dari Palembang. Ia bergabung dengan puluhan kendaraan lain yang juga mengantre solar.
  2. Pukul 07.30 WIB: Antrean belum bergerak signifikan. Saksi mata, Rudi (45), rekannya sesama pengemudi, melihat Suryanto tampak kelelahan, namun masih sempat bercanda soal setoran yang terus tergerus akibat waktu terbuang di antrean.
  3. Pukul 09.15 WIB: Tiba-tiba Suryanto terkulai di kursi kemudi. Rudi yang berada di kendaraan belakang bergegas menghampiri dan menemukan Suryanto tidak sadarkan diri.
  4. Pukul 09.30 WIB: Petugas SPBU dan pengemudi lain berusaha memberikan pertolongan pertama, namun Suryanto sudah tidak bernyawa. Tim medis yang dipanggil kemudian memastikan Suryanto meninggal akibat kelelahan akut.

"Saya masih tidak percaya. Kami tadi masih ngobrol soal anaknya yang mau masuk kuliah. Dia bilang harus kuat cari uang. Tapi antrean begini bikin dia kecapekan," tutur Rudi dengan suara getir. Menurut keterangan keluarga, Suryanto memang mengidap tekanan darah tinggi, namun selama ini tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. "Bapak selalu bilang, selagi bisa nyetir, dia akan terus jalan. Tapi kami tidak menyangka bakal begini jadinya," ucap Sri, istri Suryanto, sambil menyeka air mata.

Kelangkaan Solar Melumpuhkan Transportasi Umum

Kelangkaan solar bersubsidi sudah berlangsung berbulan-bulan di sejumlah wilayah, terutama Sumatera dan Kalimantan. Di Banyuasin, pengemudi bus dan truk harus antre 4–7 jam hanya untuk mendapatkan 20–30 liter solar, jauh dari kuota normal 80 liter per hari. Akibatnya, jadwal keberangkatan bus kacau, penumpang telantar, dan pendapatan pengemudi anjlok hingga 40%.

Sekretaris Jenderal DPP Organda Kurnia Lesani Adnan menyatakan keprihatinannya. "Meninggal dunia memang sudah menjadi takdir seseorang, tapi meninggal dunia saat mengantre BBM di SPBU yang bisa dipastikan karena kelelahan tidak semestinya terjadi," ujarnya. Organda mencatat, setidaknya 12 persen armada bus antar-kota di Sumatera Selatan berhenti operasi sementara karena kesulitan BBM, dan ratusan pengemudi terpaksa beralih profesi akibat ketidakpastian pasokan.

Keselamatan Penumpang dalam Bayang-Bayang

Tidak hanya pengemudi, penumpang juga ikut merasakan dampak. Seringnya bus terlambat membuat para pemudik dan pelajar terpaksa menunggu berjam-jam di terminal. Beberapa kasus kecelakaan juga dikaitkan dengan kelelahan pengemudi yang terpaksa menyetir setelah antre panjang. "Kalau antre saja sudah habis tenaga, bagaimana bisa fokus nyetir? Ini benar-benar bahaya," kata Yanto (38), penumpang bus Palembang–Jambi yang sering terlantar.

Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah segera menambah pasokan solar subsidi dan memperketat pengawasan distribusi. Sementara itu, keluarga Suryanto hanya bisa pasrah. "Kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tapi semoga kejadian ini membuat pemerintah lebih peduli," ujar Sri. Suryanto dimakamkan di kampung halamannya di Banyuasin, diiringi tangis keluarga dan rekan-rekan sesama pengemudi yang kini takut bernasib sama.

Krisis solar ini bukan sekadar angka antrean, melainkan kisah nyata manusia yang berjuang di jalanan. Sosok seperti Suryanto adalah tulang punggung transportasi negeri. Ketika BBM langka, yang jadi korban bukan hanya waktu, tapi juga nyawa.

[TAGS]: kelangkaan solar, sopir bus meninggal, antre BBM, transportasi umum terancam, Banyuasin [SOCIAL_TWEET]: Antrean solar subsidi kembali memakan korban jiwa. Seorang sopir bus di Banyuasin meninggal akibat kelelahan setelah mengantre berjam-jam. Kelangkaan BBM bukan cuma bikin bus telat, tapi juga mengancam keselamatan. #SolarLangka #TransportasiKrisis #Banyuasin [SOCIAL_FB]: Seorang pengemudi bus di Banyuasin, Sumatera Selatan, meninggal dunia saat antre solar bersubsidi. Peristiwa ini mengungkap betapa parahnya dampak kelangkaan BBM pada transportasi umum. Simak kisah tragis Suryanto dan bagaimana krisis ini mengancam ribuan pengemudi dan penumpang. [SOCIAL_TG]: 😢 Duka di antrean solar: Suryanto (52) tewas kelelahan saat tunggu BBM di SPBU Banyuasin. Kelangkaan solar melumpuhkan bus, penumpang telantar. Keluarga berharap ada perubahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User