Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Sinyal dari Purbaya Harga Pertamax Bakal Turun

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berpeluang mengalami penurunan dalam waktu dekat. Dalam lapo

Jul 08, 2026 - 00:25
0 0
Sinyal dari Purbaya Harga Pertamax Bakal Turun

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berpeluang mengalami penurunan dalam waktu dekat. Dalam laporan yang dihimpun Beritaseputar.com, Purbaya menyampaikan optimisme tersebut seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah dunia yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan ini disambut lega oleh masyarakat mengingat harga Pertamax yang sebelumnya sempat meroket akibat gejolak geopolitik global.

Tekanan Inflasi Berpeluang Mereda

Purbaya menjelaskan bahwa penurunan harga Pertamax akan menjadi katalis penting dalam upaya pengendalian inflasi nasional. "Kami melihat perkembangan harga minyak dunia yang cukup menggembirakan. Jika tren ini berlanjut, dan sesuai dengan mekanisme penyesuaian harga yang berlaku, maka Pertamax berpotensi turun," ujarnya sebagaimana dikutip Beritaseputar.com. Penurunan harga BBM nonsubsidi ini dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap biaya logistik dan transportasi, sehingga tekanan inflasi pada komponen harga bergejolak dapat diminimalisasi. Pada beberapa bulan sebelumnya, inflasi sempat menjadi perhatian serius karena terdorong oleh kenaikan harga energi dan pangan global.

Lonjakan harga minyak dunia sebelumnya dipicu oleh konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memanas beberapa waktu lalu. Ketegangan di Timur Tengah yang mengancam suplai minyak global sempat membuat harga Brent melonjak menembus level US$ 100 per barel. Namun, seiring meredanya eskalasi konflik dan meningkatnya prospek perdamaian, harga minyak perlahan kembali terkoreksi. Data terbaru yang dihimpun Beritaseputar.com menunjukkan harga minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di kisaran US$ 72,08 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada pada level US$ 68,89 per barel.

"Dengan harga minyak yang sudah jauh di bawah US$ 80 per barel, kami yakin Pertamina akan segera menyesuaikan harga jual Pertamax. Ini akan membantu meredakan ekspektasi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat," tegas Purbaya dalam keterangannya.

Mekanisme Penyesuaian Harga dan Proyeksi

Penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia, termasuk Pertamax, mengikuti mekanisme pasar yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Evaluasi dilakukan setiap bulan dengan mempertimbangkan harga rata-rata minyak acuan (MOPS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dengan posisi Brent yang kini jauh di bawah level psikologis US$ 75 dan nilai tukar yang relatif stabil, ruang penurunan harga Pertamax dinilai cukup terbuka. Pengamat energi yang dihubungi Beritaseputar.com memproyeksikan harga Pertamax bisa turun antara Rp 500 hingga Rp 800 per liter jika tren pelemahan harga minyak ini bertahan hingga akhir bulan.

Kebijakan penyesuaian harga ini akan menjadi berkah bagi konsumen kelas menengah yang selama ini bergantung pada BBM berkualitas tinggi untuk kendaraan mereka. Selain itu, penurunan harga Pertamax juga diharapkan mampu mengurangi disparitas harga dengan BBM subsidi, sehingga beban fiskal pemerintah dalam menyalurkan subsidi energi dapat lebih terkendali. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan terus memantau dinamika harga minyak global dan memastikan bahwa penurunan harga minyak mentah benar-benar diteruskan ke konsumen akhir melalui mekanisme pasar yang adil dan transparan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User