Harga Emas Antam Bangkit dari Pelemahan, Kembali Sentuh Rp2.640.000 per Gram
Setelah beberapa hari bergerak lesu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya mencatatkan kenaikan yang cukup menyegarkan. Berdasarkan pantauan media kami terhadap situs res
Setelah beberapa hari bergerak lesu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya mencatatkan kenaikan yang cukup menyegarkan. Berdasarkan pantauan media kami terhadap situs resmi Logam Mulia Antam pada Kamis (2/7/2026), harga emas 24 karat melonjak Rp15.000 menjadi Rp2.640.000 per gram. Kenaikan ini memutus tren pelemahan yang terjadi sejak akhir pekan lalu dan memberikan napas baru bagi para investor ritel yang terus memantau pergerakan logam mulia.
"Kenaikan ini menjadi katalis positif setelah harga bergerak dalam rentang sempit. Ada optimisme pasar terhadap kebijakan moneter dan pembelian aset safe haven," ujar salah satu analis komoditas yang dikutip laporan kami.
Lonjakan ini berdampak pada seluruh pecahan emas Antam. Satuan terkecil 0,5 gram kini dijual seharga Rp1.370.000, naik dari posisi sebelumnya. Untuk ukuran 10 gram, harga ditetapkan Rp25.895.000. Sementara itu, emas batangan berukuran 1.000 gram (1 kilogram) yang menjadi incaran investor besar dibanderol senilai Rp2.580.600.000. Data ini dikonfirmasi langsung oleh laman resmi Logam Mulia Antam yang dipantau media kami pagi ini.
Jika dilihat dalam rentang sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp2.625.000 hingga Rp2.660.000 per gram. Pergerakan ini menunjukkan bahwa setelah menyentuh level tertinggi pekan lalu, harga sempat terkoreksi dan kini kembali bangkit menuju puncak. Sementara itu, dalam sebulan terakhir, rentang perdagangan masih cukup lebar, yaitu antara Rp2.625.000 sampai Rp2.774.000 per gram. Level tertinggi bulanan yang menyentuh Rp2.774.000 itu terjadi ketika harga melambung akibat sentimen global dan aksi beli besar-besaran.
Kenaikan hari ini turut memperkecil jarak antara harga Antam dengan harga emas dunia. Aktivitas perdagangan emas global yang ditopang oleh pelemahan dolar AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga turut mendongkrak harga domestik. Investor ritel disarankan mencermati momen kenaikan ini sebagai bagian dari strategi akumulasi bertahap, mengingat volatilitas masih mungkin terjadi seiring rilis data ekonomi global.
Dengan bangkitnya harga, beberapa gerai Logam Mulia diprediksi kembali ramai dikunjungi pembeli dan penjual. Biasanya, momentum kenaikan seperti ini dimanfaatkan oleh sebagian pemegang emas untuk merealisasikan keuntungan. Meski demikian, prospek jangka menengah emas masih dipandang positif oleh sejumlah pelaku pasar. Media kami akan terus memantau pergerakan harga emas Antam dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Comments (0)