Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

[Semarang] — Crystal Palace Restaurant Hadirkan Warisan Rasa Peranakan

Hujan rintik di sore itu seakan membawa Ibu Lanny kembali ke masa kecilnya. Di meja bundar Crystal Palace Restaurant, ia menatap sepiring dim sum hangat sa

Jul 08, 2026 - 05:00
0 0

Hujan rintik di sore itu seakan membawa Ibu Lanny kembali ke masa kecilnya. Di meja bundar Crystal Palace Restaurant, ia menatap sepiring dim sum hangat sambil tersenyum. “Aroma udang dan kulit tipis ini langsung mengingatkan saya pada dapur nenek,” katanya lirih. Lanny adalah tamu setia yang hadir khusus pada hari pertama program spesial bertajuk Warisan Rasa Peranakan Semarang. Program ini mengajak siapa saja menyusuri jalur rasa yang mempertemukan kuliner Tionghoa Fujian dengan lidah masyarakat Jawa Tengah—manis, gurih, dan kaya rempah.

Mengenang Masa Lalu Lewat Semangkuk Pangsit

Saat disapa oleh Manajer Crystal Palace, Pak Rudy Setiawan, Lanny bercerita bahwa kunjungannya bukan sekadar mencari makan siang. “Saya tumbuh besar di Gang Pinggir, dekat Klenteng. Nenek saya dulu jualan lumpia dan bakso. Setiap gigitan di sini, saya merasa pulang.” Rudy mengangguk penuh pengertian. “Kami ingin tamu merasakan bukan hanya rasa, tetapi juga cerita. Jadi kami bekerja sama dengan para tetua Peranakan Semarang untuk menyusun kembali resep yang nyaris hilang,” ungkap Rudy. Restoran ini, yang sudah menjadi bagian dari PO Hotel Semarang selama 14 tahun, sengaja menggali arsip resep dari keluarga-keluarga Peranakan tua, lalu menyesuaikannya dengan standar bintang lima tanpa melepas keaslian.

Rangkaian Sajian yang Menghidupkan Nostalgia

Inilah urutan pengalaman yang saya saksikan:

  1. Tamu disambut dengan teh melati hangat dan tisu tangan yang diharumkan wedang uwuh—langsung membangkitkan ingatan akan jamuan tempo dulu.
  2. Keranjang bambu dim sum mulai berdatangan: hakau bening berisi udang segar, siomay bertekstur lembut dengan taburan kepiting, serta mantau goreng berlapis susu yang gurihnya bertahap.
  3. Menu utama adalah perpaduan khas: ayam masak merah hong yang manis pedas ala Jawa, ikan gurame saus tauco dengan potongan cabai hijau, dan sup kimlo berkaldu ayam kampung yang bening.
  4. Penutup datang dalam wujud bubur sukun bersantan dan es campur gula aren yang menyeimbangkan rempah di lidah.

Program All You Can Eat Dim Sum ini menghadirkan lebih dari sepuluh pilihan Peranakan dan Chinese Cuisine, semuanya disajikan dalam porsi elegan. Konsistensi rasa yang dibangun selama 14 tahun membuat Crystal Palace kerap disebut sebagai salah satu destinasi Chinese Cuisine terbaik di Semarang.

Kisah dan Warisan di Balik Dapur

Chef Arya, yang sudah 20 tahun menekuni masakan Peranakan, mengaku bangga bisa ikut meracik menu program ini. “Saya belajar dari mertua saya yang asli keturunan Tionghoa-Jawa. Dulu, dia masak pakai tungku dan anglo. Di sini, saya bawa resep itu ke dapur modern. Tapi kuncinya tetap ada di kesabaran marinasi dan pemilihan bumbu berkualitas,” ujarnya. Tak heran, banyak pasangan muda dan keluarga datang, termasuk Budi dan istrinya yang baru saja pindah dari Jakarta. “Kami rindu masakan yang ada rasa mikirnya, bukan sekadar pedas atau gurih instan. Di sini, ada lapisan rasa yang bikin kami ingin balik lagi,” kata Budi sambil menyantap dim sum ke sekian.

Promosi Istimewa dan Info Reservasi

Hingga 10 November 2026, program Warisan Rasa Peranakan Semarang dapat dinikmati dengan harga Rp150.000 net per orang. Itu sudah mencakup seluruh rangkaian All You Can Eat Dim Sum dan menu pelengkap. Pemesanan bisa dilakukan melalui nomor 0877 0005 4111 atau layanan Toll-Free 0800-1300-888. Lokasi PO Hotel Semarang yang berada di jantung kota memudahkan akses. “Kami ingin siapa pun bisa menikmati kehangatan perjumpaan budaya ini, tak peduli latar belakangnya,” tutup Rudy.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User