Tangan Karyawan di Tangerang Terjepit Mesin Penggiling Saus, Evakuasi Dramatis
Tangerang — Insiden kecelakaan kerja yang menegangkan terjadi di sebuah restoran kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Seorang karyawan berinisial S (21) mengalami musibah saat tangan kirinya
Tangerang — Insiden kecelakaan kerja yang menegangkan terjadi di sebuah restoran kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Seorang karyawan berinisial S (21) mengalami musibah saat tangan kirinya terjepit di dalam mesin penggiling saus. Peristiwa ini memicu operasi penyelamatan yang melibatkan tim pemadam kebakaran dan pihak rumah sakit.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut kepada media kami. Berdasarkan laporan yang diterima, permintaan bantuan evakuasi justru datang setelah korban telah dilarikan ke rumah sakit. Hal ini membuat proses penyelamatan memerlukan koordinasi teknis yang cermat antara petugas dan tenaga medis.
“Petugas UPT Damkar Cibodas menerima laporan saat korban sudah berada di rumah sakit. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak RS untuk membahas teknis evakuasi tangan korban yang masih terjepit,” ujar Andia S Rahman.
Tim pemadam kebakaran dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cibodas yang diterjunkan ke lokasi tidak serta merta dapat langsung bekerja. Kondisi korban yang sedang dalam penanganan medis membuat petugas harus menyesuaikan metode evakuasi agar tidak memperparah luka atau mengganggu prosedur darurat yang tengah berjalan. Setelah melalui diskusi intensif, pihak rumah sakit memberikan arahan spesifik: petugas damkar hanya diminta untuk melepaskan bagian bak dari mesin penggiling saus yang menjepit tangan korban.
Operasi pelepasan bak mesin tersebut memerlukan kehati-hatian tinggi. Peralatan teknis milik damkar digunakan untuk memotong atau membuka komponen mesin tanpa menimbulkan getaran atau tekanan berlebih yang bisa mencederai jaringan tangan korban lebih lanjut. Proses ini menjadi penentu apakah tangan S bisa diselamatkan tanpa amputasi yang lebih parah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini korban pasca-evakuasi. Namun, langkah sigap tim damkar Cibodas dan kolaborasi dengan tenaga medis diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk dari kecelakaan kerja ini. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam penggunaan mesin-mesin industri skala rumah tangga maupun komersial, khususnya di sektor kuliner yang kerap mengoperasikan alat penggiling bertenaga besar.
Pihak BPBD Kota Tangerang juga mengimbau agar setiap tempat usaha memastikan pelatihan operasional alat bagi karyawan serta ketersediaan prosedur darurat ketika terjadi kecelakaan. Keterlambatan penanganan akibat mesin yang sulit dilepas dari tubuh korban, seperti dalam kasus ini, menunjukkan bahwa respons cepat dan kerja sama lintas instansi sangat krusial dalam situasi darurat medis-teknis.
Comments (0)