SAMPANG — Pemuda Dirikan ABAIDI Foundation Terinspirasi Kepemimpinan Bupati
Di sebuah sudut kota Sampang yang tenang, semangat kepedulian menyala dari hati para pemudanya. Bukan sekadar wacana, mereka menuangkan kekaguman terhadap
Di sebuah sudut kota Sampang yang tenang, semangat kepedulian menyala dari hati para pemudanya. Bukan sekadar wacana, mereka menuangkan kekaguman terhadap sosok pemimpin daerah menjadi sebuah gerakan nyata. ABAIDI Foundation, sebuah yayasan kepemudaan dan sosial, resmi dibentuk oleh sekelompok anak muda yang mengaku terinspirasi oleh kedermawanan dan ketulusan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi—yang akrab disapa "Abaidi".
Yayasan yang berpusat di Sampang ini digagas bukan untuk mencari panggung, melainkan untuk menjadi perpanjangan tangan bagi masyarakat kecil. Fokus mereka jelas: pengembangan sumber daya manusia unggul melalui tiga pilar utama, yaitu aksi sosial, pendidikan, dan kesehatan. Sebuah janji untuk memberikan kontribusi yang terasa langsung di tengah masyarakat.
"Kami Terinspirasi oleh Keteladanan Beliau"
Ketua ABAIDI Foundation, Zamzami Sabiq, menceritakan bagaimana semuanya bermula. Dengan suara tenang namun penuh keyakinan, ia menggambarkan sosok Bupati yang telah menjadi lentera bagi gerakan ini.
"Jadi ABAIDI Foundation ini adalah kristalisasi dari rasa kagum kami terhadap Bapak Bupati. Beliau tidak hanya memimpin, tapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kedermawanan beliau mengajarkan kami bahwa kekuasaan sejati adalah ketika kita bisa memberi manfaat bagi orang lain. Kami ingin semangat itu tidak berhenti pada satu figur, tapi menjadi gerakan yang melibatkan lebih banyak anak muda," ungkap Azam, sapaan akrabnya, pada Sabtu (4/7/2026).
Azam menambahkan, yayasan ini akan bergerak di bidang sosial kemanusiaan dengan program-program yang menyentuh langsung kelompok rentan. Santunan anak yatim, penyaluran bantuan untuk lansia, dan bantuan bagi korban bencana menjadi prioritas utama di pilar sosial. Sementara di bidang pendidikan, ABAIDI Foundation berkomitmen memastikan tidak ada anak di Sampang yang putus sekolah hanya karena ketiadaan biaya.
Dari Jalanan Hingga Kampus: Misi Merangkul Masa Depan
Zamzami berbicara dengan nada yang bergetar ketika mengisahkan rencana mereka di bidang pendidikan. Matanya menerawang, seolah membayangkan anak-anak yang akan mereka bantu.
"Di bidang pendidikan, kami akan membantu anak-anak yang kurang mampu. Saya tahu rasanya ingin sekolah tapi terkendala ekonomi. Kami tidak ingin ada generasi yang hilang hanya karena uang. Kami akan mendampingi mereka, dari bangku sekolah hingga—jika perlu—ke perguruan tinggi. Ini bukan hanya tentang biaya, tapi tentang harapan yang harus tetap menyala," tuturnya.
Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Yayasan ini berencana menggelar bakti sosial kesehatan secara berkala, memberikan akses pengobatan gratis, dan menjadi jembatan antara fasilitas kesehatan dengan warga di pelosok yang selama ini sulit terjangkau.
Pembina: "Ini Bukan Sekadar Organisasi, Ini Panggilan Hati"
Kehadiran ABAIDI Foundation mendapat dukungan penuh dari para senior yang percaya pada potensi anak muda. Pembina yayasan, Prasetyo Lukman Hakim, menegaskan bahwa terbentuknya organisasi ini adalah hasil kesepakatan bulat para pengurus yang didasari oleh ketulusan hati.
"Organisasi ini terbentuk karena kami terinspirasi dari keberhasilan dan kepedulian sosial Abaidi. Beliau telah menunjukkan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang turun langsung ke masyarakat. Kami melihat para pemuda ini bukan sekadar ikut-ikutan. Ada panggilan batin di sana. Tugas kami para pembina adalah memastikan api semangat ini tidak padam, melainkan terus menyala dan menerangi banyak orang," ujar Prasetyo dengan mantap.
Ia menyebut ABAIDI Foundation sebagai sebuah ekosistem kepedulian yang akan melibatkan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat luas. Dengan pendekatan kolaboratif, yayasan ini diharapkan menjadi rumah bersama bagi siapa saja yang ingin berkontribusi untuk Sampang yang lebih baik.
Di balik terbentuknya ABAIDI Foundation, tersimpan pesan yang lebih dalam: bahwa keteladanan seorang pemimpin dapat melahirkan generasi baru yang haus akan kebaikan. Bukan dengan retorika, melainkan dengan aksi yang menyentuh jantung kehidupan masyarakat paling bawah. Di tangan para pemuda Sampang ini, secercah cahaya harapan tengah dinyalakan, dan mereka bertekad menjaganya agar terus berpijar bagi semua.
Comments (0)