Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Quest Hotel Simpang Lima Hadirkan "60 Seconds to Tokyo"

Aroma takoyaki yang baru diangkat dari panggangan menyatu dengan lantunan shamisen yang mengalun lembut di lobi Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Di sudu

Jul 08, 2026 - 05:07
0 0

Aroma takoyaki yang baru diangkat dari panggangan menyatu dengan lantunan shamisen yang mengalun lembut di lobi Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Di sudut ruangan, dua sosok ikonik—Ren, pria berdarah Indonesia-Jepang, dan Reina, wanita Jepang yang menetap di Indonesia—menyambut setiap tamu dengan senyum hangat. Mereka bukan sekadar maskot. Ren adalah penjaga keotentikan rasa, memastikan setiap gigitan tetap setia pada cita rasa khas Tokyo. Reina adalah jiwa yang antusias, selalu berseri saat menemukan kembali kenangan masa kecilnya dalam semangkuk ramen hangat.

“Saya langsung teringat ketika jalan-jalan malam di Shinjuku dulu. Aroma okonomiyaki di sini persis seperti yang saya rindukan,” ujar Rina, seorang ibu rumah tangga yang datang bersama keluarganya. Matanya berbinar saat mencicipi yakitori yang disajikan langsung dari gerai sementara bergaya jalanan Jepang. Rencana awalnya hanya menginap satu malam, tapi pengalaman itu membuatnya kembali keesokan harinya hanya untuk mencoba menu yang belum sempat ia cicipi.

Menangkap Kerinduan pada Tokyo Tanpa Harus Terbang

Program "60 Seconds to Tokyo" yang digelar Archipelago Hotels adalah jawaban atas kerinduan itu. Selama enam bulan ke depan, 138 hotel dari jenama Aston hingga fave—termasuk Quest Hotel Simpang Lima—menyulap sudut lobi dan restoran menjadi pojok street food Jepang. Tamu hotel dan masyarakat umum bisa menikmati sajian otentik tanpa harus memesan tiket pesawat.

Di balik program ini, Ren dan Reina menjadi jembatan emosional. Ren, yang tumbuh dalam dua budaya, bercerita, “Saya ingin orang Indonesia merasakan bagaimana street food di Jepang bukan sekadar makanan, tapi pengalaman: suara, aroma, dan kehangatan penjualnya.” Sementara Reina, dengan logat Jepang yang masih kental, menambahkan, “Saya selalu mencari rasa rumah. Dan di sini, saya menemukannya kembali.”

Antusiasme yang Tercermin dalam Angka

Kerinduan itu bukan tanpa alasan. Menurut survei SiteMinder Changing Traveller Report 2025, Jepang menjadi destinasi luar negeri favorit wisatawan Indonesia, dipilih oleh 33% responden. Data dari Japan National Tourism Organization (JNTO) menunjukkan kunjungan warga Indonesia ke Jepang sepanjang Januari–November 2025 mencapai 558.900 orang, melonjak 26,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Wisatawan Indonesia ke Jepang (Jan–Nov)
TahunJumlah KunjunganPertumbuhan
2024~442.600-
2025558.900+26,3%

“Masyarakat Semarang punya antusiasme tinggi terhadap kuliner baru. Program ini kami hadirkan agar masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabat sambil menikmati cita rasa Jepang yang hanya tersedia selama periode promosi,” kata Yohanes Argowardono, General Manager Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Ia berharap "60 Seconds to Tokyo" menjadi alasan bagi warga untuk sekadar mampir, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan baru.

Lebih dari Sekadar Kuliner, Sebuah Perjalanan Emosional

“Program seperti ini bukan hanya menjual makanan, tetapi juga nostalgia dan mimpi. Di tengah keterbatasan waktu dan biaya untuk benar-benar ke Jepang, hotel menghadirkan potongan kecil Tokyo yang bisa diakses siapa saja,” ujar Dina, pengamat tren gaya hidup yang akrab dengan dunia perhotelan. Menurutnya, menggandeng karakter Ren dan Reina adalah langkah cerdas: mereka memberi wajah manusiawi pada pengalaman yang ditawarkan.

Bagi Reina, setiap interaksi dengan tamu adalah cerita yang mengingatkannya pada tanah kelahirannya. “Kemarin ada seorang nenek yang bilang, ‘Terima kasih, saya jadi tahu rasa Jepang yang sesungguhnya.’ Itu membuat saya bangga,” katanya, tersenyum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User