Pejabat Palestina Tuduh Israel Berencana Kuasai 3.750 Situs Arkeologi di Tepi Barat
Seorang pejabat tinggi Palestina melontarkan tuduhan keras bahwa Israel memiliki rencana sistematis untuk mengambil alih lebih dari 3.750 situs arkeologi yang tersebar di seluruh wilayah Tepi Barat.
Seorang pejabat tinggi Palestina melontarkan tuduhan keras bahwa Israel memiliki rencana sistematis untuk mengambil alih lebih dari 3.750 situs arkeologi yang tersebar di seluruh wilayah Tepi Barat. Tuduhan ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat terkait perebutan kendali atas lokasi-lokasi warisan budaya dan sejarah di kawasan pendudukan tersebut.
Saleh Tawafsha, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan radio resmi Voice of Palestine. Ia menggambarkan langkah Israel sebagai bagian dari strategi pengambilalihan yang lebih luas, yang tidak hanya menyasar kekayaan arkeologi Palestina tetapi juga dirancang untuk mendukung dan memperkuat ekspansi permukiman warga Yahudi di Tepi Barat.
Tawafsha menjelaskan bahwa organisasi-organisasi permukiman Israel bergerak agresif dengan dukungan penuh dari pemerintah. Menurutnya, kelompok-kelompok ini secara aktif berupaya mengalihkan wewenang pengelolaan ribuan situs bersejarah tersebut dari tangan otoritas Palestina kepada para pemukim Israel. Langkah ini dinilainya sebagai bentuk pencurian identitas budaya dan upaya sistematis untuk menghapus jejak sejarah Palestina dari tanah kelahirannya sendiri.
"Organisasi-organisasi permukiman Israel, dengan dukungan pemerintah, berupaya mengalihkan pengelolaan situs-situs tersebut kepada para pemukim, yang telah memperluas kehadiran mereka dengan mendirikan pos-pos baru di dekat beberapa lokasi tersebut,"
ungkapan tersebut menegaskan kekhawatiran mendalam pihak Palestina terhadap apa yang mereka sebut sebagai "niat jahat" Israel. Tuduhan ini mencuat seiring dengan semakin banyaknya laporan tentang pendirian pos-pos permukiman baru di sekitar lokasi-lokasi arkeologi penting, yang dianggap sebagai langkah awal untuk mengklaim kendali penuh atas area tersebut.
Para ahli arkeologi dan pemerhati warisan budaya internasional telah lama menyuarakan keprihatinan serupa. Mereka mencatat bahwa situs-situs arkeologi di Tepi Barat memiliki nilai sejarah yang sangat signifikan, mencakup berbagai periode peradaban mulai dari zaman kuno hingga era Islam dan Kristen awal. Pengambilalihan situs-situs ini tidak hanya berdampak pada narasi sejarah Palestina tetapi juga mengancam integritas warisan budaya dunia secara keseluruhan.
Pihak Palestina menekankan bahwa upaya ini bukanlah fenomena baru, melainkan bagian dari pola panjang pencaplokan tanah dan sumber daya di Tepi Barat. Wilayah tersebut, yang diduduki Israel sejak perang 1967, menjadi rumah bagi ribuan artefak dan struktur kuno yang membentang dari era Paleolitik hingga periode Ottoman. Tawafsha menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya UNESCO, untuk mengambil tindakan tegas guna mencegah apa yang ia sebut sebagai "perampokan budaya" yang sedang berlangsung.
Hingga kini, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang disampaikan oleh pejabat Palestina tersebut. Namun, ketegangan seputar pengelolaan situs warisan budaya di Tepi Barat diprediksi akan terus menjadi salah satu titik api dalam konflik berkepanjangan antara kedua belah pihak. Perkembangan situasi ini akan terus dipantau oleh media kami, Beritaseputar.com, untuk memberikan informasi terkini kepada para pembaca.
Comments (0)