Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Ziarah Gunung Kawi Dinilai sebagai Warisan Mozaik Budaya Nusantara

Aktivitas ziarah di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengemuka dalam diskursus publik. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini mendapat sorotan setelah Menteri Kebudayaan F

Jul 08, 2026 - 08:45
0 1
Ziarah Gunung Kawi Dinilai sebagai Warisan Mozaik Budaya Nusantara

Aktivitas ziarah di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali mengemuka dalam diskursus publik. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini mendapat sorotan setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa kegiatan tersebut adalah cerminan dari tradisi dan budaya lama yang melekat di masyarakat.

Mengutip laporan Antara, Selasa (7/7/2026), Fadli Zon menuturkan bahwa fenomena di Gunung Kawi merupakan bagian dari keberagaman cara masyarakat dalam memahami kehidupan. Ia melihat praktik tersebut sebagai mozaik budaya yang tidak hanya terjadi di satu tempat, tetapi tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Gunung Kawi ya, itu kan kita keberagaman kita di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi dan di berbagai tempat, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama,

Pernyataan ini merespons perbincangan hangat di media sosial maupun ranah publik lainnya mengenai maraknya peziarah yang mendatangi kompleks pemakaman di kawasan itu. Gunung Kawi selama ini dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh yang dihormati masyarakat setempat, seperti Eyang Jugo dan Eyang Sujo. Para pendatang datang dengan beragam motivasi, mulai dari napak tilas spiritual, doa bersama, hingga bagian dari wisata religi yang berkontribusi pada ekonomi lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon menambahkan bahwa pemerintah memandang aktivitas tradisi semacam itu sebagai kenyataan kehidupan yang patut dihormati selama membawa manfaat dan tidak merusak.

Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat, dan tidak mengganggu dan tidak merusak, tentu itu kita anggap sebagai realitas kehidupan kita,

Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan Kementerian Kebudayaan tidak semata-mata normatif terhadap kepercayaan lokal, tetapi juga menimbang dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan. Ekonomi budaya dari kunjungan peziarah diyakini membuka lapangan kerja baru serta perputaran uang di wilayah pedesaan.

Gunung Kawi dan tradisi ziarah serupa di berbagai penjuru Nusantara memang menjadi bukti betapa kekayaan adat, kepercayaan, dan spiritualitas masih hidup di tengah modernisasi. Dengan demikian, pelestarian budaya tak hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi juga pada pengakuan bahwa praktik tersebut memiliki tempat dalam kehidupan berbangsa yang majemuk. Informasi selengkapnya mengenai perkembangan kebijakan kebudayaan nasional dapat diikuti melalui laporan-laporan Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User