Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, 3.700 Korban Meninggal di 3 Negara

Sejumlah negara di Eropa tengah berduka. Gelombang panas dahsyat yang menerjang kawasan itu pada akhir Juni lalu memakan korban dalam jumlah yang sangat besar. Berdasarkan laporan yang dihimpun, sedi

Jul 08, 2026 - 08:46
0 0
Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, 3.700 Korban Meninggal di 3 Negara

Sejumlah negara di Eropa tengah berduka. Gelombang panas dahsyat yang menerjang kawasan itu pada akhir Juni lalu memakan korban dalam jumlah yang sangat besar. Berdasarkan laporan yang dihimpun, sedikitnya 3.700 orang dilaporkan meninggal dunia di tiga negara akibat suhu ekstrem yang melonjak tajam selama lebih dari sepekan.

Periode kritis tercatat berlangsung dari tanggal 20 hingga 28 Juni. Pada rentang waktu tersebut, suhu udara di berbagai wilayah memecahkan rekor dengan menembus angka 40 derajat Celsius. Pemerintah setempat menyatakan data korban jiwa masih bersifat sementara, sehingga angka kematian diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses pendataan yang berlangsung di lapangan.

Para ahli klimatologi menggambarkan peristiwa ini sebagai salah satu gelombang panas paling parah yang pernah tercatat melanda benua Eropa.

Dari ketiga negara yang terdampak paling parah, Prancis mencatat jumlah kematian tertinggi. Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, mengumumkan bahwa negara tersebut mengalami kelebihan angka kematian sebanyak 2.025 jiwa. Angka ini menunjukkan lonjakan kematian hingga 29,1 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal di periode yang sama. Kelompok lansia menjadi pihak yang paling rentan dalam kejadian ini, di mana mayoritas korban berasal dari warga dengan usia di atas 65 tahun. Meski demikian, tren peningkatan kematian juga terdeteksi signifikan pada kelompok usia 45 hingga 64 tahun.

Selain Prancis, korban jiwa juga tersebar di Belgia dan Belanda yang turut merasakan keganasan terik matahari. Situasi darurat ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pejabat kesehatan dan pemerintah setempat mengenai kesiapan infrastruktur publik dalam menghadapi bencana iklim. Rumah sakit di sejumlah kota besar mengalami lonjakan pasien dengan gejala dehidrasi akut dan serangan panas, sementara fasilitas perawatan lansia terus berjuang menstabilkan suhu ruangan agar tetap layak huni. Investigasi lebih mendalam mengenai total dampak bencana ini tengah dilakukan, dan tim respons darurat masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi gelombang panas susulan. Demikian laporan yang dirangkum oleh tim redaksi Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User