Neraca Perdagangan Jabar Surplus USD 11,31 Miliar hingga Mei 2026
Jawa Barat kembali membuktikan kekuatan sektor perdagangan luarnya dengan membukukan surplus neraca perdagangan yang signifikan. Berdasarkan data yang dirilis, provinsi ini mencatat surplus sebesar U
Jawa Barat kembali membuktikan kekuatan sektor perdagangan luarnya dengan membukukan surplus neraca perdagangan yang signifikan. Berdasarkan data yang dirilis, provinsi ini mencatat surplus sebesar USD 11,31 miliar selama periode Januari hingga Mei 2026. Pencapaian gemilang tersebut didorong oleh nilai ekspor yang berhasil mengungguli kinerja impor pada lima bulan pertama tahun ini, menandakan daya saing produk lokal yang terus meningkat di kancah global.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa nilai ekspor Jawa Barat sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai USD 15,97 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,71 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap berbagai komoditas andalan dari Jawa Barat masih cukup kuat di pasar internasional.
"Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar USD 296,93 juta atau 25,27 persen," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Beritaseputar.com, Selasa (7/7/2026).
Secara lebih rinci, kontribusi terbesar dalam ekspor berasal dari sektor nonmigas yang tercatat sebesar USD 15,87 miliar, atau naik 3,85 persen dari periode sebelumnya. Namun demikian, ekspor migas justru menunjukkan performa berbeda dengan catatan sebesar USD 100,27 juta, yang berarti turun 14,78 persen. Kondisi ini semakin mempertegas posisi ekspor nonmigas sebagai penopang utama kinerja perdagangan Jawa Barat.
Tren positif juga terlihat pada data bulanan. Pada Mei 2026 saja, nilai ekspor Jawa Barat mencapai USD 3,40 miliar, meningkat 2,10 persen dibandingkan dengan Mei 2025. Di sisi lain, ekspor nonmigas pada bulan tersebut tercatat sebesar USD 3,37 miliar, naik 2,21 persen. Angka tersebut mencerminkan momentum pemulihan dan stabilitas sektor manufaktur di wilayah ini.
Surplus neraca perdagangan yang besar ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Untuk mempertahankan tren positif ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sangat diperlukan guna memperluas pasar ekspor serta meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan secara berkelanjutan.
Comments (0)