Kapolri Rotasi Besar-besaran 1.121 Perwira, Resmikan Polresta di IKN
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar mutasi akbar dengan merotasi sebanyak 1.121 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Rotasi in
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar mutasi akbar dengan merotasi sebanyak 1.121 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Rotasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi serta penguatan struktur kelembagaan di tubuh Korps Bhayangkara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, mutasi tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) yang ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (25/6/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks, termasuk di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penguatan Kelembagaan di Ibu Kota Nusantara
Salah satu poin krusial dalam rotasi kali ini adalah pembentukan dan pengisian struktur Kepolisian Resor Kota (Polresta) baru di wilayah IKN. Pembentukan Polresta ini menandai babak baru dalam upaya Polri menghadirkan pelayanan prima dan keamanan yang terintegrasi di ibu kota masa depan Indonesia. Langkah ini dinilai krusial seiring dengan percepatan pembangunan dan perpindahan aparatur sipil negara ke kawasan tersebut.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangan tertulisnya kepada media kami pada Jumat (26/6/2026), menegaskan bahwa dinamika mutasi adalah keniscayaan dalam organisasi modern.
"Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," ujar Trunoyudo.
Rotasi serentak ini tidak hanya menyasar posisi strategis di level Mabes Polri, tetapi juga merata hingga ke satuan wilayah. Dari total 1.121 personel yang digeser, sejumlah nama menempati jabatan baru yang vital, mulai dari posisi Kapolda, Wakapolda, hingga pejabat utama lainnya. Kebijakan promosi dan mutasi ini diharapkan mampu membawa semangat baru serta inovasi dalam setiap program Polri ke depan.
Selain pembentukan Polresta IKN, pergeseran personel ini juga dimaksudkan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh para perwira yang memasuki masa pensiun, melanjutkan pendidikan tinggi, atau mendapatkan penugasan khusus di luar struktur Polri. Dengan penyegaran ini, Polri ingin memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan berjalan dengan baik tanpa mengganggu ritme pelayanan publik. Analis keamanan menilai, rotasi besar ini menunjukkan kesiapan Polri dalam menyesuaikan diri dengan perubahan geopolitik domestik, khususnya dalam mengawal transisi penuh menuju IKN.
Comments (0)