Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Jakarta — Diet Tahan Lapar Picu Bobot Naik Dua Kali Lipat

Bagi Rina (29), timbangan di sudut kamar adalah musuh yang harus ditaklukkan setiap pagi. Karyawati swasta itu rela menelan dua lembar roti tawar dan segel

Jul 09, 2026 - 18:48
0 0
Jakarta — Diet Tahan Lapar Picu Bobot Naik Dua Kali Lipat

Bagi Rina (29), timbangan di sudut kamar adalah musuh yang harus ditaklukkan setiap pagi. Karyawati swasta itu rela menelan dua lembar roti tawar dan segelas air putih seharian demi melihat angka di layar digital melorot cepat. “Saya pikir, makin sakit makin berhasil. Kalau perut keroncongan, saya anggap lemak sedang terbakar,” kenangnya sambil tersenyum getir. Upayanya berbuah manis—dalam dua minggu, berat badannya susut 5 kilogram. Namun cerita berubah kelam tiga bulan kemudian saat jarum timbangan justru menunjuk angka 7 kilogram lebih berat daripada sebelum ia memulai diet ekstrem.

Minggu Pertama: Antusiasme yang Menipu

  1. Rina memangkas asupan kalori menjadi hanya 800 kkal per hari, jauh di bawah kebutuhan normal 1.800–2.000 kkal.
  2. Ia menolak nasi, lauk berlemak, dan camilan. Sarapan seiris roti, makan siang sepotong tempe bakar, malam kadang hanya teh hangat.
  3. Timbangan menunjukkan penurunan 3 kg dalam 7 hari pertama. Rina girang, menduga lemak perutnya lenyap begitu saja.

Apa yang terjadi selanjutnya baru ia sadari saat konsultasi dengan dr. Raka Yudhistira, SpGK, spesialis gizi klinik di Jakarta Selatan. “Penurunan cepat seperti itu mayoritas adalah air dan massa otot yang hilang, bukan lemak tubuh. Tubuh yang kelaparan justru masuk mode darurat—metabolisme melambat dan otot dipecah sebagai energi,” ujar dr. Raka, Rabu (8/7/2026). Kutipan ini menyentil Rina yang semula mengagungkan “makin lapar makin sukses”.

Bulan Pertama: Angka Timbangan Turun, Kesehatan Merosot

  1. Pada akhir bulan pertama, total bobot Rina turun 6 kg. Ia mulai mengalami sering pusing, rambut rontok, dan siklus haid kacau.
  2. Rekan kerjanya berkomentar, “Kamu kurus banget, tapi kok pucat?” Rina hanya tertawa kecil. Di dalam hati, ia sudah tak tahan menahan lapar.
  3. Menurut dr. Raka, rasa lelah ekstrem dan gangguan hormon adalah alarm biologis. “Tubuh perempuan butuh lemak esensial untuk produksi hormon. Kalau sudah terganggu, itu alarm merah,” tegasnya.

Rina tetap berniat meneruskan dietnya. Namun, tubuh punya mekanisme bertahan sendiri. Ketika ia sesekali “cheat day” dengan sepiring nasi goreng, tubuhnya langsung menimbun setiap kalori sebagai cadangan energi—persis seperti menyimpan tabungan setelah lama kelaparan.

Bulan Ketiga: Berat Badan Melambung Tanpa Kendali

  1. Setelah dua bulan disiplin menyiksa diri, Rina tak kuasa menahan keinginan makan normal. Nafsu makannya meledak.
  2. Dalam empat minggu, bobotnya naik dari 52 kg ke 59 kg—lebih tinggi 7 kg dari berat awal sebelum diet.
  3. Ia mengalami apa yang disebut dr. Raka sebagai efek yoyo (weight cycling). “Restriksi kalori ekstrem memperlambat metabolisme basal. Begitu makan normal kembali, tubuh menyimpannya lebih banyak sebagai lemak. Riset menunjukkan hingga 80 persen pelaku diet ketat mengalami rebound dalam 1–2 tahun, dan kenaikannya bisa dua kali lipat dari yang turun,” jelasnya.

Sore itu, Rina menatap cermin dengan air mata menggenang. Pahanya lebih besar, perutnya lebih buncit, dan yang paling menyakitkan, harga dirinya ikut rontok. “Saya merasa gagal, padahal saya sudah berusaha paling keras,” bisiknya.

Rekonsiliasi dengan Tubuh dan Piring Makan

Berbekal rujukan dari komunitas sehat, Rina akhirnya memilih jalur yang diabaikannya dulu: diet perlahan, gizi seimbang, dan latihan beban ringan. dr. Raka merancang defisit kalori moderat 300–400 kkal per hari dan menekankan asupan protein cukup untuk menyelamatkan massa otot. Dalam enam bulan, berat Rina turun 4 kg dengan stabil—tak ada drama kelaparan, tak ada lonjakan balasan.

“Yang paling susah sebenarnya melawan mental ‘ingin cepat’ itu,” kata Rina kini. Pelajaran pahitnya mengajarkan bahwa timbangan bukanlah satu-satunya ukuran, dan menahan lapar berlebihan hanya akan dibalas tubuh dengan bunga berbungkus lemak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User