Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Iran Yakin Kesepakatan dengan AS Bisa Kembalikan Aset Beku 6 Miliar Dolar

Teheran – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan keyakinan kuat bahwa pembicaraan awal dengan Amerika Serikat akan berakhir positif. Menurut keterangan resmi yang dilansir media kami pada M

Jul 08, 2026 - 00:12
0 0
Iran Yakin Kesepakatan dengan AS Bisa Kembalikan Aset Beku 6 Miliar Dolar

Teheran – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan keyakinan kuat bahwa pembicaraan awal dengan Amerika Serikat akan berakhir positif. Menurut keterangan resmi yang dilansir media kami pada Minggu (21/6/2026), Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi mengembalikan aset beku Iran senilai 6 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara dengan Rp106 triliun, yang selama ini berada dalam penguasaan Qatar. Dana tersebut awalnya merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan yang melibatkan Washington dan Teheran, dan kini diharapkan menjadi fondasi bagi gencatan senjata serta normalisasi hubungan bilateral yang lebih luas.

Pernyataan Presiden Pezeshkian

Dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Tasnim, Presiden Pezeshkian menekankan bahwa poin-poin dalam nota kesepahaman awal sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional Iran. Ia menyebutkan bahwa proses negosiasi yang tengah berjalan akan membuktikan bahwa pendekatan diplomatis mampu menyelesaikan krisis berkepanjangan di kawasan. Pezeshkian juga mengisyaratkan bahwa mekanisme pencairan aset tersebut dirancang secara transparan dengan pengawasan pihak ketiga, termasuk Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator kunci antara Teheran dan Washington.

“Semua ketentuan nota kesepahaman menguntungkan kita, dan keberhasilan pembicaraan dan negosiasi ini akan terbukti,” kata Presiden Masoud Pezeshkian, seperti dilaporkan oleh media kami.

Aset Beku dan Dinamika Diplomatik

Dana sebesar 6 miliar dolar yang dimaksud berasal dari hasil penjualan minyak Iran yang tertahan di bank-bank Korea Selatan akibat sanksi Amerika Serikat. Pada 2023, dana tersebut dipindahkan ke rekening yang dikelola oleh Qatar sebagai bagian dari kesepakatan pembebasan warga negara AS yang ditahan di Iran. Namun, implementasi penuh pencairannya sempat tersendat karena perbedaan interpretasi perjanjian. Kini, dengan adanya pembicaraan baru yang difasilitasi oleh Doha, Teheran optimistis dana itu akan segera dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan pemulihan ekonomi pascaperang.

Laporan Beritaseputar.com dari Teheran menyebutkan bahwa para pejabat Kementerian Luar Negeri Iran terus melakukan komunikasi intensif dengan mitranya di Qatar untuk memastikan agar tidak ada hambatan teknis dalam proses transfer. Jika berhasil, pengembalian aset ini akan menjadi capaian diplomatik signifikan bagi pemerintahan Pezeshkian dan membuka peluang bagi kelanjutan dialog mengenai isu-isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir dan keamanan regional. Situasi ini dipantau secara ketat oleh pelaku pasar global, mengingat potensi kembalinya minyak Iran ke pasar internasional dapat memengaruhi harga energi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rina-wulandari

Editor Hiburan. Editor hiburan dan budaya populer.

Comments (0)

User