Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Iran Pertegas Sikap: Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Tanpa Gencatan Senjata di Lebanon

Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah otoritas Iran mengambil langkah tegas dengan menutup kembali akses Selat Hormuz. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap

Jul 08, 2026 - 05:50
0 0
Iran Pertegas Sikap: Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Tanpa Gencatan Senjata di Lebanon

Jakarta - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah otoritas Iran mengambil langkah tegas dengan menutup kembali akses Selat Hormuz. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap serangan yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon selatan, yang hingga kini masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Penutupan jalur perairan strategis ini terjadi bersamaan dengan dimulainya babak baru perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss. Pertemuan tersebut digelar menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan mampu menjadi landasan penyelesaian konflik berkepanjangan antara kedua negara. Namun, di tengah upaya diplomasi tersebut, Iran justru memperlihatkan sikap kerasnya dengan menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar utama.

"Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama gencatan senjata di Lebanon tidak dihormati," demikian pernyataan sumber pejabat Iran yang familiar dengan tim negosiasi AS-Iran, seperti dilansir media kami dari laporan Tasnim, Senin (22/6/2026).

Sumber yang sama juga menambahkan syarat lain yang tak kalah krusial. Jalur air yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia itu akan tetap ditutup hingga izin resmi yang memungkinkan Iran kembali menjual minyaknya secara bebas dikeluarkan. Ini menegaskan bahwa Teheran mengaitkan isu keamanan regional dengan kepentingan ekonominya yang selama ini terhambat sanksi internasional.

Langkah Iran ini tentu memicu kekhawatiran global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu choke point terpenting dalam jalur distribusi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi perairan ini setiap harinya. Penutupan jalur ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi memicu gejolak harga energi di pasar internasional yang saat ini masih dalam kondisi rapuh.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait ultimatum yang disampaikan Iran. Para pengamat menilai situasi ini akan menjadi ujian berat bagi proses perundingan yang tengah berjalan di Swiss, mengingat kedua isu — gencatan senjata di Lebanon dan pencabutan sanksi minyak Iran — merupakan pokok bahasan yang sangat kompleks dan sensitif.

Perundingan AS-Iran sendiri diharapkan dapat menemukan titik temu dalam beberapa hari ke depan. Namun dengan sikap keras yang ditunjukkan Teheran, jalan menuju perdamaian di kawasan tampaknya masih akan dipenuhi rintangan diplomatik yang tidak mudah diatasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User