Harga Bitcoin Melonjak ke Rp1,13 Miliar, Analis: Ini Rebound Teknikal, Bukan Reli Fundamental
Pasar aset kripto kembali bergairah. Harga Bitcoin terpantau menguat signifikan dalam 24 jam terakhir, menyentuh level US$ 63.615 atau setara dengan Rp1,13 miliar (mengacu pada kurs Rp17.860 per dola
Pasar aset kripto kembali bergairah. Harga Bitcoin terpantau menguat signifikan dalam 24 jam terakhir, menyentuh level US$ 63.615 atau setara dengan Rp1,13 miliar (mengacu pada kurs Rp17.860 per dolar AS) pada Jumat (12/6). Penguatan ini membawa Bitcoin naik 2,48% dan menjadi titik terang di tengah pergerakan pasar kripto yang relatif mendatar. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turut terangkat sekitar 2,26%, menunjukkan adanya aliran modal yang kembali masuk ke instrumen digital.
Pendorong Sentimen Makro
Kenaikan harga aset digital paling populer ini tidak terlepas dari membaiknya sentimen pasar global. Perubahan ekspektasi para pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat menjadi katalis utama. Seiring dengan meredanya kekhawatiran akan pengetatan moneter yang agresif, selera investor terhadap aset berisiko (risk-on assets) kembali meningkat. Hal ini tercermin dari menguatnya pasar saham dan logam mulia emas secara bersamaan, menciptakan efek limpahan positif bagi Bitcoin.
Bukan Fundamental, Tapi Teknikal
Namun, seorang analis pasar kripto yang diwawancarai oleh Beritaseputar.com memberikan pandangan yang lebih terukur. Fyqieh Fachrur, analis dari Tokocrypto, menekankan bahwa reli kali ini belum tentu berasal dari kekuatan fundamental pasar kripto itu sendiri.
"Kenaikan Bitcoin saat ini lebih tepat dibaca sebagai rebound teknikal yang ditopang oleh sentimen makro, bukan reli yang sepenuhnya berasal dari fundamental pasar kripto," ujarnya dalam laporan yang diterima media kami.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga lebih didorong oleh faktor eksternal dan psikologis pasar jangka pendek, bukan oleh perkembangan fundamental seperti adopsi institusional besar-besaran atau perubahan regulasi yang signifikan. Dengan kata lain, pemulihan ini masih rentan terhadap koreksi jika sentimen global kembali berubah.
Prospek dan Target Lanjutan
Meski bersifat teknikal, momentum ini tetap membuka peluang bagi Bitcoin untuk menguji level resistensi yang lebih tinggi. Para pelaku pasar kini mencermati apakah aset ini mampu mempertahankan level psikologis di atas US$63.000. Jika sentimen makro tetap kondusif dan tidak ada guncangan eksternal yang tiba-tiba, sejumlah pengamat tidak menutup kemungkinan harga Bitcoin akan merambat naik menuju target yang lebih ambisius, yaitu menembus Rp1,16 miliar dalam waktu dekat. Namun, investor tetap diimbau untuk waspada terhadap volatilitas tinggi yang selalu menjadi ciri khas perdagangan aset digital ini.
Comments (0)