Cipete — Polisi Sita Brankas Berisi Dokumen dan Valas
Aroma kopi robusta yang biasanya menenangkan di sudut Cipete pagi itu seketika berubah menjadi hawa tegang. Rabu, 8 Juli 2026, langit Jakarta Selatan masih
Aroma kopi robusta yang biasanya menenangkan di sudut Cipete pagi itu seketika berubah menjadi hawa tegang. Rabu, 8 Juli 2026, langit Jakarta Selatan masih temaram ketika sejumlah kendaraan taktis berhenti di depan Cafe De Clan, sebuah kedai yang selama ini dikenal sebagai tempat mangkal para profesional muda. Tak ada denting cangkir—hanya langkah-langkah pasti petugas yang memecah keheningan.
“Saya baru saja menyalakan mesin espresso, lalu tiba-tiba banyak polisi masuk. Mereka sopan, tapi tegas. Semua karyawan diminta berkumpul di satu sudut,” tutur Sari (24), barista yang baru dua bulan bekerja di kafe itu, dengan suara bergetar. “Saya lihat mereka langsung menuju ke ruangan belakang—ruang yang biasanya hanya bos yang boleh masuk.”
Pukul 09.00: Tim Gabungan Masuk, Area Steril
- Pukul 08.45 WIB – Tim gabungan dari Direskrimsus Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) tiba di lokasi dengan surat penggeledahan resmi. Kawasan depan kafe langsung disterilkan.
- Pukul 09.10 WIB – Petugas memasuki ruang utama kafe dan mengamankan semua karyawan serta dua pengunjung yang baru datang. Tidak ada perlawanan berarti.
- Pukul 09.35 WIB – Fokus penggeledahan bergeser ke sebuah ruang tertutup di bagian belakang yang selama ini digunakan sebagai kantor pribadi pemilik kafe. Menurut karyawan, ruangan itu tidak pernah dibuka untuk siapa pun.
- Pukul 10.15 WIB – Setelah hampir 40 menit pemeriksaan intensif, petugas menemukan sebuah brankas baja seberat 200 kilogram tersembunyi di balik rak buku palsu.
- Pukul 11.00 WIB – Brankas berhasil diamankan tanpa dibuka di tempat. Bersamaan dengan itu, polisi menyita sejumlah dokumen bisnis, beberapa map kontrak, dan amplop berisi uang tunai dari laci meja.
Comments (0)