Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

AXA Financial Indonesia Luncurkan Asuransi Jiwa Hingga Usia 100 Tahun

Di tengah kenyataan pahit bahwa hanya 2,8% penduduk Indonesia yang memiliki asuransi jiwa, PT AXA Financial Indonesia (AFI) mengambil langkah besar. Pada K

Jul 09, 2026 - 01:34
0 1
AXA Financial Indonesia Luncurkan Asuransi Jiwa Hingga Usia 100 Tahun
Di tengah kenyataan pahit bahwa hanya 2,8% penduduk Indonesia yang memiliki asuransi jiwa, PT AXA Financial Indonesia (AFI) mengambil langkah besar. Pada Kamis pekan lalu, perusahaan itu meresmikan produk anyar bertajuk Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector—sebuah asuransi jiwa tradisional yang menjanjikan perlindungan hingga sang pemegang polis genap berusia 100 tahun. “Kami ingin mematahkan stigma bahwa asuransi hanya untuk yang muda dan produktif. Setiap orang berhak merasa tenang hingga ujung usia,” ujar Renata Kusuma, Direktur Pemasaran AXA Financial Indonesia, saat ditemui di sela-sela peluncuran.

Sorot Lampu di Balik Panggung Peluncuran

Ruang utama di bilangan Sudirman itu dipenuhi undangan terbatas—perwakilan komunitas lansia, perencana keuangan, hingga keluarga-keluarga yang menjadi nasabah setia. Jalannya acara diatur agar tak terasa formal kaku, justru lebih mirip temu wicara hangat.
  1. Pukul 09.00: Pembukaan dilakukan dengan sajian video pendek yang menampilkan kisah seorang nenek penjaja kue tradisional dan cucunya. Narasi kakek berusia 86 tahun yang masih harus menopang ekonomi keluarga menjadi pembuka yang membungkam ruangan.
  2. Pukul 09.45: Renata naik ke podium menjelaskan latar belakang produk. “Data kami menunjukkan, harapan hidup penduduk Indonesia kini mencapai 71,7 tahun. Namun, banyak yang belum memiliki cadangan keuangan setelah pensiun. Di sinilah Lifetime Protection hadir—bukan hanya melindungi, tapi mendampingi hingga seabad.”
  3. Pukul 10.15: Dua nasabah yang telah menjajal produk ini secara terbatas memberikan testimoni. Salah satunya Pak Harun, 63 tahun, pensiunan pegawai negeri sipil. “Saya tidak mau merepotkan anak-cucu kalau nanti saya sakit. Dengan polis ini, saya bisa meninggalkan warisan kecil untuk biaya pendidikan cucu saya, bukan warisan utang,” ucapnya, disambut tepukan hadirin.
  4. Pukul 11.00: Simulasi polis secara langsung. Para tamu dipandu konsultan untuk menghitung kebutuhan proteksi mereka sendiri. Antusiasme tampak jelas—beberapa langsung mendaftar di tempat.

Bukan Sekadar Angka, Melainkan Rangkulan

Produk ini mengusung masa pertanggungan hingga usia 100 tahun, jauh melampaui rata-rata polis konvensional yang umumnya berhenti di usia 65–75 tahun. Preminya diklaim tetap (flat) sepanjang masa bayar, sehingga nasabah tidak akan terkejut oleh kenaikan biaya di masa tua. Jika tertanggung meninggal dunia, ahli waris menerima uang pertanggungan penuh 100% plus akumulasi nilai tunai yang tumbuh setiap tahun. “Kita melihat begitu banyak lansia yang hidup tanpa jaring pengaman. Begitu pasangan mereka meninggal, pendapatan hilang, dan anak-anak yang masih berjuang sendiri harus menanggung beban ganda. Ini yang Hendak kami potong rantainya,” kata Renata.

Perjalanan Seorang Ibu: Sebuah Narasi

Di sudut kafe kecil milik Sari, 58 tahun, di pinggiran Jakarta, perbincangan tentang masa depan sering berujung pada keresahan. Suaminya telah tiada, dan Sari hanya mengandalkan penghasilan dari warung sarapan. “Yang saya pikirkan adalah, jika saya pergi mendadak, bagaimana anak bungsu saya yang masih kuliah? Dia harus berhenti?” tutur Sari. Ketika mendengar ada asuransi yang tak meninggalkan pemegang polis meski ia mencapai usia sangat lanjut, matanya berbinar. “Ini bukan soal saya, ini soal menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai ibu,” katanya. Hal senada diungkapkan Dion, 34 tahun, yang memutuskan membelikan polis ini untuk ibunya. “Saya tidak mau menunggu sampai Mama sakit dan kami panik. Lebih baik menyisihkan sejumlah dana rutin sekarang, sehingga Mama punya proteksi dan tabungan yang bisa ia pakai di hari tua.”

Mengapa Harus Sampai 100 Tahun?

Berdasarkan proyeksi PBB, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di Indonesia akan mencapai lebih dari 70 juta jiwa pada 2050. Namun, penetrasi asuransi di segmen lansia masih sangat minim. “Kami ingin menjadi jembatan. Produk ini tidak mengecualikan orang yang sudah berumur dalam proses underwriting yang sulit,” kata Renata. Dengan struktur pertanggungan yang sederhana dan manfaat pasti, Lifetime Protection diyakini dapat menjadi solusi proteksi sekaligus instrumen perencanaan warisan bagi keluarga Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User