Batalkan Pesanan GoCar Kini Dikenai Biaya Rp 3.000, Simak Ketentuannya
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi memberlakukan kebijakan baru berupa biaya pembatalan pesanan untuk layanan taksi online GoCar. Kebijakan ini mulai diterapkan secara bertahap dan me
Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi memberlakukan kebijakan baru berupa biaya pembatalan pesanan untuk layanan taksi online GoCar. Kebijakan ini mulai diterapkan secara bertahap dan menyasar pelanggan yang membatalkan pesanan setelah mendapatkan konfirmasi pengemudi.
Melansir informasi di laman resmi Gojek, biaya pembatalan ditetapkan sebesar Rp 3.000 untuk setiap pembatalan yang dilakukan pengguna. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh layanan GoCar, dengan pengecualian pada GoCar Instant dan GoCar Rental yang tidak termasuk dalam skema ini.
"Penerapan skema ini akan dievaluasi secara berkala sebelum diimplementasikan ke kota-kota lain," tulis keterangan Gojek dalam laman resminya, Senin (29/6/2026).
Implementasi kebijakan ini dimulai sejak 3 Februari secara bertahap, dengan prioritas di sejumlah kota besar seperti Bali, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Bandung, Malang, dan Makassar. Perusahaan menyatakan akan terus memonitor efektivitas aturan ini sebelum memperluas jangkauannya ke wilayah lainnya di Indonesia.
Kebijakan pembatalan ini diyakini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna sekaligus memberikan kompensasi yang lebih adil bagi para mitra pengemudi. Selama ini, pembatalan sepihak oleh pelanggan kerap merugikan pengemudi yang telah mengalokasikan waktu dan bahan bakar untuk menuju titik penjemputan.
Bagi pelanggan, penting untuk memastikan kembali tujuan dan titik penjemputan sebelum mengonfirmasi pesanan agar terhindar dari biaya tambahan. Sementara itu, Gojek menegaskan bahwa biaya ini tidak berlaku apabila pembatalan dilakukan oleh pihak pengemudi atau terjadi kendala teknis dari sistem.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gojek belum memberikan pernyataan lebih rinci mengenai mekanisme pengenaan biaya, termasuk apakah terdapat masa tenggang atau toleransi waktu bagi pengguna untuk membatalkan tanpa dikenakan biaya. Namun, langkah ini dipandang sebagai upaya perusahaan untuk menyeimbangkan ekosistem layanan ride-hailing antara kenyamanan konsumen dan kesejahteraan mitra pengemudi.
Berdasarkan laporan Beritaseputar.com, sejumlah pengguna di kota-kota yang telah menerapkan skema ini mulai merasakan dampaknya. Beberapa di antaranya menyampaikan keluhan melalui media sosial, menilai biaya tersebut memberatkan terutama jika pembatalan terjadi di luar kendali mereka. Meski demikian, banyak pula yang memahami bahwa kebijakan ini diperlukan demi keberlangsungan layanan dan apresiasi terhadap mitra pengemudi.
Perusahaan menambahkan bahwa evaluasi berkala akan dilakukan untuk melihat respons pasar dan efektivitas aturan tersebut. Apabila terdapat penyesuaian atau perubahan ketentuan, informasi resmi akan disampaikan melalui kanal komunikasi Gojek.
Comments (0)