Api Masih Berkobar, Warga Terpaksa Mengungsi
Kebakaran besar yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Maum, Kabupaten Tangerang, belum menunjukkan tanda-tanda akan padam. Hingga Kamis (2/7/2026), petugas gabungan dar
Kebakaran besar yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Maum, Kabupaten Tangerang, belum menunjukkan tanda-tanda akan padam. Hingga Kamis (2/7/2026), petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berjibaku memadamkan api yang terus merembet di gunungan sampah. Asap hitam pekat membubung tinggi dan menyelimuti permukiman warga di sekitar TPA, memaksa aparat mengambil langkah evakuasi darurat. Kobaran api yang sulit dikendalikan ini dipicu oleh tumpukan sampah yang menggunung serta gas metana yang terperangkap di dalamnya, sehingga upaya pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar.
64 Jiwa Dievakuasi ke Hunian Sementara
Berdasarkan data yang dihimpun Beritaseputar.com, sebanyak 33 keluarga atau total 64 jiwa terpaksa dievakuasi dari kediaman mereka ke lokasi pengungsian yang lebih aman. Warga yang mayoritas bekerja sebagai pemulung dan buruh serabutan ini dipindahkan ke balai desa yang telah difungsikan sebagai hunian sementara. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap sejak pagi hari dengan melibatkan personel kepolisian, TNI, dan relawan setempat. Para pengungsi, termasuk anak-anak dan lansia, diangkut menggunakan kendaraan milik pemerintah dan swasta yang disiagakan di titik kumpul. Kondisi psikologis mereka pun menjadi perhatian, mengingat sebagian besar kehilangan barang-barang berharga akibat kepanikan saat menyelamatkan diri dari kepulan asap yang semakin pekat.
“Selain upaya pemadaman, kami juga telah mengevakuasi 33 keluarga yang terdiri dari 64 jiwa terdampak ke hunian sementara yang layak agar mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman,” ucap Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, saat dikonfirmasi.
Kombes Maruli menambahkan, pemerintah daerah telah menyiagakan dapur umum dan layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi. Bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, dan masker juga telah disalurkan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal sementara. “Kami pastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa tanggap darurat ini. Tim trauma healing juga dikerahkan untuk membantu warga mengatasi rasa cemas, terutama pada anak-anak,” lanjutnya.
Heli Water Bombing dan Tantangan Medan
Dalam laporan yang diterima media kami sebelumnya, dua unit helikopter water bombing telah dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dari udara. Namun, luasnya area TPA yang mencapai puluhan hektare dan tumpukan sampah setinggi puluhan meter menjadi tantangan tersendiri. Gas metana yang terperangkap di dalam tumpukan sampah memicu ledakan kecil dan membuat api sulit dijangkau. Hingga berita ini ditulis, titik api masih terlihat di beberapa zona TPA, terutama di bagian tengah yang memiliki tumpukan paling tinggi. Armada pemadam darat terus melakukan penyekatan agar api tidak merembet ke area pemukiman yang berjarak kurang dari satu kilometer dari lokasi kebakaran.
Kebakaran ini juga menimbulkan dampak kesehatan bagi warga sekitar. Asap tebal menyebabkan banyak warga mengeluhkan sesak napas dan iritasi mata. Tim medis dari Dinas Kesehatan setempat telah mendirikan posko kesehatan di pengungsian dan terus memantau kondisi para korban. Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Petugas kesehatan menyediakan obat-obatan serta oksigen tambahan bagi mereka yang mengalami gangguan pernapasan akut akibat paparan asap berkepanjangan.
Situasi ini menjadi perhatian serius Polda Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Rencana evakuasi susulan masih disiapkan apabila api semakin meluas mengingat potensi angin kencang yang diprediksi berhembus pada malam hari. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat proses pemadaman. Masyarakat diminta tetap waspada, tidak panik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar upaya penanganan kebakaran dapat berjalan lancar tanpa korban jiwa tambahan.
Comments (0)