Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Yogyakarta — Prabowo Pamerkan Candi Prambanan ke PM Narendra Modi

Sore itu, langit Sleman mulai merona jingga ketika dua pemimpin berjalan beriringan di antara reruntuhan megah yang telah berdiri selama lebih dari seribu

Jul 08, 2026 - 15:59
0 0

Sore itu, langit Sleman mulai merona jingga ketika dua pemimpin berjalan beriringan di antara reruntuhan megah yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun. Presiden Prabowo Subianto, dengan gestur penuh kebanggaan, menunjuk ke arah puncak candi yang menjulang. Di sampingnya, Perdana Menteri Narendra Modi mengangguk pelan, matanya tak lepas dari relief-relief rumit yang menghiasi dinding batu. Rabu (8/7/2026), Candi Prambanan bukan sekadar destinasi wisata. Ia menjadi panggung bisu bagi diplomasi kebudayaan yang hangat dan personal.

Prabowo tak sekadar memandu. Ia mengisahkan, seolah tengah bercerita kepada seorang sahabat lama, tentang bagaimana leluhur Nusantara meninggalkan mahakarya yang kini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. “Ini bukan hanya milik Indonesia,” ucapnya, suaranya menggema lembut di antara dinding candi. “Ini milik dunia. Di sinilah kita bisa merasakan bahwa kita semua terhubung.”

Kutipan itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi mereka yang hadir, momen itu lebih dalam dari sekadar protokol kenegaraan. Seorang anggota delegasi India yang enggan disebutkan namanya mengaku tersentuh.

“Candi-candi kami di India punya kisah serupa. Bagi kami, ini seperti mengunjungi rumah yang jauh. Ada nuansa spiritual yang terpancar dari batu-batu ini,”
katanya lirih saat beristirahat di pelataran candi.

Bukan tanpa alasan Prabowo membawa PM Modi ke Prambanan. Di balik pilihan lokasi itu, terselip pesan yang lebih subtil: Indonesia dan India memiliki akar peradaban yang saling bertaut. Relief Ramayana yang terpahat di dinding Prambanan adalah bukti nyata betapa wira-carita dari tanah India telah menyatu dalam imajinasi budaya Jawa sejak abad ke-9. Prabowo seolah ingin menegaskan, tanpa perlu banyak kata, bahwa hubungan kedua negara tak hanya soal dagang atau geopolitik, melainkan tentang jiwa.

Lebih dari Sekadar Diplomasi

Suyatmi, seorang penjual batik di sekitar kompleks candi, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Saya tidak tahu mereka akan datang. Tiba-tiba saja jalanan dibersihkan, banyak tamu penting lewat,” tuturnya sambil tersenyum.

“Senang rasanya, tempat kami didatangi pemimpin dunia. Semoga Prambanan semakin dikenal.”
Bagi warga sekitar, kunjungan ini membawa harapan akan geliat ekonomi lokal yang lebih baik pascapandemi.

Sementara itu, pemandu wisata setempat, Waluyo, yang biasa menjelaskan seluk-beluk candi kepada turis mancanegara, merasa ada yang berbeda sore itu.

“Prabowo tadi sempat bertanya detail soal teknik pembangunan zaman dulu. PM Modi juga terlihat serius mendengarkan. Mereka seperti dua sejarawan yang tengah berdiskusi,”
kenangnya. Waluyo mengaku bangga bukan kepalang. “Saya sudah 20 tahun memandu, baru kali ini melihat pemimpin negara begitu antusias.”

Diplomasi kebudayaan sering kali dianggap sebagai pelengkap. Namun di tangan Prabowo, sore itu, Prambanan menjadi altar bagi dialog yang melampaui batas-batas negara. Ketika keduanya berfoto bersama dengan latar belakang tiga candi utama yang menjulang, yang tertangkap kamera bukan hanya senyum, melainkan juga janji tersirat: bahwa kisah persahabatan Indonesia-India akan terus dipahat, sebagaimana kisah Rama dan Shinta terpahat di dinding batu yang abadi.

Menjelang maghrib, langkah mereka meninggalkan kompleks candi. Namun keheningan kembali menyelimuti Prambanan dengan makna yang lebih kaya. Sebab sore itu, mahakarya peradaban telah menuntaskan tugasnya yang paling agung: menjadi saksi bahwa di atas bumi yang terus berubah, masih ada keindahan yang menyatukan.

Momen Bersejarah yang Membekas

Kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia memang sarat agenda bilateral. Namun bagi masyarakat Yogyakarta, pemandangan Prabowo yang dengan bangga memamerkan salah satu keajaiban dunia dari tanah airnya meninggalkan kesan tersendiri. Ini bukan tentang siapa yang lebih unggul. Ini tentang pengakuan bahwa Indonesia memiliki warisan luhur yang layak disejajarkan dengan peradaban besar mana pun di dunia.

Seorang pengunjung asal Prancis, Marie, yang kebetulan berada di lokasi mengaku terinspirasi.

“Saya tidak menyangka akan melihat dua pemimpin negara di sini. Mereka terlihat seperti teman, bukan sekadar kolega politik. Ini menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi jembatan yang paling tulus,”
ujarnya dalam bahasa Inggris terbata-bata.

Prambanan telah berdiri melampaui waktu. Ia telah menyaksikan kerajaan-kerajaan runtuh, kolonialisme berlalu, dan bangsa-bangsa lahir. Kini, ia menjadi saksi babak baru hubungan Indonesia-India yang tidak lagi sekadar basa-basi politik, melainkan persaudaraan yang digerakkan oleh kenangan panjang yang tertulis dalam batu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User