Wamendagri: Inovasi dan Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci Wali Kota Genjot PAD dan Pelayanan Publik
Medan, Beritaseputar.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara tegas mendorong seluruh wali kota untuk memperkuat inovasi daerah dan membangun gaya kepemimpinan yang ada
Medan, Beritaseputar.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara tegas mendorong seluruh wali kota untuk memperkuat inovasi daerah dan membangun gaya kepemimpinan yang adaptif. Langkah ini dinilai krusial untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah berbagai tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Seruan itu disampaikan Wamendagri saat menjadi pembicara utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang berlangsung di Grand City Hall Medan, Sumatera Utara.
Rakernas yang mengusung tema besar “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat” itu menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk merumuskan strategi pembangunan kota yang berdaya saing. Bima Arya menekankan bahwa situasi saat ini menuntut pemerintah kota agar tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, melainkan bertransformasi menjadi motor inovasi yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat harus mulai dikurangi dengan mengoptimalkan potensi PAD melalui pendekatan yang lebih kreatif dan berbasis teknologi.
Kepemimpinan Adaptif dan Inovasi sebagai Solusi
“Pemerintah kota harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga. Kepemimpinan yang adaptif berarti berani mengubah cara berpikir, mempercepat layanan, dan membangun ekosistem investasi yang ramah di daerah masing-masing,” ujar Bima Arya dalam sesi paparannya, sebagaimana dilaporkan media kami.
Lebih lanjut, Wamendagri memaparkan sejumlah praktik baik yang bisa diadopsi wali kota, mulai dari digitalisasi sistem perizinan, pengelolaan retribusi parkir yang terintegrasi, hingga pengembangan aplikasi layanan publik satu pintu yang mampu menekan kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat. Ia mencontohkan, beberapa kota di Indonesia telah berhasil menaikkan PAD hingga dua digit setelah menerapkan transaksi nontunai dan model bisnis aset daerah yang profesional.
Dari sisi pelayanan publik, adaptasi menjadi kata kunci. Perubahan pola hidup pascapandemi, migrasi digital, serta tuntutan transparansi membuat wali kota perlu merancang layanan yang lebih lincah dan responsif. Bima Arya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pelaku usaha, akademisi, maupun komunitas, guna menciptakan ekosistem kota yang tangguh dan berdaulat sesuai dengan tema Rakernas tahun ini.
Rakernas XVIII APEKSI 2026 juga diisi dengan diskusi panel, pameran produk unggulan kota, serta penandatanganan komitmen bersama pengembangan smart city. Para wali kota yang hadir menyampaikan aspirasi agar pemerintah pusat turut memberikan keleluasaan regulasi bagi daerah yang berhasil menunjukkan kinerja inovatif, sehingga iklim kompetisi antarkota dapat menjadi pendorong kemajuan nasional. Demikian laporan langsung dari Grand City Hall Medan oleh tim Beritaseputar.com.
Comments (0)